Museum Purna Bhakti Pertiwi (TMII)

museum purna bhakti pertiwi

“Mengisi Waktu Luang Dengan Mengunjungi Museum Purna Bhakti Pertiwi (TMII)”

Mengisi waktu luang di akhir pekan dengan liburan, menjadi hal yang menyenangkan. Selain itu, berlibur juga dipercaya akan menambah pengalaman dan akan memberikan dampak positif terhadap tubuh.

Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan objek wisata. Kali ini, kami tidak akan mengulas tetang ribuan destinasi berlibur tersebut. Mengulas tetang tujuan wisata bersejarah menjadi topik tulisan kami kali ini.

museum purna bhakti pertiwi tmii

Mengunjungi museum menjadi kegiatan berlibur yang sangat berkesan. berlibur ke museum bisa mendapatkan banyak pengetahuan sejarah serta pengalaman yang susah dilupakan. Objek yang dipamerkan dimuseum, umumnya memiliki history dan nilai sejarah tersediri sehingga bisa dipastikan tidak mudah kita jumpai di tempat lain.

Kali ini kami akan mengulas salah satu museum yang berada diarea Taman Mini Indonasia Indah. Sebut saja namanya museum Purna Bhakti Pertiwi. Museum ini menjadi salah satu museum yang perlu kami rekomendasikan untuk dikunjungi. Museum ini, memiliki banyak koleksi yang unik, menarik dan yang pasti akan memberikan nilai sejarah tersendiri untuk Anda.

Sejarah Museum Purna Bhakti Pertiwi

Museum Purna bhakti Pertiwi (TMII) diresmikan pada tanggal 23 Agustus 1993, yang mana dilakukan oleh Presiden kedua Indonesia Bapak Soeharto.

Peresmian museum ini bertepatan dengan ulang tahun Ibu Tien Soeharto yang ke 70 tahun. Beliau merupakan salah satu pendiri dan juga pemrakarsa berdirinya museum ini.

Luas dari bangunan museum ini adalah 2.09 meter persegi dan dibangun di atas tanah yang memiliki luas 19,7 hektar.

Objek Dapat Dilihat Di Museum Purnabhakti Pertiwi

Museum Purnabhakti Pertiwi (TMII) merupakan sebuah wahana pelestarian dari beberapa benda yang memiliki nilai sejarah terkait perjuangan dan pengabdian HM Soeharto dan Ibu Tien Soeharto kepada bangsa Indonesia.

Benda – benda bersejarah tersebut dikumpulkan sejak masa perang kemerdekaan sampai dengan masa pembangunan.

benda koleksi di museum purna bhakti pertiwi

Sebagai sebuah objek wisata edukasi, museum ini juga menyimpan beberapa benda seni yang memiliki mutu tinggi. Koleksi tersebut didapatkan oleh Bapak Soeharto dan juga Ibu Tien Soeharto dari berbagai kalangan.

Benda bersejarah tersebut diantaranya didapatkan dari rekan ataupun sahabatnya sebagai cenderamata. Museum ini juga mempunyai koleksi sebanyak 13.000an benda yang berhubungan dengan peranan sejarah pengabdian Bapak Soeharto.

