Mengenal Lebih Dekat Museum Asmat (TMII)

Museum asmat. Selama ini kita sering mendengar berbagai macam suku di Indonesia. Suku-suku tersebut memberikan warna, keunikan budaya hingga peradaban yang menarik.

museum asmat

Suku Asmat menjadi salah satu suku asli Papua yang sampai sekarang masih terkenal dengan seni ukir terbaiknya. Oleh karena itu untuk menjaga reputasinya dibangunlah sebuah museum dengan nama Museum Asmat, lalu seperti apa sejarah dan koleksi benda di museum tersebut?

Sejarah Museum Asmat

Suku Asmat memang jadi salah satu suku paling terkenal di Indonesia karena berbagai macam hasil budayanya. Pendirian Museum ini lahir atas dasar gagasan Ibu Tien Soeharto. Tujuan awalnya untuk melestarikan hasil karya anak bangsa agar lebih dikenal oleh masyarakat luas dan mancanegara.

Ketertarikan Ibu Tien Soeharto terhadap Suku Asmat ini berfokus pada hasil ukiran masyarakatnya yang mampu menarik perhatian dunia internasional.

Ukuran Museum Asmat ini mencapai 6500 meter persegi kemudian terletak di sebelah tenggara Taman Bunga Keong Emas. Keunikan Museum ini sudah bisa dirasakan auranya dari luar. Bentuk bangunannya menggunakan model bangunan Papua yang berbentuk kerucut atau sering disebut dengan Kariwan.

Kariwan tersebut menjadi salah satu bangunan pemujaan bagi orang Tobati Enggros yang bertempat tinggal di Teluk Jeotefa. Desain bangunan Museum Asmat ini masih menggunakan daun rumbia sebagai lapisan atapnya kemudian memakai model berkolong.

Terdapat pula ragam hiasan khas dari Suku Asmat yang diberi warna merah, hitam dan putih. Ir. Franky Devule merupakan perancang desain bangunan unik ini.

Proses pembangunan Museum Asmat ini memakan waktu kurang lebih 51 hari. Kemudian tepat pada tanggal 20 April 1986 Museum Asmat diresmikan oleh Presiden Soeharto. Terdapat tiga bangunan dengan fungsi berbeda-beda dan koleksi di dalamnya juga tidak sama.

Untuk bangunan pertama menggunakan tema manusia dan lingkungan, kemudian pada bangunan kedua memakai tema manusia dan kebudayaan, sementara untuk bangunan ketiga memakai tema manusia dan produk kreativitasnya.

Maka dari itu Museum Asmat ini menjadi salah satu tempat yang menyajikan berbagai macam budaya hingga koleksi seni dan bersejarah dari Suku Asmat.

Koleksi Benda di Museum Asmat

Pengunjung dapat melihat model bangunan kerucut yang menjadi ciri khas rumah Suku Asmat. Kemudian di dalamnya juga terdapat berbagai macam benda koleksi menarik untuk memberi pengetahuan seputar budaya Suku Asmat.

Benda-benda peragaan sudah dapat Anda lihat mulai dari produk seni seperti pakaian adat sebagai warisan nenek moyang. Dari peninggalan bersejarah tersebut memiliki nilai tersendiri yakni mampu untuk memperlihatkan pandangan hidup Suku Asmat. Kemudian mampu mengkaitkan sejarah nenek moyang mereka.

objek di museum asmat

Kemudian dengan peninggalan sejarah tersebut juga mampu menjaga ikatan batin bersama nenek moyang yang selalu diwujudkan dalam simbol-simbol pada benda sehari-hari. Maka dari itu penataan di dalam Museum Asmat ini masih digolongkan dengan tema-tema berbeda.

Untuk bisa mengetahui detail benda koleksi di dalam Museum ini dibutuhkan pemahaman di setiap bangunan. Seperti kita tahu ada tiga bangunan dengan tema-tema berbeda yang mana masih memberikan banyak unsur dan koleksi benda berbeda.

Bangunan Pertama

Pada bangunan pertama yang menggunakan tema Manusia dan Lingkungan menghadirkan koleksi pakaian adat hingga aksesoris dari Suku Asmat.

Tidak hanya itu saja, terdapat pula diorama mengenai mata pencaharian masyarakat Suku Asmat terutama pada menokok sagu. Selain itu, pengunjung bisa melihat bentuk dari wurawan perahu arwah yang konon digunakan sebagai kendaraan roh nenek moyang.

