Monumen Nasional Jakarta

aula kemerdekaan indonesia

Hampir seluruh masyarakat Indonesia sangat familiar dengan Monumen Nasional (MONAS). Bahkan seluruh warga Jakarta meyakini jika Monas bukan hanya sekedar kebanggaan kota Jakarta, akan tetapi Monas sudah menjadi ikon Indonesia. Monas kini menjadi satu lokasi tempat wisata dan juga pusat pendidikan bagi warga Jakarta dan sekitarnya.

Sudah barang tentu ada banyak hal menarik bisa Anda lihat di dalam monumen nasioanl. Sebelum berkunjung ke Monas, ada baiknya Anda menyimak beberapa ulasan baik itu sejarah hingga hal penting terkait dengan Situs bersejarah ini.

Sejarah Monumen Nasional Jakarta

monumen nasional jakarta (MONAS)

Ide pembuatan Monas sebenarnya sudah ada sejak tahun 1949 dimana Presiden Soekarno pada saat itu ingin memulai pembangunan monumen nasional. Menariknya, Ir.Soekarno juga ingin menyetarakan tinggi Monas tersebut dengan Menara Eiffel di Perancis. Kemudian lokasi pembangunan Monas berada di depan Istana Merdeka.

Bukan tanpa tujuan, pembangungan Monas sendiri memiliki makna penting yakni untuk mengenang kemudian melestarikan perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan hingga bisa bebas dari penjajah pada tahun 1946. Diharapkan Monumen Nasional bisa memberi makna hingga menginspirasi kepada generasi penerus bangsa.

Awal pembangunan Monas ini diawali dengan adanya sayembara perencanaan monumen yang digelar pada tahun 1955. Contoh replika dari Monas sendiri ada 51 karya akan tetapi hanya ada satu yang dipilih. Hasil karya desain Monas yang dibuat Frederich Silaban berhasil terpilih karena memenuhi kriteria dari sayembara tersebut dimana memperlihatkan lambat bangsa Indonesia dari segi karakter hingga mampu bertahan dalam jangka lama.

Namun, dalam perjalanannya Presiden Soekarno masih kurang menyetujui desain dari Frederich Silaban, sehingga dibentuklah lingga dan yoni oleh Sukarno. Hasil akhir desain Monas telah rampung diselesaikan Frederich, namun sayang dana yang dibutuhkan dalam proses pembuatan terbilang tinggi. Pada saat itu ekonomi Indonesia masih belum membaik sehingga Presiden Sukarno meminta bantuan dari seorang arsitek bernama R.M Soedarsono untuk merampungkan desain Monas.

Soedarsono telah memberi konsep baru pada Monumen Nasional dimana menyematkan angka 17,8 dan 45 yang mana memperlihatkan sebuah momen kemerdekaan Indonesia yakni 17 Agustus 1945. Kemudian proses pembangunan Monas berada di atas lahan seluas 80 hektar kemudian dimulailah pembangunannya pada 17 Agustus 1961.

Dari bentuk utuh Monas terdapat beberapa bagian penting mulai dari lidah api, pelataran puncak, pelataran bawah, hingga Museum Sejarah Perjuangan Nasional. Menariknya seluruh bangunan Monas setinggi 132 meter tersebut telah dilapisi oleh marmer sehingga memberi ketahanan tinggi. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat beberapa bagian Monas yang juga memberi keunikan tersendiri.

Bagian – Bagian di Monumen Nasional Jakarta

puncak monumen nasional

1. Lidah Api

Pada Monumen Nasional terdapat bagian lidah api dimana terbuat dari bahan perunggu dengan tinggi 17 meter berdiameter 6 meter ditambah beratnya mencapai 14,5 ton. Tidak hanya itu, dari lidah api ini juga mendapat lapisan emas seberat 45kg yang terdiri dari 77 bagian kemudian disatukan.

2. Pelataran Puncak

Berikutnya ada pelataran puncak dimana memiliki luas mencapai 11x11meter kemudian dari akses menuju pelataran puncak tersedia lift hingga tangga darurat. Pengujung bisa melihat suasana kota Jakarta dari pelataran puncak bahkan bila beruntung pengunjung juga dapat melihat pemandangan Gunung Salak hingga Kepulauan Seribu.

