Musem Telekomunikasi (TMII)

May 24, 2019 0 By admin

Perlu Anda ketahui, Museum Telekomunikasi merupakan salah satu bentuk museum sains. Museum ini juga menjadi sumber informasi paling penting tentang perkembangan dunia pertelekomunikasian di Negara Indonesia.

Sejarah Museum Telekomunikasi

museum telekomunikasi

Museum Telekomunikasi telah diresmikan oleh Presiden RI Soeharto pada tanggal 20 April 1991. Tujuan Didirikannya museum ini yaitu untuk menggambarkan perkembangan dunia teknologi pertelekomunikasian di Indonesia.

Selain itu untuk menunjang perjuangan bangsa dan keberhasilan dalam membangun bidang pertelekomunikasian dalam ranga mewujudkan pembangunan nasional dan wawasan nusantara.

Pada wujud bangunan, museum ini berbentuk kubah yang berwarna biru dan di depannya ada Monumen (patung) Patih Gajah Mada yang sedang berdiri dengan tegak sambil mengacungkan sebuah keris.

Patung tersebut menjadi simbolis peristawa Sumpah Palapa dan mengingatkan kita pada satelit komunikasi yang pertama ada di Indonesia.

Pemberian nama Palapa ini sesuai dengan jiwa Sumpah Palapa yang telah berhasil menyatukan Nusantara Indonesia. Museum ini terletak pada bagian depan kawasan Taman Mini Indonesa Indah (TMII).

Di sebelah bagian selatan berdampingan dengan bagunan Museum Olahraga dan membelakangi Museum Istiqlal serta Bayt Al-Qur’an.

Peletakan batu yang pertama kalinya dilakukan pada tanggal 27 September Tahun 1989 oleh Presiden Soeharto. Bangunan Museum Telekomunikasi berada tepat diatas lahan dengan luas 2,36 hektar.

Meliputi bangunan induk yang digunakan untuk ruang pameran dan ruang pengelolaan seluas 4.872 m² dan ruang untuk penerima tamu dengan luas 151 m² pada bagian depan.

Koleksi Museum Telekomunikasi

Museum ini memiliki sejumlah koleksi terkait benda-benda bersejarah pada bidang telekomunikasi. Kita bisa mengenal beragam informasi tentang perkembangan pertelekomunikasian di Negara Indonesia.

Objek yang bisa dilihat (diperagakan) dimulai dari sebelum masa perang, masa awal kemerdekaan Indonesia, masa order baru dan masa depan alat komunikasi.

Benda bersejarah tersebut telah tersimpan di dalam Museum ini sejak pertama kali dibuka. Adapun jenis-jenis alat komunikasi non-elektronik, diantaranya seperti:

7 Alat Komunikasi Tradisional (Pra Elektrik)

kentongan
  1. Bedug; digunakan sebagai tanda penyampaian pesan ketika waktu menunaikan sholat atau waktu melaksanakan sholat Idul Fitri.
  2. Kentongan; digunakan sebagai tanda penyampaian berita dengan cara dipukul dengan nada tertentu untuk memberitahukan kepada semua masyarakat sekitar bahwa ada kebakaran, pencurian dan sebagainya.
  3. Lonceng; digunakan sebagai tanda waktu Misa dihari Minggu yang dikhususkan bagi umat Kristen.
  4. Sangkakala; alat tersebut dibuat dari rumat siput atau keong yang besar. Alat ini digunakan sebagai alat pemimpin untuk mengumpulkan semua rakyatnya guna mendukung keperluan tertentu.
  5. Bendera semaphore; digunakan sebagai komunikasi diantara 2 kapal yang ada di lautan.
  6. Tifa; digunakan untuk acara upacara adat tertentu.
  7. Gong; digunakan untuk menjalin kesepakatan komunikasi setempat dalam situasi berperang, berkumpul atau menandakan dimulainya suatu acara tertentu.

5 Alat Komunikasi Elektronik

Ada juga alat-alat komunikasi elektronik diantaranya seperti:

  1. Telegram yang menggunakan sandi morse.
  2. Pemancar radio YBJ-6
  3. Beraneka ragam jenis pesawat telphone dari berbagai macam zaman.
  4. Sentral telephone manual dengan menggunakan local baterai dan
  5. Beraneka ragam jenis kabel untuk instalasi jaringan telekomunikasi.

Museum ini juga menyimpan beragam jenis diorama yang telah menggambarkan fase-fase perkembangan pertelekomunikasian di Negara Indonesia.

Selain itu, ada juga area yang dikhususkan sebagai ajang pamer bermacam-macam jenis pelayanan jasa telekomunikasi dari Telkom.

Pelayanan tersebut diantaranya seperti koleksi berbagai macam jenis kartu telephone magnetik, beragam jenis pesawat telephone umum dan terdapat juga miniatur satelit Palapa untuk melayani komunikasi di seluruh pelosok tanah air Indonesia.

