Pilihan Liburan Tepat Di Museum Perangko Indonesia (TMII)

Berkunjung ke museum prangko Indonesia memang memberikan kesan tersendiri. Pada saat liburan sekolah tiba, berlibur ke museum merupakan salah satu pilihan yang sangat menyenangkan bagi anak anak.

museum prangko Indonesia

Mengajak anak-anak berlibur ke sebuah museum akan memberikan manfaat lebih bagi anak-anak. Selain sebagai alternatif liburan yang hemat dan bermanfaat, berlibur ke museum juga diyakini akan menambah wawasan sejarah, ilmu pengetahuan dan pengalaman yang menyenangkan.

Di Jakarta terdapat beberapa museum yang menarik untuk dikunjungi. Kawasan TMII (Taman Mini Indonesia Indah) merupakan salah satu kawasan yang terintegrasi dengan beberapa museum. Ada museum transportasi, museum pusaka, museum serangga, museum telekomunikasi dan masih banyak museum lainnya.

Kali ini kita akan salah satu museum yang berada di kawasan TMII yaitu museum prangko Indonesia. Museum Perangko ini bisa Anda jadikan rujukan yang tepat ketika liburan sekolah tiba.

Yuk mari kita lanjutkan …

Sejarah Museum Perangko Indonesia

Pada saat perangko belum ada, setiap biaya pengiriman surat akan dibebankan oleh si penerima surat tersebut. Akan tetapi cara tersebut dihentikan seketika, pada saat orang yang dikirimi surat mulai menolak untuk membayar. Sejak masa itulah kemudian muncul perangko pertama kali dengan nama ‘The Penny Black”.

Perangko tersebut bergambar wajah Ratu Victoria. Dibuat oleh seorang pekerja di Dinas Perpajakan Inggris, yaitu Sir Rowland Hill. Dan diterbitkan untuk pertama kali di Inggris pada tahun 1840. Foto dari perangko tersebut juga dapat Anda jumpai di Museum Perangko Indonesia (TMII).

Museum Perangko Indonesia (TMII) merupakan sebuah wahana atau tempat wisata yang menyajikan pameran perangko secara tetap. Museum ini lahir dari sebuah ide brilian dari Ibu Tien Soeharo.

Gagasan / ide tersebut dicetuskan pertama kali pada saat Ibu Tien sedang mengunjungi sebuah pameran perangko. Pameran perangko tersebut diadakan oleh PT. Pos Indonesia ( Persero ) di sebuah acara Jambore Pramuka Asia Pasifik ke VI yang diselenggarakan di Cibubur bulan Juni 1981.

Setelah itu dibangunlah sebuah museum perangko dengan bentuk bangunan bergaya Bali. Bangunan tersebut dibangun di atas lahan seluas 9.590 meter persegi dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 29 September 1983.

Pada sayap kanan dan sayap kiri terdiri dari dua buah bangunan, untuk sayap kanan difungsikan sebagai kantor pengelolaan dan juga tempat pertemuan. Kemudian untuk sayap kiri difungsikan sebagai kantor pos tambahan yang memiliki fungsi tambahan untuk memberikan layanan jasa dari PT. Pos Indoneisa (Persero).

Museum tersebut memamerkan banyak koleksi perangko yang berasal dari Indonesia maupun manca negara. Kompleks bangunannya dihiasi dengan ukiran dan dilengkapi dengan patung yang bergaya Bali dan juga Jawa. Dikelilingi dengan pagar tembok, yang dilengkapi dengan dua pintu gerbang dengan model dasar candi Bentar.

5 Objek Menarik di Museum Perangko Indonesia

museum perangko Indonesia

Liburan dengan mengunjungi Museum Perangko Indonesia (TMII) bisa memberikan sebuah pengalaman yang berharga. Anda dapat mengetahui sejarah perangko seara mendalam di museum ini.

1. Ruang Sejarah Perangko / Ruang Penyajian Pertama

Di ruangan ini pengunjung bisa melihat beberapa koleksi perangko. Ruang penyajian pertama merupakan sumber informasi tentang sejarah perangko Indonesia dan juga sejarah perangko internasional. Ruangan ini juga menyajikan beberapa hal yang terkait akan budaya menulis surat.

Beberapa materi, berupa foto yang menggambarkan sebuah bahan dan alat yang digunakan untuk menulis pada daun lontar dan patung seorang pria.

kemudian ada juga hal penting lainnya yang terjadi diantara tahun 1602 sampai dengan tahun 1864 seperti foto-foto penting, beberapa slide dari cara pelunasan biaya pengiriman dari surat di zaman VOC sampai dengan terbitnya perangko di Hindia Belanda di tahun 1864.