3. Pelataran Bawah

Sedangkan bagian Monumen Nasional di bawahnya juga terdapat pelataran dengan luas mencapai 45×45 meter. Jarak antara tinggi Monas hingga pelataran bawah mencapai 17 meter, dan pengunjung bisa melihat Taman Monas yang menjadi salah satu hutan kota di Jakarta.

4. Museum Sejarah Perjuangan Nasional

Menariknya masih ada bagian Museum Sejarah Perjuangan Nasional berupa Museum Nasional dengan tinggi ruangan mencapai 8 meter. Luas museum bisa mencapai 80x80meter kemudian di sisi museum juga terdapat 12 diorama dengan berbagai macam tampilan sejarah Indonesia dari zaman kerajaan hingga tampilan momen G30S PKI.

diorama sejarah indonesia
diorama sejarah indonesia

Lingkup Wisata di Monumen Nasional Indonesia (Monas Jakarta)

Setiap pengunjung Monas dapat menyaksikan pemandangan kota Jakarta dan sekitarnya dengan mengakses lift menuju ke pelataran atas. Tidak hanya itu saja, di area Monumen Nasional juga terdapat taman Monas yang menjadi spot wisata untuk memberikan rasa segar bagi pengunjung. Dari taman Monas ini Anda dapat melihat kawanan rusa yang secara khusus didatangkan dari Istana Bogor. Pengunjung juga bisa berolahraga bersama keluarga dengan menikmati sajian pemandangan air mancur menari.

Taman di sekitar Monumen Nasional memang dikenal ramah akan wisata sehingga terdapat berbagai macam tempat refleksi tubuh secara gratis kemudian tersedia juga fasilitas olahraga berupa lapangan futsal dan juga lapangan basket sehingga taman seluas 80 hektar ini dapat memberi manfaat kepada warga Jakarta ataupun pengunjung dari luar kota Jakarta. Kemudian taman Monumen Nasional ini bisa diakses oleh siapa saja karena memang terbuka untuk umum.

aula kemerdekaan indonesia

Alamat Monumen Nasional

Jika Anda berminat dan memiliki waktu luang cobalah merasakan momen wisata ke Monumen Nasional yang berlokasi di Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sedangkan dari akses menuju Monas terbilang cukup beragam baik dari transportasi KRL hingga angkutan umum. Gunakan akses Bus Trans Jakarta dimana sangat mudah untuk diakses kemudian harganya juga terjangkau.

Namun, bila Anda mengakses Monas menggunakan kendaraan pribadi juga lebih mudah bahkan sudah tersedia lapangan parkir khusus IRTI ataupun bisa juga memarkirkan kendaraan di Stasiun Gambir. Bila ingin menghubungi kantor pengelola Monumen Nasional ini cobalah datang ke Jl. Kebon Sirih no 22 Blok H atau bisa juga menghubungi nomor telepon 021 382 3241.

Angkutan Umum Menuju Monas

# Halte Monumen Nasional

~ Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M – Kota

~ Transjakarta koridor 1A jurusan Pantai Indah Kapuk – Balai Kota

~ Transjakarta koridor 2A jurusan Kalideres – Pulogadung

~ Transjakarta koridor 2D jurusan Rawa Buaya – ASMI

~ Transjakarta koridor 5A jurusan Kampung Melayu – Grogol

~ Transjakarta koridor 6A jurusan Ragunan – Monas (via Kuningan)

~ Transjakarta koridor 6B jurusan Ragunan – Monas (via Semanggi)