Untuk alat komunikasi zaman sekarang dibagi dua jenis yakni analog dan juga digital.

Untuk alat komunikasi jenis analog diantaranya seperti sentral telephone otomatis analog, Hambur Tropos pesawat teleprinter, market SKGM dan market jaringan komunikasi nasional.

Sementara untuk alat komunikasi jenis digital diantara meliputi STKB konvensional, planet konfigurasi, STKC cellular, panel konfigurasi, PASOPATI (Paduan Solusi Pelayanan Teknologi Informasi) dan panel Inmarsat/Intelsat.

Perkembangan dunia teknologi komunikasi yang begitu pesat ini dipastikan akan semakin memperpendek jarak.

Dengan kehadiran internet dan videophone jelas mempertegas fungsi dari alat komunuikasi yang tak hanya digunakan sebagai alat telekomunikasi tetapi juga berfungsi sebagai alat multimedia.

Di Museum ini juga telah menampilkan diorama pemanfaatan multimedia yang meliputi SSI (System Satelit Iridium), EMM (Elektronik Mega Mall) dan SFEN (Solution For Enterprise Network).

Selain itu, banyak sekali muatan wawasan yang positif untuk edukasi. Keberadaan Museum ini sebagai tujuan berwisata pendidikan dengan mengenal sejarah Iptek Indonesia.

Dengan demikian, masyarakat umum bisa memanfaatkan keberadaan Museum Telekomunikasi (TMII) sebagai sarana edukasi atau pembelajaran.

Karena museum ini sudah dilengkapi dengan fasilitas sarana theater, film animasi Ponix, film dokumenter dunia perkembagan teknologi pertelekomunikasian, ruang info, ruang elshop, ruang rapat dan demo jasa telekomunikasi, warung internet serta warung telekomunikasi.

Namun untuk bisa menonton film dokumenter tersebut, harus terkumpul setidaknya 10 orang wisatawan terlebih dahulu.

Selain itu, ketika Anda berkunjung ke Museum Telekomunikasi, Anda juga akan mendapatkan keuntungan lainnya seperti :

5 Manfaat Berkunjung ke Museum Telekomunikasi

  1. Bisa mendokumentasikan beraneka ragam kegiatan pertelekomunikasian nasional yang mengandung nilai sejarah telekomunikasi Indonesia.
  2. Menciptakan rekreasi yang begitu sehat dan bermanfaat bagi mereka para pecinta dunia elektronika telekomunikasi untuk mengembangkan minat dalam bidang teknologi telekomunikasi.
  3. Melakukan transformasi informasi mengenai perkembangan dunia telekomunikasi Indonesia.
  4. Melibatkan para pengunjung untuk menghayati tata cara pengelolaan pelayanan dalam bidang telekomunikasi agar bisa membantu melakukan pemeliharaan sarana telekomunikasi Indonesia.
  5. Sebagai media promosi untuk pelayanan produk/jasa telekomunikasi.

Akses ke Museum

Untuk akses menuju ke Museum Telekomunikasi Taman Mini Indonesia Indah, Anda bisa menggunakan Bus Transjakarta Koridor 10 jurusan Tanjung Priok dan Cilitan turun tepat pada di daerah Pusat Grosir Cilitan.

Kemudian lanjut dengan naik menggunakan angutan kota nomor T02 turun tepat di depan pintu masuknya TMII.

Selanjutnya, Bus Transjakarta Koriodor 9 jurusan Pinang dan Ranti Pluit, turun dekat Taman Mini Square.

Mudah sekali untuk menuju alamat Museum Telekomunikasi. Berlibur / berwisata ke museum ini, Anda akan memperoleh manfaat tentang pengetahuan dalam perkembangan bidang pertelekomunikasian Indonesia secara lengkap dan detail.

Karena selain diciptakan untuk mengenang sejarah perkembangan dunia telekomunikasi, ternyata Museum Telekomunikasi ini juga difungsikan sebagai media menunjang edukasi atau pembelajaran untuk para wisatawan.

Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk

Alamat lengkap Museum Telekomunikasi (TMII) tepatnya berada di Area Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ceger, Kota Jakarta Timur (13820). Nomor telephone resmi Museum Telekomunikasi: (021) 8412247.

Sementara untuk jam operasional Museum Telekomunikasi pada hari Senin – Minggu pukul 07.00 – 22.00 WIB.

Untuk harga tiket masuk Museum Telekomunikasi perorangan (3 tahun keatas) sekitar Rp 10.000,- Untuk mobil Rp 10.000,- Bus/Truk Rp 30.000,- Motor Rp 6.000,- dan Sepeda Rp 1.000,-.

Sharing is caring!