Kemudian masih ada mbis pole atau dikenal sebagai patung nenek moyang Suku Asmat hingga berbagai ornament unik yang semuanya menceritakan seputar kehidupan Suku Asmat.

Bangunan Kedua

Pada bangunan kedua juga memiliki tema lain yakni Manusia dan Kebudayaan yang menyajkan koleksi benda lebih unik. Dari bangunan kedua terlihat peralatan dalam membuat sagu, koleksi senjata, peralatan berburu, benda-benda yang berkaitan dengan upacara ataupun budaya, kemudian terdapat Tifa atau dikenal sebagai alat musik kendang, kapak, hingga Fu atau alat musik yang terbuat dari bambu.

Bangunan ketiga

Pada bangunan ketiga memiliki tema Manusia dan Hasil Kreativitasnya. Bangunan ketiga Museum ini memperlihatkan hasil seni kontemporer yang memberikan hasil pengembangan mengenai pola-pola rancangan seni tradisional.

koleksi museum asmat

Bahkan pengjunjung juga bisa menyaksikan berbagai hasil seni karya masyarakat Suku Asmat yang sudah berkembang hingga keluar dari pola-pola kehidupan tradisional.

Itulah berbagai macam koleksi menarik pada Museum Asmat yang bisa Anda lihat secara detail. Pada setiap bangunan sudah terdapat koleksi benda menarik. Baik itu koleksi persenjataan hingga pakaian adat yang semuanya memiliki makna tersendiri.

Aktivitas Pengunjung di Museum

Sudah jelas, setiap pengunjung dapat melihat dengan puas semua koleksi budaya Suku Asmat. Pengunjung bisa membaca setiap deskripsi pada benda-benda hasil budaya Suku Asmat. Dengan begitu pengunjung / Anda akan bisa memahami bagaimaan cara hidup Suku Asmat.

Jadi itulah alasan terkuat mengapa museum ini masih banyak dikunjungi oleh masyarakat dan pelajar sebagai pusat studi yang mempelajari kebudayaan Suku Asmat.

Lokasi Museum Asmat

Akses lokasi ke Museum Asmat tidak terlalu sulit untuk dijangkau karena pengujung bisa langsung mendatangi daerah Ceger, Cipayung, Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Sedangkan dari akses transportasinya juga tidak sulit karena bisa dijangkau memakai bus, taksi, ataupun kendaraan pribadi. Akses jalan juga sudah memberi kenyamanan sehingga bisa diakses oleh siapa saja. Sedangkan dari ketersediaan nomor telepon juga tersedia yakni 021-8409307 atau bisa juga di nomor 87792987.

Hari Operarsional Museum

Pengujung bisa mendatangi Museum ini setiap hari Senin sampai Minggu dengan waktu buka pada pukul 08.30 sampai 16.00WIB. Biasanya pada hari-hari kerja seperti Senin sampai Kamis Museum Asmat ini masih dipenuhi oleh para pelajar luar kota yang melakukan study tour. Alternatifnya, Anda bisa mengunjungi Museum ini pada akhir pekan bersama keluarga.

Harga Tiket

Harga tiket masuk ke Museum Asmat juga terbilang murah yakni sebesar Rp 5000 sudah termasuk berwisata ke Taman Bunga Keong Mas yang lokasinya berdekatan dengan Museum Asmat.

Jika dibandingkan dengan museum lainnya di sekitar Museum Asmat, bentuk bangunannya terbilang paling unik. Jadi Anda tak akan kesulitan untuk menemukan Museum ini.

Menikmati akhir pekan dengan berkunjung ke Museum Asmat menjadi satu cara paling mudah untuk liburan bersama keluarga. Cobalah mengunjungi Museum Amat untuk mengenal kebudayaan salah satu suku paling terkenal di Papua.

Jika tidak ada larangan dari pihak museum, viralkan berbagai foto koleksi ketika Anda berada di Museum. Hal ini bertujuan untuk memancing pengunjung lainnya agar lebih tertarik untuk mengunjungi museum. Dengan begitu, museum ini akan semakin banyak dikunjungi orang.

Menilik Koleksi Museum Indonesia (TMII)

Komplek wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dikenal sebagai tempat wisata yang memiliki museum terbanyak di dunia. Terdapat 17 museum di kawasan ini dan salah satunya adalah Museum Indonesia.

