museum asmat

Mengenal Lebih Dekat Museum Asmat (TMII)

Museum asmat. Selama ini kita sering mendengar berbagai macam suku di Indonesia. Suku-suku tersebut memberikan warna, keunikan budaya hingga peradaban yang menarik.

museum asmat

Suku Asmat menjadi salah satu suku asli Papua yang sampai sekarang masih terkenal dengan seni ukir terbaiknya. Oleh karena itu untuk menjaga reputasinya dibangunlah sebuah museum dengan nama Museum Asmat, lalu seperti apa sejarah dan koleksi benda di museum tersebut?

Sejarah Museum Asmat

Suku Asmat memang jadi salah satu suku paling terkenal di Indonesia karena berbagai macam hasil budayanya. Pendirian Museum ini lahir atas dasar gagasan Ibu Tien Soeharto. Tujuan awalnya untuk melestarikan hasil karya anak bangsa agar lebih dikenal oleh masyarakat luas dan mancanegara.

Ketertarikan Ibu Tien Soeharto terhadap Suku Asmat ini berfokus pada hasil ukiran masyarakatnya yang mampu menarik perhatian dunia internasional.

Ukuran Museum Asmat ini mencapai 6500 meter persegi kemudian terletak di sebelah tenggara Taman Bunga Keong Emas. Keunikan Museum ini sudah bisa dirasakan auranya dari luar. Bentuk bangunannya menggunakan model bangunan Papua yang berbentuk kerucut atau sering disebut dengan Kariwan.

Kariwan tersebut menjadi salah satu bangunan pemujaan bagi orang Tobati Enggros yang bertempat tinggal di Teluk Jeotefa. Desain bangunan Museum Asmat ini masih menggunakan daun rumbia sebagai lapisan atapnya kemudian memakai model berkolong.

Terdapat pula ragam hiasan khas dari Suku Asmat yang diberi warna merah, hitam dan putih. Ir. Franky Devule merupakan perancang desain bangunan unik ini.

Proses pembangunan Museum Asmat ini memakan waktu kurang lebih 51 hari. Kemudian tepat pada tanggal 20 April 1986 Museum Asmat diresmikan oleh Presiden Soeharto. Terdapat tiga bangunan dengan fungsi berbeda-beda dan koleksi di dalamnya juga tidak sama.

Untuk bangunan pertama menggunakan tema manusia dan lingkungan, kemudian pada bangunan kedua memakai tema manusia dan kebudayaan, sementara untuk bangunan ketiga memakai tema manusia dan produk kreativitasnya.

Maka dari itu Museum Asmat ini menjadi salah satu tempat yang menyajikan berbagai macam budaya hingga koleksi seni dan bersejarah dari Suku Asmat.

Koleksi Benda di Museum Asmat

Pengunjung dapat melihat model bangunan kerucut yang menjadi ciri khas rumah Suku Asmat. Kemudian di dalamnya juga terdapat berbagai macam benda koleksi menarik untuk memberi pengetahuan seputar budaya Suku Asmat.

Benda-benda peragaan sudah dapat Anda lihat mulai dari produk seni seperti pakaian adat sebagai warisan nenek moyang. Dari peninggalan bersejarah tersebut memiliki nilai tersendiri yakni mampu untuk memperlihatkan pandangan hidup Suku Asmat. Kemudian mampu mengkaitkan sejarah nenek moyang mereka.

objek di museum asmat

Kemudian dengan peninggalan sejarah tersebut juga mampu menjaga ikatan batin bersama nenek moyang yang selalu diwujudkan dalam simbol-simbol pada benda sehari-hari. Maka dari itu penataan di dalam Museum Asmat ini masih digolongkan dengan tema-tema berbeda.

Untuk bisa mengetahui detail benda koleksi di dalam Museum ini dibutuhkan pemahaman di setiap bangunan. Seperti kita tahu ada tiga bangunan dengan tema-tema berbeda yang mana masih memberikan banyak unsur dan koleksi benda berbeda.

Bangunan Pertama

Pada bangunan pertama yang menggunakan tema Manusia dan Lingkungan menghadirkan koleksi pakaian adat hingga aksesoris dari Suku Asmat.

Tidak hanya itu saja, terdapat pula diorama mengenai mata pencaharian masyarakat Suku Asmat terutama pada menokok sagu. Selain itu, pengunjung bisa melihat bentuk dari wurawan perahu arwah yang konon digunakan sebagai kendaraan roh nenek moyang.

