Wisata Sejarah ke Museum Olahraga TMII

May 21, 2019 0 By admin

Museum olahraga TMII. – Jalan-jalan untuk liburan di ibukota memang banyak pilihan. Mungkin Anda juga sudah membuat daftar destinasi berlibur yang ingin dikunjungi. Liburan sambil mengajak satu keluarga pergi beramai-ramai memang sangat mengesankan. Terutama bagi Anda yang datang dari luar kota.

Perjalanan pun jadi lebih seru dan menyenangkan bersama keluarga. Jika berlibur sambil mengajak anak-anak, alangkah baiknya untuk menyempatkan berkunjung ke tempat wisata sejarah. Jika Anda berencana berlibur ke tempat bersejarah, kali ini akan kami ulas tetang museum olahraga TMII yang bisa menjadi tambahan rujukan untuk Anda. Yang jelas pergi berlibur ke museum akan memberikan nuansa traveling-nya terasa beda.

Nah, sebelum masuk, dari luar saja kita sudah bisa melihat bangunan yang bentuknya amat sangat unik. Yakni, gedung dengan atap yang didesain menyerupai bola dengan nuansa warna merah dan putih. Bangunan museum ini sendiri menghadap ke arah Theater Imax Keong Mas Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta.

museum olahraga nasional tmii

Museum tersebut adalah Museum Olahraga TMII. Bangunannya berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektar dan luas bangunan adalah 3.000 meter persegi dengan tiga lantai.

Sejarah Museum Olahraga TMII

Museum Olahraga didirikan, tepatnya pada tanggal 4 Oktober 1987. Yang melakukan peletakan batu pertama adalah Menko Kesra Alamsyah Ratu Prawira Negara.

Pembangunan museum olahraga ini bermula dari gagasan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, lalu kembali dicetuskan oleh Abdul Gofar pada tahun 1986, kemudian lokasinya ditetapkan di Taman Mini Indonesia Indah.

Untuk rancangan bangunan ini sendiri, pengerjaannya dipercayakan kepada Ir. Zaini Rachiman. Sementara, pola beserta isi dari museum tersebut disusun oleh tim dengan diketuai I Nyoman Nuarte.

Bangunan museum ini cetak birunya ditandatangani oleh ibu Tien Soeharto pada 1 Juli 1987. Kemudian, seperti disebutkan tadi, peletakan batu pertama pada 4 Oktober 1987 dilakukan oleh Alamsyah Ratu Perwira Negara.

Lalu diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 April 1989 yang mana bertepatan dengan HUT TMII ke-14.

Apa saja yang bisa kita lihat di Museum Olahraga TMII?

Lantai 1

1. Ruang Pamer Motto Olahraga

Jadi, di lantai 1 kita bisa melihat Ruang Pamer Motto Olahraga. Di sini terdapat motto-motto olahraga mulai dari yang nasional hingga internasional. Di antaranya sportivitas, lalu perjuangan serta persaudaraan, beserta foto-foto sebagai ilustrasi nilai-nilai itu.

2. Ruang Pamer Sejarah Olahraga Nasional

Kemudian, beranjak ke Ruang Pamer Sejarah Olahraga Nasional ada sejarah awal mula muncul kegiatan olahraga di Indonesia. Mulai dari PON I, Asian Games, PSSI hingga pembukaan stadion Sriwedari Solo dan Stadion Utama Gelora Bung Karno.

3. Ruang Pamer Sejarah Olahraga Antar Bangsa

Jika tadi ruang pamer nasional, maka berikutnya adalah Ruang Pamer Sejarah Olahraga Antar Bangsa. Di sini ditampilkan foto-foto Asean Games I pada tahun 1951 yang diselenggarakan di New Delhi dan Asean Games IV pada tahun 1962 yang digelar di Jakarta. Ada pula pertama kalinya Kontingen Indonesia ikut serta dalam Olimpiade di Helsinski, Finlandia tahun 1952.

4. Ruang Pamer Tokoh Olahraga

Selanjutnya ada Ruang Pamer Tokoh Olahraga di mana kita bisa menyaksikan orang-orang tokoh penting olahraga tanah air. Mereka yang memajukan dunia olahraga Indonesia, mulai dari kalangan birokrasi, ketua Organisasi Olahraga Indonesia, hingga atlet-atlet.

5. Ruang Pamer Olahraga Prestasi

Berikutnya adalah Ruang Pamer Olahraga Prestasi yang menyajikan barang-barang dari bermacam cabang olahraga anggota KONI, yakni alat-alat permainan olahraga lalu ada medali, piala dan ada pula foto-foto atlet ketika menang dalam kejuaraan suatu cabang olahraga, dan juga ada sejarah KONI ketika berdiri.