Sejarah Museum Indonesia (TMII)

Sejarah berdirinya Museum Indonesia diawali dari ide Ibu Tien Soeharto yang ingin menampilkan budaya Bali dalam bangunan museum yang didirikan.

Seorang arsitek bernama Ida Bagus Tugur dipercaya merancang bangunan yang berkonsep Tri Hita Kirana dalam tradisi dan kepercayaan Bali, yakni yang mengatur hubungan manusia dengan sesama manusia, manusia dengan lingkungannya dan manusia bersama Tuhannya.

Museum indonesia - tmii

Maka pada tahun 1976, pembangunan Museum Indonesia pun mulai dikerjakan. Diresmikan setelah rampung pada tahun 1980 oleh Presiden Soeharto yang bertepatan dengan HUT ke 5 TMII tersebut.

Ada yang berpendapat Museum Indonesia dengan bangunan tiga lantai tersebut merupakan meseum dengan gaya arsitektur terindah di Indonesia.

Bangunan yang memakan luas kawasan 7000 meter persegi tersebut terlihat megah, menyerupai bangunan hotel dan hampir tak terpikir oleh orang bahwa bangunan tersebut adalah museum.

Luas lokasi keseluruhan museum ini mencapai 20.100 meter persegi. Pada bagian luar museum dilengkapi dengan taman dan kolam-kolam yang indah.

Lengkap juga dengan balai-balai tempat beristirahat. Bagian depan latar museum berupa potongan pohon-pohon tua serta patung-patung yang didasarkan pada kisah Ramayana. Patung itu juga ditempatkan di sekeliling bangunan museum.

Menilik Koleksi Museum Indonesia (TMII)

Koleksi Museum Indonesia tersebar di tiga lantai bangunan. Setiap lantai mengusung konsep yang berbeda yang disesuaikan dengan berkonsep Tri Hita Kirana  dengan menampilkan tradisi dan budaya yang ada di seluruh Indonesia.

Museum ini pada dasarnya ingin menampilkan segala sesuatu yang menjadi icon kekayaan budaya Indonesia meski terlihat kental dengan nuansa Hindu. Berikut ini koleksi di setiap lantai museum:

1. Lantai satu dengan tema Bhineka Tunggal Ika

Pada lantai ini, tema yang diusung adalah keberagaman yang tertuang dalam Bhineka Tunggal Ika. Pada lantai ini terdiri dari dua bagian utama yakni di sebelah barat yang berisi puluhan manekin yang menggunakan pakaian adat pernikahan serta pakaian biasa seluruh daerah di Indonesia.

Koleksi pakaian adat di museum ini terbilang lengkap dan bisa dikatakan koleksi pakaian adat terlengkap dan terbanyak di dunia. Sementara pada bagian timur merupakan tempat yang berisi aneka jenis instrumen tradisional Indonesia, diantaranya seperti angklung, gamelan, sasando, kolintang, fu, gondang sembilang dan berbagai alat musik lainnya.

Pakaian adat di museum indonesia
Pakaian adat di museum indonesia

Selain alat musik dan pakaian adat, pada lantai satu ini juga bisa kita saksikan sebuah diorama yang melukiskan tentang pertunjukan wayang kulit yang dilengkapi dengan gamelan dan perangkatnya. Selain itu ditemukan juga koleksi aneka wayang yakni wayang kulit, wayang golek dan wayang kulit kuna.

2. Lantai dua dengan tema ‘manusia dan lingkungannya’

Pada lantai ini, tema yang diusung adalah menampilkan interaksi manusia dengan lingkungannya, sehingga pengunjung bisa menyaksikan berbagai bentuk rumah adat, bangunan tradisional, ruangan rumah, lumbung padi, tempat beribadah yang menampilkan manusia sedang melakukan aktivitas tertentu dalam ruang-ruang yang menjadi lingkungannya.

Ada juga ruang pengantin dari Palembang dan dapur dari suku Batak. Pada lantai ini kita juga bisa menyaksikan berbagai peralatan khas Indonesia yang digunakan untuk pertanian, nelayan, berburu, transportasi, peralatan rumah tangga dan sebagainya. Selain itu diorama juga bisa kita temukan di lantai ini, yakni diorama upacara adat dari berbagai daerah di Indonesia.