Kemudian masih ada mbis pole atau dikenal sebagai patung nenek moyang Suku Asmat hingga berbagai ornament unik yang semuanya menceritakan seputar kehidupan Suku Asmat.

Bangunan Kedua

Pada bangunan kedua juga memiliki tema lain yakni Manusia dan Kebudayaan yang menyajkan koleksi benda lebih unik. Dari bangunan kedua terlihat peralatan dalam membuat sagu, koleksi senjata, peralatan berburu, benda-benda yang berkaitan dengan upacara ataupun budaya, kemudian terdapat Tifa atau dikenal sebagai alat musik kendang, kapak, hingga Fu atau alat musik yang terbuat dari bambu.

Bangunan ketiga

Pada bangunan ketiga memiliki tema Manusia dan Hasil Kreativitasnya. Bangunan ketiga Museum ini memperlihatkan hasil seni kontemporer yang memberikan hasil pengembangan mengenai pola-pola rancangan seni tradisional.

koleksi museum asmat

Bahkan pengjunjung juga bisa menyaksikan berbagai hasil seni karya masyarakat Suku Asmat yang sudah berkembang hingga keluar dari pola-pola kehidupan tradisional.

Itulah berbagai macam koleksi menarik pada Museum Asmat yang bisa Anda lihat secara detail. Pada setiap bangunan sudah terdapat koleksi benda menarik. Baik itu koleksi persenjataan hingga pakaian adat yang semuanya memiliki makna tersendiri.

Aktivitas Pengunjung di Museum

Sudah jelas, setiap pengunjung dapat melihat dengan puas semua koleksi budaya Suku Asmat. Pengunjung bisa membaca setiap deskripsi pada benda-benda hasil budaya Suku Asmat. Dengan begitu pengunjung / Anda akan bisa memahami bagaimaan cara hidup Suku Asmat.

Jadi itulah alasan terkuat mengapa museum ini masih banyak dikunjungi oleh masyarakat dan pelajar sebagai pusat studi yang mempelajari kebudayaan Suku Asmat.

Lokasi Museum Asmat

Akses lokasi ke Museum Asmat tidak terlalu sulit untuk dijangkau karena pengujung bisa langsung mendatangi daerah Ceger, Cipayung, Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Sedangkan dari akses transportasinya juga tidak sulit karena bisa dijangkau memakai bus, taksi, ataupun kendaraan pribadi. Akses jalan juga sudah memberi kenyamanan sehingga bisa diakses oleh siapa saja. Sedangkan dari ketersediaan nomor telepon juga tersedia yakni 021-8409307 atau bisa juga di nomor 87792987.

Hari Operarsional Museum

Pengujung bisa mendatangi Museum ini setiap hari Senin sampai Minggu dengan waktu buka pada pukul 08.30 sampai 16.00WIB. Biasanya pada hari-hari kerja seperti Senin sampai Kamis Museum Asmat ini masih dipenuhi oleh para pelajar luar kota yang melakukan study tour. Alternatifnya, Anda bisa mengunjungi Museum ini pada akhir pekan bersama keluarga.

Harga Tiket

Harga tiket masuk ke Museum Asmat juga terbilang murah yakni sebesar Rp 5000 sudah termasuk berwisata ke Taman Bunga Keong Mas yang lokasinya berdekatan dengan Museum Asmat.

Jika dibandingkan dengan museum lainnya di sekitar Museum Asmat, bentuk bangunannya terbilang paling unik. Jadi Anda tak akan kesulitan untuk menemukan Museum ini.

Menikmati akhir pekan dengan berkunjung ke Museum Asmat menjadi satu cara paling mudah untuk liburan bersama keluarga. Cobalah mengunjungi Museum Amat untuk mengenal kebudayaan salah satu suku paling terkenal di Papua.

Jika tidak ada larangan dari pihak museum, viralkan berbagai foto koleksi ketika Anda berada di Museum. Hal ini bertujuan untuk memancing pengunjung lainnya agar lebih tertarik untuk mengunjungi museum. Dengan begitu, museum ini akan semakin banyak dikunjungi orang.

Sharing is caring!

Copyright Museum Jakarta 2019
Shale theme by Siteturner