~ Transjakarta koridor 9B jurusan Pinang Ranti – Kota

~ Bis Malam Transjakarta koridor M1 jurusan Blok M – Kota

~ Bis Malam Transjakarta koridor M2 jurusan Harmoni – Pulogadung

~ Bis Malam Transjakarta koridor M6 jurusan Harmoni – Ragunan

~ Bis Malam Transjakarta koridor M7 jurusan Harmoni – Kampung Rambutan

# Halte Monas 1

~ Transjakarta koridor GR1 jurusan Bundaran Senayan – Harmoni

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 2

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 4

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 6

# Halte Monas 2

~ Transjakarta koridor GR1 jurusan Bundaran Senayan – Harmoni

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 1

Bus Wisata Transjakarta koridor 6

# Halte Monas 3

~ Transjakarta koridor GR1 jurusan Bundaran Senayan – Harmoni

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 1

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 2

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 4

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 6

# Halte IRTI

~ Transjakarta koridor GR1 jurusan Bundaran Senayan – Harmoni

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 1

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 2

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 3

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 4

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 5

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 6

# Halte Balaikota

~ Transjakarta koridor 2 jurusan Harmoni – Pulogadung

~ Transjakarta koridor 2A jurusan Kalideres – Pulogadung

~ Transjakarta koridor 2D jurusan Rawa Buaya – ASMI

~ Bus Malam Transjakarta koridor M2 jurusan Harmoni – Pulogadung

#Bus Daya Sentosa Utama 157 jurusan Pasar Senen – Cimone (via Grogol)

#Bus AJA P 106 jurusan Pasar Senen – Cimone

Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk Monas

Monas bisa menjadi satu tempat wisata keluarga hingga wisata pendidikan, dimana anak-anak bisa mengenal sejarah Indonesia lebih detail. Untuk bisa menikmati keindahan Monas, Anda dapat melewati pintu masuk di dekat patung Pangeran Diponegoro kemudian akan menemukan lorong bawah tanah yang menuju ke Monas. Untuk jam operasional dari Monas dibuka setiap hari pada pukul 8 pagi hingga 4 sore, namun perlu diingat bahwa Monas dan museum di Jakarta ini akan ditutup pada hari Senin di setiap akhir bulan, jadi aturlah waktu agar lebih leluasa untuk bisa menikmati keindahan Monas.

Sedangkan dari harga tiket masuknya terbilang cukup terjangkau yakni sebesar 20 ribu Rupiah saja untuk kalangan dewasa, kemudian pengunjung anak-anak dibebankan tiket sebesar 10 ribu Rupiah. Akan tetapi pada bagian pelataran puncak setiap pengunjung diwajibkan membayar 7500 Rupiah saja, sedangkan untuk anak-anak hanya dikenakan tariff 3500 Rupiah saja.

Ada banyak kegiatan bisa dilakukan di Monumen Nasional mulai dari melihat pemandangan hingga mendapatkan momen untuk melihat sejarah Indonesia pada zaman dulu. Sebuah tempat wisata hingga wisata pendidikan dengan harga tiket terjangkau diharapkan mampu menarik perhatian para wisatawan lokal hingga mancanegara.

Rata-rata untuk pengunjung di akhir pekan akan cukup ramai sehingga cobalah berkunjung di hari kerja yang notabene tidak cukup ramai dikunjungi sehingga Anda bisa lebih tenang. Perhatikan juga dari aspek transportasi dimana akan semakin memudahkan Anda dalam mengakses lokasi Monas dan beberapa tempat menarik di sekitarnya.

Museum Nasional Jakarta

museum nasional jakarta - museum gajah

Berbagai macam museum di Indonesia telah memberi banyak keunikan. Baik dari kisah sejarahnya ataupun objek benda koleksinya. Kami yakin bahwa Anda pernah mendengar tentang Museum Nasional Jakarta.

Ya..sebuah museum yang sudah menjadi satu objek wisata dengan berbagai keunikannya. Sebelum mengulas lebih dalam tentang museum nasional jakarta ini, Alangkah baiknya jika Anda mengetahui tentang riwayat dari meseum ini.

Yuk mari kita kita simak ulasannya sejarah museum nasional Indonesia.

Sejarah Museum Nasional Jakarta Indonesia

museum nasional jakarta
museum nasional jakarta – museum gajah

Awal sejarah dari Museum Nasional ataupun disebut dengan Museum Royal Batavian Society of Arts and Sciences Batavia ini berawal pada tahun 1778 tepatnya pada 24 April. Pada saat itu Museum Nasional masih belum digagas bahkan belum terbentuk.

