Mengenal Museum Adam Malik (Kini Ditutup)

Mengenal Seluk Beluk Museum Adam Malik – museumjakarta.com. Tempat-tempat bersejarah di Indonesia hingga kini mempunyai bentuk tertentu baik dari museum ataupun tempat bersejarah lainnya.

Hingga kini, masyarakat belum terlalu mengenal banyak museum. Salah satunya museum Adam Malik. Museum ini menyimpan berbagai kisah sejarah.

Dari namanya sudah jelas, bahwa museum ini sangat erat kaitannya dengan “sosok” tokoh nasional yakni Adam Malik, maka dari itu sebelum berkunjung, Anda harus melihat seperti apa kisah sejarahnya.

Yukk kita lanjutkan …

Sejarah Museum Adam Malik

museum adam malik

Mujseum ini menjadi satu saksi kisah kehidupan seorang Adam Malik. Pada zaman dulu semasa hidup, Adam Malik menjadi salah satu diplomat paling terkenal di Indonesia. Meskipun hanya lulusan SD saja, Adam Malik berhasil menjadi Ketua Sidang Majelis Umum PBB ke 26 di New York. Prestasi ini terus melekat di telinga masyaratakat Indonesia hingga kini. Selain itu Adam malik juga menjadi pendiri LKBN Antara sehingga menjadi pelengkap catatan sejarah tersendiri.

Adam Malik memang dikenal memiliki kepiawaian dalam hal diplomasi hingga media masa. Bahkan Adam Malik pernah menjabat posisi penting di dalam negeri mulai dari duta besar, menteri, hingga Ketua DPR dan bahkan pernah menjadi wakil Presiden. Maka tak heran bila Adam Malik masih memiliki peran penting dalam masa-masa kemerdekaan dua rezim pada saat itu yakni Soekarno dan Soeharto.

Mungkin Anda belum pernah mendengar julukan Adam Malik ? Ya Beliau memiliki julukan unik yakni “Si Kancil”. Hal ini dikarenakan postur tubuhnya yang terbilang kecil. Berbagai kisah menarik dari Adam Malik kini tertuang di dalam Museum Adam Malik. Pengunjung bisa melihat secara rinci seperti apa kisah dari sosok pahlawan bangsa ini.

Pernah tercatat bahwa Adam Malik masuk sebagai duta besar di pemerintahan Soekarno bahkan berhasil membawa diplomasi dengan berbagai negara besar seperti Uni Soviet dan Polandia. Ketika terjadi pergantian Orde Lama maka peran dan posisi Adam Malik ini sedikit menguntungkan karena terdapat informasi mengenai tiga tokoh utama pada saat itu yakni Soeharto, Sultan, dan Malik.

Menuju ke sejarah bangunan museum. Melihat bangunan museum ini, memberikan kesan bahwa museum ini ingin menghadirkan dua gaya arksitektur yang berbeda yakni bergaya Belanda dan Jawa. Dinding dan jendela masih didominasi oleh kaca. Kemudian museum ini pernah menjadi rumah kediaman Adam Malik sebelum beliau wafat. Maka dari itu pihak keluarga meminta bangunan tersebut dijadikan sebuah museum. kemudian pada 5 September 1985 diresmikan oleh Ibu Tien Soeharto tepat satu tahun setelah Adam Malik meninggal. Pengelolaan museum ini dilakukan oleh Yayasan Adam Malik.

gerbang museum adam malik

Museum Adam Malik ini pernah dinobatkan sebagai museum swasta paling besar di Jakarta. Bahkan ada berbagai macam koleksi menarik di dalamnya mulai dari lukisan Cina, ikon Rusia, lukisan non Cina, buku, koleksi keramik, ukiran kayu, foto, Kristal, produk tekstil, emas, hinga batu permata.

Sebagian besar koleksi di Museum ini adalah peninggalan pada masa-masa kerajaan Hindu Budha. Terdapat berbagai macam benda arkeologi seperti arca hingga benda lainnya. Namun, memasuki tahun 2000an, perkembangan museum ini tidak sesuai perkiraan sehingga mengalami penurunan pengunjung sehingga kucuran dana bantuan dari pihak pemerintah dihentikan. Museum ini diketahui telah resmi ditutup pada tahun 2006 bahkan bangunannya telah dijual kepada seorang pengusaha yakni Harry Tanoe.

Sebelum ditutup, Berbagai koleksi museum mulai dijual kepada ahli waris sedikit demi sedikit oleh pihak yayasan. Sayangnya pihak pemerintah masih belum mau menanggapi tentang penjualan koleksi pada museum Adam Malik ini. Padahal sejarah dibalik pembangunan museum ini terbilang cukup lama terjadi.