3. Lantai tiga dengan tema ‘seni dan kriya’

Dengan tema ‘seni dan kriya’, bangunan lantai tiga dari Museum Indonesia ini menampilkan segala bentuk hasil seni dan kerajinan dari berbagai dan diambil dari seluruh daerah di Indonesia.

Anda bisa menyaksikan aneka bentuk seni kerajinan seperti batik, songket, tenun, aneka ukiran, tembaga, perak, kuningan, aneka keramik, aneka perhiasan dan sebagainya.

Diantara hasil seni yang paling menarik bagi pengunjung adalah Pohon Hayat atau Pohon Kalpataru. Pohon ini dikenal sebagai pohon lingkungan hidup. Dengan tinggi sekitar 8 meter, ukiran ini tegak di tengah ruangan.

lesung di museum indonesia
lesung di museum indonesia

Wisata ke Museum Indonesia (TMII)

Wisata ke Museum Indonesia (TMII) cukup menarik untuk dilakukan. Tak sama dengan museum lainnya, bangunan museum ini terbilang cukup indah, sejuk dan banyak dikunjungi orang.

Untuk tujuan wisata keluarga, museum ini tetap menarik untuk dikunjungi selain wahana-wahana menarik lainnya yang ada di komplek TMII. Di berbagai titik lokasi bangunan museum ini cukup nyaman dijadikan sebagai tempat istirahat dan berfoto.

Membawa anak-anak pun menjadi lebih santai sampil menikmati arsitektur gaya dan keindahan bangunan museum. Berkunjung di hari libur tentu cukup ramai. Bila ingin lebih leluasa menikmati suasana di area wisata ini, datang lah di hari kerja bersama keluarga.

Letih mengeliling bangunan, Anda bisa beristirahat di balai-balai Bali yang dibangun secara khusus di bagian luar meseum. Lengkap dengan taman dan kolam yang dihiasi dengan ornamen-ornamen khas Bali.

Tempat ini juga menjadi lokasi favorit para pengunjung untuk berfoto. Para wisatawan yang berkunjung ke museum ini bukan hanya mereka kalangan terpelajar seperti mahasiswa, pelajar, peneliti, penulis, budayawan, sejarawan, namun juga banyak masyarakat umum yang hanya ingin sekedar bersantai dan melihat aneka barang-barang koleksian yang ada di tiap lantai bangunan.

Berkunjung ke museum ini bisa membantu Anda secara lebih dekat mengenal tentang keanekaragaman budaya dan tradisi masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, tanpa harus repot-repot datang ke setiap daerahnya.

Taman Mini Indonesia Indah menjadi miniatur Indonesia dalam satu tempat dan lokasi yang lebih mudah dijangkau dan dikenal banyak orang.

Lokasi, Jam Buka dan Harga Tiket Masuk ke Museum Indonesia (TMII)

Museum Indonesia (TMII) terletak di Jl. Taman Mini Indonesia Indah, Ceger, Cipayung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13810. Nomor telpon resminya (021) 87793537.

Karena berada di komplek wisata, Anda bisa berkunjung ke museum ini setiap hari dengan waktu kunjungan dari jam 8 sampai 16 WIB.

Untuk masuk ke kawasan wisata ini, Anda harus mengalokasikan anggaran untuk tiket. Minimal 15 ribu per orang untuk harga tiket masuk ke lokasi Museum Indonesia yang artistik tersebut.

Lokasinya yang berada di area wisata membuat museum ini juga ramai dikunjungi orang. Bukan hanya turis dari dalam negeri namun banyak juga para wisatawan mancanegara yang ingin melihat bagaimana tradisi dan budaya Indonesia dilihat dari benda-benda dan simbol-simbol yang ada di museum.

Selain dijadikan sebagai tempat kunjungan wisata, di museum ini juga sering digelar pertunjukan tidak tetap dengan tema-tema tertentu. Misalnya yang sering dilakukan adalah pameran lukisan, pameran aneka kain tradisional, demonstrasi membatik, pameran hasil-hasil seni kerajinan dan sebagainya.

Jika beruntung, saat kunjungan Anda bisa menyaksikan pameran gratis tersebut yang bisa dinikmati para pengunjung.

