Sejarah Museum Minyak dan Gas Bumi “Graha Widya Patra” TMII

museum minyak bumi dan gas

– Museum Minyak dan Gas Bumi “Graha Widya Patra” TMII –

Mengunjungi tempat-tempat menarik seperti museum ternyata memberi banyak manfaat baik dari sisi pengetahuan ataupun dari segi nilai sejarahnya.

Ketika kita mencari satu museum yang unik, maka ada satu di Jakarta atau tepatnya di area TMII. Museum ini mampu memberi ferensi unik tersendiri yakni museum Minyak dan Gas Bumi”Graha Widya Patra” TMII.

museum minyak dan gas bumi

Mungkin Anda belum mengetahui seluk beluk tentang museum yang satu ini. Apa saja keunggulan dan koleksi menarik di museum ini. Maka dari itu mari kita ulas bersama dalam artikel ini.

Sejarah Museum Minyak dan Gas Bumi

Sejarah awal pembangunan museum Graha Widya Patra ini muncul pada konvensi IPA tepatnya pada bulan Oktober 1985. Pada konvensi IPA yang ke 14 tersebut, awalnya dicetuskan sebuah Monumen Peringatan 100 TahunUsaha Perminyakan Indonesia.

Pembangunan monumen memakan waktu kurang lebih dua tahun kemudian Presiden Soeharto meresmikan hasil akhir pembangunan tepat pada 20 April 1989.

Jika kita lihat, lokasi dari Museum Graha Widya Patra ini berdekatan dengan lokasi wisata Taman Burung dengan bentuk unik serta berbagai macam bangunan yang menarik.

Terdapat pula gedung Museum Listrik dan Energi Baru kemudian di sisi lain ada Monumen KTT Non Blok hingga bagian timur terdapat kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Pembangunan museum Minyak dan Gas Bumi Graha Widya Patra TMII tersebut memang bertujuan untuk memperingati kinerja pembangunan hingga pengembangan teknologi sumber daya minyak dan gas bumi di Indonesia.

Oleh karena itu lokasi pembangunannya berdekatan dengan TMII yang dimaksudkan sebagai pusat pengetahuan bagi masyarakat.

Dari gedung museum Graha Widya Patra terlihat sebuah danau buatan di bagain depan. Kemudian masih ada anjungan lepas pantai yang di sisi kanan dan kiri terdapat dua tangki timbun hingga jembatan penyeberangan.

Meskipun masih bertajuk pengetahuan, akan tetapi di dalam Museum Minyak dan Gas Bumi Graha Widya Patra (TMII) juga memiliki Ruang Sejarah sebagai satu sajian informasi kepada pengunjung mengenai teknologi pemanfaatan minyak bumi.

Banyak kalangan menyatakan bahwa Museum Graha Widya Patra selalu menghadirkan keunikan tersendiri dibandingkan museum lainnya. Jadi tidak heran jika berbagai kalangan selalu mengunjungi tempat bersejarah ini sebagai tempat menarik dalam mengakses informasi mengenai teknologi perminyakan di Indonesia.

Koleksi Museum Minyak dan Gas Bumi

Area Luar Gedung

Pengunjung bisa melihat berbagai benda peraga yang sengaja di pamerkan di area luar gedung. Bahkan Anda masih bisa melihat pompa bensin engkol yang dibuat pada tahun 1930 ditambah lagi truk logging berusia tua, bahkan sampai pompa jenis angguk Cobadish yang menjadi sumbangan dari PPT MIGAS Cepu.

Tidak cukup sampai disitu saja, Museum Graha Widya Patra juga memperlihatkan kilang Sungai Gerong, Crode Battery, hingga kepala sumur Cinta-1 yang saat ini dikenal sebagai sumur produksi lepas pantai paling awal di Indonesia.

Lantai Dasar

Berpindah ke lantai dasar Museum Graha Widya Patra terlihat mini theater dimana pengunjung dapat menyaksikan berbagai tayangan film animasi seperti Asal Usul Minyak Bumi, Aku Juga Berasal Dari Minyak, hingga film dokumenter bertajuk produksi minyak lepas pantai di Indonesia.

Masih berada di lantai dasar, dimana gedung utama menyimpan Ruang Peran yang memperlihatkan informasi mengenai pentingnya Migas yang saat ini sebagai sumber energi hingga penghasil minyak ataupun produk non BBM.

Bahkan dari peraga lain juga memperlihatkan pohon minyak dengan berbagai cabang memperlihatkan produk-produk yang dihasilkan dari proses pengolahan minyak dan gas.