7 Alasan kenapa perlu berkunjung ke museum ini:

  1. Sebagian besar koleksi tersebut dirawat dan disimpan oleh Ibu Tien Soeharto sebagai pendamping setia Bapak Soeharto. Ibu Tien ini kemudian menyadari, bahwa pengalaman hidup Bapak Soeharto tidak hanya milik keluarga semata, namun juga milik bangsa Indonesia. Oleh karena itu beberapa barang pribadi dan juga cenderamata yang dimiliki harus dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Dan tentu saja tempat yang terbaik untuk menyimpan semua benda tersebut adalah museum, yaitu Museum Purna Bhakti Pertiwi.
  2. Berkunjung ke museum tentu saja untuk melihat beberapa benda dan objek sejarah yang disimpan di museum tersebut. Pada saat Anda memasuki area utama Museum Purnabhakti Pertiwi (TMII), terdapat dua buah patung penari Bali dari uang kepeng yang mana ada di kanan lintasan. Kemudian juga terdapat patung Ibu Tien Soeharto pada arah depan. Museum ini diresmikan tepat pada peringatan ulang tahun Ibu Tien Soeharto yang ke 70, tepatnya 3 tahun sebelum kematiannya. Lalu, terdapat sebuah patung petani bersama dengan kerbaunya yang disepuh menggunakan bahan emas. Ada juga sebuah patung kuda yang berasal dari Tiongkok. kemudian patung kuda tembaga yang berasal dari Juanda dan juga sebuah miniatur Kapal Sembilan Naga Kekaisaran Tiongkok yang dibuat dari batu jenis jade Nephrite yang berasal dari provinsi Xinjiang, Tiongkok.
  3. Selanjutnya terdapat objek ukiran halus yang menggambarkan seorang penghuni hutan dengan bahan kayu yang berukuran besar. Terlihat berdiri dengan tegak pada ruang utama museum tersebut. Di zaman orde baru memang tidak sulit untuk bisa mendapatkan kayu dengan kualitas tinggi dan ukuran yang besar, hal tersebut karena di zaman tersebut juga berlangsung dengan eksploitasi hutan secara besar – besaran. Dengan demikian pedagang kayu jati pada umumnya dapat meraih keuntungan yang sangat besar. Terlebih lagi pada saat membangun sebuah rumah pejabat yang royal pada uangnya.
  4. Kemudian terdapat objek sebuah mangkuk beserta penutupnya yang terbuat dari perak. Ada juga patung gajah yang terbuat dari kayu yang dilapisi perak serta miniatur gading asli. Terdapat banyak sekali barang berharga yang terbuat dari perak serta gading di Museum Purnabhakti Pertiwi (TMII) ini. Selain itu juga terdapat koleksi patung penari Melayu yang dibuat dari perak. Patung ini pemberian dari penasehat ekonomi yang berasal dari Malaysia dan juga kereta kerajaan yang dibuat dari perak pula. Kereta tersebut diberi nama Kanjeng Kyai Garuda Yaksa.
  5. Selanjutnya terdapat objek yang tak kalah menarik yaitu patung karya dari Agung Bunakur Partawijaya yang berasal dari Jawa Tengah. Patung ini dibuat pada tahun 1992. Memiliki tinggi kurang lebih 2,15 meter. Patung ini menggambarkan sepenggal kisah dari Mahabharata mengenai kelahiran Parikesit yang merupakan anak dari Abimanyu. Sedangkan Abimanyu merupakan anak Arjuna. Selain itu juga terdapat sebuah pohon Johar dengan tinggi 3,45 meter karya I Ketut Moderen Bali, yang mana merupakan sebuah pemberian dari keluarga Sudwikatmono.
  6. Selain itu di Museum Purnabhakti Pertiwi (TMII) ini juga memiliki koleksi kepeng yang merupakan sebuah mata uang kuno dan masih digunakan untuk ritual keagamaan yang ada di Bali. Kemudian terdapat pula sebuah ukiran yang merupakan kisah dari Nawa Sangat ataupun Sembilan Dewa Pelindung di dalam agama Hindu yang menjaga 9 arah dari mata angin. Selain itu juga terdapat sebuah ukiran di akar kayu yang indah dan beberapa koleksi gading yang sengaja diukir dengan kisah Ramayana.
  7. Terdapat banyak koleksi yang berharga seperti miniatur kapal yang terbilang rumit namun sangat indah dimana terbuat dari perak dan tentu saja masih ada banyak lagi koleksi lain yang dapat Anda lihat dan nikmati di museum ini.
gading gajah di museum

Alamat Dan Nomor Telepone Resmi

Untuk Anda yang ingin mengunjungi Museum Purna Bhakti Pertiwi. Anda bisa mengunjungi museum ini di Jalan Raya Taman Mini Pintu 1, Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Dan jika ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, maka Anda bisa menghubungi nomor telephone 0218401604 ataupun melalui fax di 0218411464.

Jam Operasional Dan Harga Tiket Masuk

Untuk bisa masuk ke dalam area Museum Purna Bhakti Pertiwi, Anda akan dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp 2.000 untuk orang dewasa dan Rp 1.000,- untuk anak-anak. Harga tiket masuk terbilang sangat murah karena hanya dengan harga tiket tersebut nantinya Anda sudah dapat bermain sepuasnya. Dan juga akan mendapatkan pengalaman sejarah yang tak terlupakan.

Jam operasional Museum Purnabhakti Pertiwi (TMII) ini adalah hari Senin sampai dengan Sabtu pada pukul 09.00 sampai dengan 16.00, sedangkan untuk hari Minggu memiliki jam operasional 09.00 sampai dengan 18.00.

Copyright Museum Jakarta 2019
Shale theme by Siteturner