Pilihan Liburan Tepat Di Museum Perangko Indonesia (TMII)

Berkunjung ke museum prangko Indonesia memang memberikan kesan tersendiri. Pada saat liburan sekolah tiba, berlibur ke museum merupakan salah satu pilihan yang sangat menyenangkan bagi anak anak.

museum prangko Indonesia

Mengajak anak-anak berlibur ke sebuah museum akan memberikan manfaat lebih bagi anak-anak. Selain sebagai alternatif liburan yang hemat dan bermanfaat, berlibur ke museum juga diyakini akan menambah wawasan sejarah, ilmu pengetahuan dan pengalaman yang menyenangkan.

Di Jakarta terdapat beberapa museum yang menarik untuk dikunjungi. Kawasan TMII (Taman Mini Indonesia Indah) merupakan salah satu kawasan yang terintegrasi dengan beberapa museum. Ada museum transportasi, museum pusaka, museum serangga, museum telekomunikasi dan masih banyak museum lainnya.

Kali ini kita akan salah satu museum yang berada di kawasan TMII yaitu museum prangko Indonesia. Museum Perangko ini bisa Anda jadikan rujukan yang tepat ketika liburan sekolah tiba.

Yuk mari kita lanjutkan …

Sejarah Museum Perangko Indonesia

Pada saat perangko belum ada, setiap biaya pengiriman surat akan dibebankan oleh si penerima surat tersebut. Akan tetapi cara tersebut dihentikan seketika, pada saat orang yang dikirimi surat mulai menolak untuk membayar. Sejak masa itulah kemudian muncul perangko pertama kali dengan nama ‘The Penny Black”.

Perangko tersebut bergambar wajah Ratu Victoria. Dibuat oleh seorang pekerja di Dinas Perpajakan Inggris, yaitu Sir Rowland Hill. Dan diterbitkan untuk pertama kali di Inggris pada tahun 1840. Foto dari perangko tersebut juga dapat Anda jumpai di Museum Perangko Indonesia (TMII).

Museum Perangko Indonesia (TMII) merupakan sebuah wahana atau tempat wisata yang menyajikan pameran perangko secara tetap. Museum ini lahir dari sebuah ide brilian dari Ibu Tien Soeharo.

Gagasan / ide tersebut dicetuskan pertama kali pada saat Ibu Tien sedang mengunjungi sebuah pameran perangko. Pameran perangko tersebut diadakan oleh PT. Pos Indonesia ( Persero ) di sebuah acara Jambore Pramuka Asia Pasifik ke VI yang diselenggarakan di Cibubur bulan Juni 1981.

Setelah itu dibangunlah sebuah museum perangko dengan bentuk bangunan bergaya Bali. Bangunan tersebut dibangun di atas lahan seluas 9.590 meter persegi dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 29 September 1983.

Pada sayap kanan dan sayap kiri terdiri dari dua buah bangunan, untuk sayap kanan difungsikan sebagai kantor pengelolaan dan juga tempat pertemuan. Kemudian untuk sayap kiri difungsikan sebagai kantor pos tambahan yang memiliki fungsi tambahan untuk memberikan layanan jasa dari PT. Pos Indoneisa (Persero).

Museum tersebut memamerkan banyak koleksi perangko yang berasal dari Indonesia maupun manca negara. Kompleks bangunannya dihiasi dengan ukiran dan dilengkapi dengan patung yang bergaya Bali dan juga Jawa. Dikelilingi dengan pagar tembok, yang dilengkapi dengan dua pintu gerbang dengan model dasar candi Bentar.

5 Objek Menarik di Museum Perangko Indonesia

museum perangko Indonesia

Liburan dengan mengunjungi Museum Perangko Indonesia (TMII) bisa memberikan sebuah pengalaman yang berharga. Anda dapat mengetahui sejarah perangko seara mendalam di museum ini.

1. Ruang Sejarah Perangko / Ruang Penyajian Pertama

Di ruangan ini pengunjung bisa melihat beberapa koleksi perangko. Ruang penyajian pertama merupakan sumber informasi tentang sejarah perangko Indonesia dan juga sejarah perangko internasional. Ruangan ini juga menyajikan beberapa hal yang terkait akan budaya menulis surat.

Beberapa materi, berupa foto yang menggambarkan sebuah bahan dan alat yang digunakan untuk menulis pada daun lontar dan patung seorang pria.

kemudian ada juga hal penting lainnya yang terjadi diantara tahun 1602 sampai dengan tahun 1864 seperti foto-foto penting, beberapa slide dari cara pelunasan biaya pengiriman dari surat di zaman VOC sampai dengan terbitnya perangko di Hindia Belanda di tahun 1864.