6. Ruang Games Interaktif Olahraga

Sementara di Ruang Games Interaktif Olahraga para pengunjung bisa mencoba memainkan berbagai permainan interaktif olahraga di antaranya menembak, bermain golf, mengukur kekuatan pukulan dan lain-lain.

7. Ruang Pamer Kontemporer

Lalu di Ruang Pamer Kontemporer diselenggarakan pameran periodik dengan tema tertentu, atau berdasarkan cabang olahraga serta masa periode keolahragaan, dan ada pula berbagai macam produk keolahragaan.

8. Ruang Pamer Berita Olahraga

Di Ruang Pamer Berita Olahraga pengunjung bisa melihat tampilan tentang pendakian Puncak Everest oleh Tim Kopassus pada tahun 1997. Ada juga berbagai macam benda yang digunakan ketika penaklukan Puncak Everest, lalu ada pula kronologi pendakian hingga piagam penghargaan untuk pendakian Everest tersebut.

Selain itu juga terdapat replika untuk Perahu Pinisi serta replika dari KRI Dewaruci dan juga KRI Arung Samudra. Ditampilkan juga daftar nama penerima penghargaan Negara tahun 2001 karena prestasi yang diraih para olahragawan dalam mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Lantai 2

1. Ruang Pamer Olimpiade, Sea Games, Asean Games dan Para Games

Nah, sekarang kita beranjak ke lantai dua. Ada Ruang Pamer Olimpiade, Sea Games, Asean Games dan Para Games yang menampilkan Indonesia ketika ikut serta di berbagai event olahraga baik regional maupun internasional dan juga peraihan hasil dari para atlit.

2. Ruang Pamer Olahraga Tradisional

Lalu, di Ruang Pamer Olahraga Tradisional terdapat berbagai macam permainan tradisional dan asal-usulnya seperti beraneka alat permainan serta cara bermainnya yang berasal dari 27 provinsi di Indonesia.

3. Ruang Pamer PON

Kemudian ada Ruang Pamer PON yang menampilkan segala sesuatu tentang PON I sampai PON XVII dan seperti apa para atlet berjuang untuk menorehkan prestasi di cabang-cabang olahraga yang diikuti.

Adapun dari koleksi di Ruang Pamer PON pengunjung bisa melihat falsafah PON, janji wasit dan atlet, lalu ada medali, obor hingga gambar dari 27 provinsi asal para peserta PON serta maskot PON ke-XVI di Jatim.

lantai 3

1. Ruang Pamer Hall of Fame

Yang terakhir adalah lantai 3 di sini terdapat Ruang Pamer Hall of Fame. Ditampilkan tokoh olahragawan yang meraih prestasi dalam kancah dunia serta menjadi tokoh pertama yang mencapai prestasi.

Di Ruang Pamer Hall of Fame juga ada diorama berbagai permainan tradisional yang berasal dari macam-macam provinsi di Indonesia, dengan bentuk lukisan serta patung yang berukuran utuh. Di antaranya karapan sapi dari Madura, lalu lompat batu dari Pulau Nias, hingga dayung berdiri dari Papua.

2. Auditorium

Selain Ruang Pamer juga ada fasilitas pendukung di Museum Olahraga Nasional yakni auditorium, kemudian ruang serba guna, lalu ada ruang fitnes, lapangan tenis serta kantin, yang mana masyarakat umum bisa menggunakannya.

Kemudian, setiap hari Minggu pagi digelar acara Minggu Ria yakni senam aerobik yang bisa diikuti oleh masyarakat umum. Senam ini sendiri dilaksanakan di halaman museum.

Akses ke Museum Olahraga TMII

Bagi pengunjung yang ingin pergi ke Museum Olahraga TMII, maka bisa naik bus Transjakarta Koridor 10 Tanjung Priok – Cilitan, lalu turun di Pusat Grosir Cilitan. Selanjutnya naik angkutan kota T02 dan turun langsung di depan pintu masuk TMII. Sementara, jika naik bus Transjakarta koridor 9 Pinang – ranti Pluit, nanti turunnya di dekat Tamini Square.

Alamat: Jalan Raya Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur

Nomor Telepon: 021 – 8401685

Jam operasional: Selasa – Minggu pukul 09.00 – 16.00

Harga tiket masuk: Rp 5.000

Begitulah sekilas informasi mengenai Museum Olahraga TMII. Wisata sejarah ini dapat sekaligus menjadi wisata edukasi. Museum Olahraga memang bertujuan memberi informasi mengenai atlet olahraga Indonesia dan berbagai prestasi yang telah diraih.

Juga menampilkan berbagai sejarah olahraga tanah air yang berasal dari berbagai provinsi. Tidak hanya itu saja, dengan adanya berbagai fasilitas di sana maka pengunjung juga dapat mengetahui tentang manfaat penting olahraga untuk kesehatan tubuh. Nah, selamat jalan-jalan sambil olahraga, ya!

Sharing is caring!