Lalu terdapat pula foto lukisan dari pembuatan jalan pos di tahun 1808 dimana dari Anyer sampai Panarukan dengan panjang 1.000 km dan juga beberapa koleksi sampul sebuah surat tempo dulu.

2. Ruang Penyajian II

Ruang penyajian II, merupakan sebuah ruang proses pencetakan perangko. Pada ruang tersebut akan menampilkan tentang proses percetakan perangko di Indonesia yang sudah dimulai sejak tahun 1945. Dirancang menggunakan gambar dan warna yang masih sangat sederhana. Bahkan berdasarkan riwayatnya, perangko Indonesia pernah dicetak dengan menggunakan kertas merang.

3. Ruang Penyajian III dan IV

Lalu di ruang penyajian III menyajikan perangko yang berdasarkan periode penerbitan. Penerbitan yang dimaksud adalah penerbitan yang sudah digunakan sejak tahun 1864 di Indonesia sampai dengan saat ini.

Sejak masa pemerintahan Hindia Belanda, hingga berlanjut pada masa kependudukan Jepang, lalu masa perang kemerdekaan dan juga masa setelah perang kemerdekaan.

Kemudian di ruang penyajian IV, juga masih menjadi ruang penyajian dari perangko yang berdasarkan periode penerbitannya. Pada ruangan ini ditampilkan keindahan koleksi perangko dari periode 1950 sampai dengan sekarang ini. Contohnya seperti perangko seri Konferensi Asia Afrika, kemudian seri Dekrit Presiden, lalu seri Satelit Palapa dan yang lainnya.

4. Ruang Penyajian V dan VI

Di ruang penyajian V terdapat koleksi perangko Tematik, dalam artian perangko yang ditampilkan memiliki tema yang menarik seperti masal sosial budaya, kemudian pariwisata, fauna, kemanusiaan, flora, lingkungan hidup dan yang lainnya.

Di ruang penyimpanan VI ini juga terdapat koleksi perangko tematik yang mana menggambarkan kegiatan pramuka di sebuah alam bebas, bahkan juga beberapa tema lain seperi olahraga, kepramukaan dan yang lainnya.

Untuk beberapa slide juga bergambar Ibu Tien Soeharto dengan pakaian pramuka pada saat menandatangani sampul hari pertama dari perangko jambore internasional yang keempat di Cibubur, bulan Juni 1981.

5. Ruang Penyajian VII

Ruang penyajian VII merupakan ruang penyajian terakhir yang menyajikan filateli. Pada ruangan ini bisa memberikan manfaat seperti menanamkan sebuah sikap positif yang berupa kecermatan, kemudian ketelitian, ketekunan, disiplin dan kreativitas.

Kemudian kegiatan tukar perangko yang dapat membangun sebuah sikap kejujuran, tanggung jawab dan pengertian.

Alamat Dan Nomor Telepon Resmi Museum Perangko Indonesia

Berkunjung ke sebuah museum seperti Museum Perangko Indonesia (TMII) akan mendapatkan pengalaman tersendiri. Dengan berkunjung, setiap tamu bisa mengetahui seperti apa sejarah dan mulai berlakunya perangko di Indonesia.

Untuk Anda yang ingin berkunjung ke museum perangko ini, Anda bisa menuju ke Taman Mini Indonesia Indah, Jalan Raya Taman Mini, Jakarta Timur. Atau untuk mendapatkan informasi lebih lengkap, Anda bisa menghubungi nomor telepon 02170732144 atau fax 0218401310.

Jam Operasional Dan Tiket Masuk

Untuk jam kunjungan atau jam operasional yaitu buka pada hari Selasa sampai dengan Sabtu pada pukul 09.00 sampai dengan 16.00. Kemudian di hari Minggu atau hari libur Nasional pada pukul 08.00 sampai dengan 17.00, dan unuk hari Senin museum prangko ini diliburkan.

Untuk tiket masuknya terdiri dari 3 jenis dimana Anda harus membayar Rp 9.000,- untuk masuk ke Taman Mini Indonesia Indah, kemudian Anda perlu membayar sebesar Rp 2.000,- untuk tiket masuk ke Museum Perangko Indonesia (TMII). Khusus tanggal 20 April, tiket masuk ke museum perangko biasanya digratiskan karena tanggal 20 April merupakan ulang tahun dari Taman Mini Indonesia Indah.

Bagi Anda yang masih bingung dalam menentukan tujuan liburan, Kekeh ingin menjalankan prinsip liburan yang hemat, manfaat namun tetap menyenangkan, silahkan mencoba untuk mengunjungi Museum Perangko Indonesia (TMII).

Sharing is caring!