Lalu terdapat pula foto lukisan dari pembuatan jalan pos di tahun 1808 dimana dari Anyer sampai Panarukan dengan panjang 1.000 km dan juga beberapa koleksi sampul sebuah surat tempo dulu.

2. Ruang Penyajian II

Ruang penyajian II, merupakan sebuah ruang proses pencetakan perangko. Pada ruang tersebut akan menampilkan tentang proses percetakan perangko di Indonesia yang sudah dimulai sejak tahun 1945. Dirancang menggunakan gambar dan warna yang masih sangat sederhana. Bahkan berdasarkan riwayatnya, perangko Indonesia pernah dicetak dengan menggunakan kertas merang.

3. Ruang Penyajian III dan IV

Lalu di ruang penyajian III menyajikan perangko yang berdasarkan periode penerbitan. Penerbitan yang dimaksud adalah penerbitan yang sudah digunakan sejak tahun 1864 di Indonesia sampai dengan saat ini.

Sejak masa pemerintahan Hindia Belanda, hingga berlanjut pada masa kependudukan Jepang, lalu masa perang kemerdekaan dan juga masa setelah perang kemerdekaan.

Kemudian di ruang penyajian IV, juga masih menjadi ruang penyajian dari perangko yang berdasarkan periode penerbitannya. Pada ruangan ini ditampilkan keindahan koleksi perangko dari periode 1950 sampai dengan sekarang ini. Contohnya seperti perangko seri Konferensi Asia Afrika, kemudian seri Dekrit Presiden, lalu seri Satelit Palapa dan yang lainnya.

4. Ruang Penyajian V dan VI

Di ruang penyajian V terdapat koleksi perangko Tematik, dalam artian perangko yang ditampilkan memiliki tema yang menarik seperti masal sosial budaya, kemudian pariwisata, fauna, kemanusiaan, flora, lingkungan hidup dan yang lainnya.

Di ruang penyimpanan VI ini juga terdapat koleksi perangko tematik yang mana menggambarkan kegiatan pramuka di sebuah alam bebas, bahkan juga beberapa tema lain seperi olahraga, kepramukaan dan yang lainnya.

Untuk beberapa slide juga bergambar Ibu Tien Soeharto dengan pakaian pramuka pada saat menandatangani sampul hari pertama dari perangko jambore internasional yang keempat di Cibubur, bulan Juni 1981.

5. Ruang Penyajian VII

Ruang penyajian VII merupakan ruang penyajian terakhir yang menyajikan filateli. Pada ruangan ini bisa memberikan manfaat seperti menanamkan sebuah sikap positif yang berupa kecermatan, kemudian ketelitian, ketekunan, disiplin dan kreativitas.

Kemudian kegiatan tukar perangko yang dapat membangun sebuah sikap kejujuran, tanggung jawab dan pengertian.

Alamat Dan Nomor Telepon Resmi Museum Perangko Indonesia

Berkunjung ke sebuah museum seperti Museum Perangko Indonesia (TMII) akan mendapatkan pengalaman tersendiri. Dengan berkunjung, setiap tamu bisa mengetahui seperti apa sejarah dan mulai berlakunya perangko di Indonesia.

Untuk Anda yang ingin berkunjung ke museum perangko ini, Anda bisa menuju ke Taman Mini Indonesia Indah, Jalan Raya Taman Mini, Jakarta Timur. Atau untuk mendapatkan informasi lebih lengkap, Anda bisa menghubungi nomor telepon 02170732144 atau fax 0218401310.

Jam Operasional Dan Tiket Masuk

Untuk jam kunjungan atau jam operasional yaitu buka pada hari Selasa sampai dengan Sabtu pada pukul 09.00 sampai dengan 16.00. Kemudian di hari Minggu atau hari libur Nasional pada pukul 08.00 sampai dengan 17.00, dan unuk hari Senin museum prangko ini diliburkan.

Untuk tiket masuknya terdiri dari 3 jenis dimana Anda harus membayar Rp 9.000,- untuk masuk ke Taman Mini Indonesia Indah, kemudian Anda perlu membayar sebesar Rp 2.000,- untuk tiket masuk ke Museum Perangko Indonesia (TMII). Khusus tanggal 20 April, tiket masuk ke museum perangko biasanya digratiskan karena tanggal 20 April merupakan ulang tahun dari Taman Mini Indonesia Indah.