Ruang Sejarah

Tidak hanya menampilkan produk pengolahan migas saja, akan tetapi museum Graha Widya Patra ini juga menghadirkan ruang sejarah tepatnya di lantai bawah gedung utama museum.

Dari ruang sejarah pengunjung bisa melihat berbagai sejarah perkembangan teknologi pengolahan minyak dan gas bumi. Sejarah perkembangan ini dimulai pada zaman prakomersial hingga berbagai usaha perintis di sektor perminyakan.

Selain itu, pengunjung juga bisa melihat bagaimana perkembangan industri perminyakan pada masa Hindia Belanda sampai penjajahan Jepang.

Tidak cukup sampai disitu saja karena pengunjung masih bisa melihat secara detail sejarah lain sampai prediksi fungsi migas di masa depan.

Tengah Gedung Utama

Pengunjung juga dapat menikmati diorama mengenai Peradaban Manusia yang berlokasi di tengah gedung utama ataupun di sepanjang ram terutama Anjungan Kegiatan Hulu.

Dari situlah pengunjung bisa melihat perkembangan tentang peradaban manusia setelah mampu mengolah minyak bumi bahkan diterangkan juga seperti apa malapetaka yang bisa dihadapi jika memakai migas ataupun mengabaikan kelestarian lingkungan.

Sisi Kanan Gedung Utama

Bila ingin melihat lebih dalam lagi, Anda bisa langsung ke sisi kanan Gedung Utama yang mana memberikan tampilan Anjungan Kegiatan Hulu berbentuk tangki timbun minyak.

Selain itu, pengujung juga dapat mengamati seperti apa proses terjadinya fosil sebagai bahan dasar minyak bumi, kemudian bagaimana proses pencarian cadangan miniyak tersebut sampai bagaimana proses pengeboran sumur hingga produksi terakhir.

Jadi, ada banyak koleksi ataupun diorama yang disajikan di dalam Museum minyak dan gas bumi Graha Widya Patra (TMII) ini. Itulah kenapa kemudian museum ini menjadi tempat menarik untuk dikunjungi.

diorama proses pengeboran

Aktivitas Pengunjung di Museum Minyak dan Gas Bumi

Tidak hanya dengan melihat dan menyimak berbagai diorama dan film saja, akan tetapi pengunjung juga bisa menikmati berbagai sajian menu makanan di kantin sekitar museum.

Kemudian terdapat wahana sepeda air sebagai satu tempat rekreasi keluarga. Menariknya lagi terdapat pula perpustakaan yang menjadi salah satu lokasi menarik untuk menggali pengetahuan seputar sumber daya alam minyak bumi beserta gas.

Lokasi dan Harga Tiket

Untuk mengakses Museum Graha Widya Patra TMII. Anda bisa menuju area wisata di Taman Mini Indonesia Indah, Jalan Raya Taman Mini, Jakarta Timur.

Kemudian untuk nomor teleponnya adalah 021-8401686. Sedangkan harga tiketnya terbilang cukup murah yakni sebesar Rp 2000 saja untuk diorama dalam, sedangkan di bagian luarnya hanya Rp 500 saja.

Jadi pengunjung bisa menuju ke museum mengandalkan berbagai alat transportasi mulai dari Transjakarta, bus, ataupun kendaraan pribadi.

Hari Operasional

Selain menyajikan harga tiket terjangkau, Museum Graha Widya Patra juga menghadirkan hari operasional yang menguntungkan bagi masyarakat. Yakni buka pada hari Selasa sampai Minggu tepatnya pukul 08.30-16.00.

Jadi setiap pengunjung bisa menikmati semua peragaan baik di luar maupun di dalam museum dengan mudah pada hari-hari kerja. Untuk hari Senin museum tidak dibuka.

Melihat berbagai macam sejarah pengolahan minyak bumi beserta gas membuat kita semakin mengerti bagaimana cara menghemat hingga memakai secara tepat semua sumber daya alam di bumi.

Maka dari itu, ketika Anda belum mendapat tempat menarik untuk liburan keluarga cobalah gunakan waktu dengan berkunjung ke Museum Graha Widya Patra ini.

Museum ini merupakan wahana rekreasi dan edukasi sampai sekarang. Museum ini juga banyak diminati oleh berbagai kalangan pelajar dan masyarakat umum.

Biasanya musem akan terlihat ramai pada akhir pekan ataupun saat liburan sekolah, jadi Anda harus memperhitungkan waktu lebih tepat.

Copyright Museum Jakarta 2019
Shale theme by Siteturner