Dimulai sejak Adam Malik menjabat sebagai diplomat dan mantan Wakil Presiden hingga wafat. Rumah pribadinya ini dijadikan tempat menyimpan berbagai macam koleksi benda unik yang kaya akan sejarah. Terlebih Pemerintah juga memberi berbagai tanda kehormatan.

Aktivitas Pengunjung Sebelum Ditutup

Koleksi di Museum Adam Malik dikenal cukup lengkap mulai dari lukisan, arca, foto, buku bersejarah, keramik Cina, hingga berbagai benda prasejarah lainnya. Sebelum ditutup, setiap pengunjung bisa melihat diorama ataupun ruangan yang penuh dengan benda-benda bersejarah. Maka dari itu sampai sekarang banyak koleksi yang masih dicari karena harganya terbilang cukup tinggi.

Tidak hanya menyaksikan berbagai keunikan benda bersejarah di Museum ini. Pengunjung juga bisa menikmati berbagai kisah cerita dari sosok Adam Malik dari kehidupan sehari-hari sampai akhir hayatnya. Biasanya para pengunjung masih didominasi oleh para pelajar yang memang secara khusus datang untuk melihat seperti apa bentuk dan koleksi bersehjarah di Museum ini.

Sampai sekarang Museum Adam Malik ini tidak terawatt kondisinya sehingga Anda hanya bisa melihat kenangan dari museum ini. Berbagai aktivitas seperti berfoto ataupun menikmati suasana di sekitar museum dahulunya bisa dinikmati,sehingga dari tempat wisata sejarah dan pendidikan ini sebenarnya layak dirawat hingga diwariskan ke generasi selanjutnya.

Jam Operasional Museum Sebelum Ditutup

Ketika berkunjung ke Museum Adam Malik, pastinya perasaan senang dengan melihat berbagai koleksi benda seni bernilai tinggi membuat pengunjung ingin kembali lagi dalam waktu tertentu. Anda bisa melihat berbagai macam benda koleksi unik dari berbagai Negara di museum ini pada hari Selasa sampai Sabtu pukul 09.30 samai 15.00WIB, ataupun bisa juga pada akhir pekan yakni Minggu dan hari libur nasional dibuka pada pukul 09.30 sampai 16.00WIB.

Pada hari Senin sehingga Anda harus mengatur jadwal untuk berkunjung ke museum ini. Untuk menghindari pengunjung terlalu ramai ataupun bersamaan dengan anak-anak sekolah sebaiknya atur jadwal pada akhir pekan yang memberi waktu lebih leluasa. Mengenai harga tiket untuk masuk ke Museum ini juga tidak terlalu mahal karena untuk anak-anak dan dewasa tidak terpaut jauh harganya. Tiket masuk untuk dewasa sebesar Rp 1.000,- dan harga tiket untuk anak-anak sebesar Rp 500,-.

Namun, Museum ini ditutup pada tahun 2000an karena tingginya biaya operasional yang tinggi.

Mungkin anda bisa berkunjung ke museum taman prasasti yang jaraknya dan lokasinya tidak terlalu jauh dengan museum yang sudah tutup ini.

Lokasi dan Akses ke Museum Adam Malik

Akses transportasi menuju ke ini juga sangat mudah. Lokasinya tepat di Jalan Diponegoro 29. Pengunjung bisa memanfaatkan akses transportasi seperti bus, kendaraan pribadi, ataupun kendaraan dari ojek online dan lainnya. Kemungkinan besar pengunjung tidak mendapat kendala dalam hal transportasi menuju ke Museum Adam Malik ini karena lokasinya yang mudah dijangkau.

Menyimak berbagai macam koleksi unik pada Museum, tentunya menjadi satu momen langka yang sampai sekarang belum banyak dilakukan oleh pecinta sejarah. Kenangan akan peran seorang Adam Malik sangat terlihat di dalam museum ini.

Para pengamat sejarah menyebutkan bahwa kediaman Adam Malik ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki seorang diplomat terbaik. Kemudian dari segi bentuk bangunannya juga bisa menggambarkan bahwa Museum ini memiliki perpaduan budaya dari Eropa dan Indonesia. Masih bisa terlihat dalam desain bangunannya. Sebuah tempat yang membuat Anda tidak lupa akan sejarah masa lalu dimana seorang Adam Malik sangat berperan dalam membangun bangsa Indonesia kemudian menjadi tokoh internasional selain Soekarno yang sampai sekarang banyak diingat.

Sharing is caring!