Bagi Anda yang masih bingung dalam menentukan tujuan liburan, Kekeh ingin menjalankan prinsip liburan yang hemat, manfaat namun tetap menyenangkan, silahkan mencoba untuk mengunjungi Museum Perangko Indonesia (TMII).

Sekilas tentang museum keprajuritan indonesia (TMII)

Museum keprajuritan indonesia. Taman Mini Indonesia Indah atau TMII merupakan sebuah kawasan taman wisata dengan tema budaya Indonesia yang ada di daerah Jakarta Timur. Lokasi wisata ini memiliki luas area sekitar 150 hektare atau 1,5 km persegi.

Taman tersebut juga merupakan sebuah rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia yang mencakup berbagai macam aspek kehidupan sehari – hari masyarakat dari 26 provinsi yang ada di Indonesia. Ditampilkan di dalam sebuah anjungan daerah dengan arsitektur tradisional dan juga menampilkan berbagai macam busana, tradisi daerah dan juga tarian.

Pada bagian tengah TMII tersebut terdapat danau yang menggambarkan miniatur dari kepulauan Indonesia. Terdapat fasilitas kereta gantung, berbagai macam museum, Teater IMAX Keong Mas serta Teater Tanah Airku.

Sselain itu juga terdapat berbagai macam sarana rekreasi yang menjadikan TMII ini sebagai sebuah kawasan wisata terkemuka yang ada di Indonesia. Bicara tentang museum, Anda juga bisa mengunjungi Museum Keprajuritan Indonesia (TMII) karena museum tersebut memiliki keunikan tersendiri.

Ulasan kali ini yaitu lebih ke arah museum keprajuritan Indonesia. Baik mari kita ulas sedikit demi sedikit.

Sejarah Museum Keprajuritan Indonesia

museum keprajuritan indonesia - TMII

Museum Keprajuritan Indonesia (TMII) ini merupakan sebuah bangunan dengan bentuk segilima yang dikelilingi air seperti sebuah benteng pertahanan. Perairan yang mengelilingi benteng ini menggambarkan sebuah Negara kepulauan dengan wawasan nusantara.

Museum ini dibangung pada lahan seluas 4,5 hektar dan dengan luas bangunan 7545 meter persegi serta diresmikan oleh Presiden Soeharto di tanggal 5 Juli 1987.  Misi dari pembangunan museum ini sendiri adalah sebagai bukti dan juga bentuk pelestarian serta rekaman sebuah sejarah perjuangan bangsa di masa – masa perjuangan semenjak abad 7 sampai dengan abad 19.

Dengan demikian setiap segi dari bangunan dan juga benda yang ditampilkan dalam museum tersebut mempunyai makna dan perlambang. Pada gerbang utama memiliki bentuk bangunan dimana terdapat menara pengintai ataupun Bastion, yang menyiratkan sebuah kewaspadaan Nasional.

Kemudian terdapat dua kapal tradisional seperti kapal Banten dan juga kapal pinisi yag berasal dari Sulawesi Selatan yang bersandar di danau. Kondisi tersebut melambangkan sebuah kekuatan maritim mulai dari barat sampai timur.

kapal phinisi dan kapal banten
kapal phinisi dan kapal banten

Secara garis besar, museum yang letaknya ada di jalur keluar dari bagian selatan tersebut menyimpan sebuah bukti dan juga rekaman sejarah perjuangan dari bangsa Indonesia dari waktu ke waktu. Museum tersebut dapat juga dapat juga disebut sebagai sebuah museum edukasi, terlebih lagi untuk anak sekolah.

Kemudian memasuki ruang museum, nantinya Anda harus menaiki tangga untuk menuju ke lantai 2 dimana terdapat beberapa koleksi yang ada pada museum ini.  Selain itu karena bangunan ini memiliki bentuk benteng, maka nantinya Anda dapat menuju ke atap bangunan yang datar dan juga luas. Di atas atap tersebut nantinya Anda bisa melihat pemandangan luas yang indah seputar kawasan taman mini.

Objek Yang Dapat Dilihat Di Museum Keprajuritan Indonesia

Mengunjungi Museum Keprajuritan Indonesia (TMII) ini nantinya Anda bisa mendapatkan pengalaman menarik tentang sejarah. Selain itu juga terdapat beberapa objek yang dapat Anda lihat, salah satunya adalah 23 patung pahlawan.

patung pahlawan

Salah satu koleksi dalam museum ini adalah 23 patung pahlawan Indonesia yang dibuat dengan menggunakan bahan dasar dari perunggu. Beberapa patung pahlawan tersebut berasal dari Sabang sampai Dengan Merauke.

Mengapa museum ini menampilkan 23 patung dengan ukuran satu perempat dari ukuran manusia?

Patung tersebut merupakan perlambang sebuah perjuangan dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia, dimana perjuangan tersebut tidak hanya diwakilkan pada salah satu suku saja, melainkan diperjuangan oleh seluruh kelompok dan golongan serta masyarakat Indonesia .

Kemudian yang kedua adalah meriam tiruan dan juga patung pahlawan, pada saat masuk ke dalam museum ini, nantinya Anda akan langsung menemui meriam, dan meriam ersebut merupakan sebuah replika dari meriam aslinya.

Kemudian di ruangan tersebut juga ada beberapa replika (patung pahlawan) yang dilindungi menggunakan lemari kaca. Patung patung tersebut dipajang menggunakan pakaian perang adat dan senjata tradisional yang merupakan khas dari daerah masing – masing.

Salah satu koleksi yang cukup menarik di dalam Museum Keprajuritan Indonesia (TMII) ini adalah Diorama Perang Besar yang ada di Indonesia. Diorama tersebut memiliki fungsi untuk memberikan sebuah gambaran dan pengetahuan seperti apa dulunya perjuangan rakyat Indonesia berperang dalam melawan penjajah.

diorama perang besar
diorama perang besar

Terdapat banyak sekali diorama perang yang terdapat di dalam museum, mulai dari diorama perang Lombok, kemudian perang Badung yang ada di Bali, bahkan sampai dengan Perang Padri.

Ada pula diorama Kapal Phinisi dan juga Kapal Banten, objek tersebut memang paling menarik perhatian pengunjung pada Museum Keprajurian Indonesia. Pada Kapal Phinisi ini kita bisa melihat beberapa tiang yang menjulang dan juga terdapat layer dengan warna yang didominasi dengan warna putih.

Sedangkan untuk Kapal Banten letaknya berhadapan dengan Kapal Phinisi, namun memiliki bentuk yang berbeda. Bentuk dari Kapal Banten ini sedikit unik karena atap dari kapal berbentuk melengkung dan terdapat sebuah tiang pancang yang terbilang cukup tinggi. Untuk warnanya didominasi dengan warna cokelat. Kedua kapal tradisional tersebut memiliki makna atau perlambang kekuatan maritim Negara Indonesia.

Selain itu ada juga Meriam Tiruan belanda dimana terletak di bagian atap dari Museum Keprajuritan Indonesia (TMII), meriam ini dipajang pada atap gedung dengan tujuan agar seakan – akan berfungsi mempertahankan benteng dari serangan penjajah.

Alamat Dan Nomor Telephone Resmi

Dengan mengunjungi museum ini tentunya akan memberikan pengalaman dan pengetahuan yang sangat menarik. Jika Anda ingin mengunjungi museum tersebut, maka Anda bisa pergi ke Taman Mini Indonesia Indah, alamatnya ada di Jalan Raya Taman Mini, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur.

Sedangkan untuk nomor telephone resminya sendiri adalah 0218401080, jadi untuk Anda yang memang ingin mengetahui informasi lebih lanjut, maka bisa menghubungi nomor telephone tersebut atau bisa juga dengan mengunjungi museum tersebut secara langsung.

Jam Operasional Dan Harga Tiket Masuk

Untuk melihat berbagai koleksi yang dimiliki museum ini, Anda bisa datang dari hari Selasa sampai dengan Minggu mulai pukul 09.00 sampai dengan 16.00. Dan unuk harga tiket masuknya juga terbilang sangat terjangkau karena Anda hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp 2.500,- perorang.

Jadi pada intinya berlibur ke museum ini merupakan bentuk liburan yang hemat dan memberikan manfaat bagi Anda. Nantinya setiap pengunjung dapat mengetahui sejarah perjuangan rakyat Indonesia dalam memerdekakan Negara Indonesia ini dari penjajahan.