Akan tetapi setelah pembentukan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wtenschappen, kemudian sosok J.C.M Radermacher sekaligus ketua badan tersebut memberikan sebuah gedung yang lokasinya berada di Jalan Kali besar kemudian berbagai macam buku dan koleksi benda budaya juga menjadi koleksi di dalam museum.

Berlanjut ke masa pemerintahan Inggris tepatnya di tahun 1811-1816 dimana Sir Thomas Stamford Raffles juga membangun sebuah gedung baru yang berlokasi di Jl Majapahit no3 kemudian sampai sekarang digunakan sebagai museum.

Perkembangan Museum Nasional terus fokus pada desain bangunan hingga menambah koleksinya. Di tahun 1862 berbagai koleksi baru ditambah dan museum satu ini dibuka untuk pertama kalinya pada tahun 1868.

Berselang beberapa tahun tepatnya setelah kemerdekaan Indonesia, pengelolan museum diambil alih oleh Lembaga Kebudayaan Indonesia yang secara resmi berpindah tangan pada 17 September 1962. Berbagai macam perubahan dibentuk dalam museum ini terutama perubahan bangunan bahkan struktur posisi koleksi museumnya.

bagian dalam museum gajah
bagian dalam museum nasional jakarta – museum gajah

Direktorat Jenderal Kebudayaan di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan dan Pariwisata terus membuat Museum Nasional terlihat lebi apik. Tidak hanya itu saja berbagai macam prestasi juga diraih oleh museum satu ini, salah satunya mendapat hadiah khusus dari Raja Chulalongkorn dari Thailand berupa patung gajah dari perunggu di tahun 1871 yang saat ini bisa Anda lihat di halaman depan museum.

Saat ini Museum Nasional telah dikenal sebagai Museum Gajah karena terdapat patung berbentuk Gajah di depan halaman, akan tetapi ada juga yang memberi nama Museum Nasional Republik Indonesia. Jika dilihat dari desain gedung Museum Nasional Republik Indonesia ini menjadi wujud dari pengaruh Eropa bahkan banyak kalangan menilai desainbangunannya sendiri mengadopsi gaya abad pertengahan di Eropa. Jadi tidak heran bila bentuknya terlihat unik dibandingkan museum lainnya.

Beberapa bagian Museum Nasional menghadirkan ciri khas masing-masing dimana ada Gedung Arca di sisi depan, dan berbagai macam lokasi dengan sebutan Mada.

koleksi patung di luar ruangan museum
koleksi patung di luar ruangan museum

Koleksi Museum Nasional

Setelah menyimak soal sejarah Museum Gajah, tentu saja hal terpenting adalah berbagai koleksi menarik yang mampu menarik perhatian pengunjung. Pada halam depan museum sudah terlihat patung gajah berukuran cukup besar dengan segala keunikannya. Tidak hanya itu saja Museum Gajah ini juga memperlihatkan koleksi kuno mulai dari arca, prasasti, hingga berbagai benda kerajinan yang menjadi hasil budaya pada zaman dulu.

Secara khusus Museum Nasional mengkategorikan berbagai koleksi penting dan bersejarah tersebut dalam beberapa bagian mulai dari etnografi, perunggu, tekstil, prasejarah, keramik, relik sejarah, numismatic, hingga berbagai buku langka. Jadi Anda bisa melihat berbagai koleksi langka yang mungkin belum pernah disaksikan di berbagai museum lainnya.

objek koleksi museum nasional jakarta - museum gajah
objek koleksi museum nasional jakarta – museum gajah

Tercatat sejak tahun 2001 semua koleksi museum mencapai 109.342 buah kemudian dikenal sebagai salah satu museum terlengkap di Indonesia. Dari tahun ke tahun koleksi Museum Gajah masih terus bertambah hingga totalnya mencapai 140.000 buah lebih koleksi di tahun 2006.

Ada banyak koleksi paling menarik bahkan menjadi paling banyak dikunjungi salah satunya naskah manuskrip kuno dimana menjadi satu peninggalan penting pada zaman dahulu hingga sekarang yang memperlihatkan pentingnya sebuah dokumen ataupun naskah kuno dengan kisah menarik di dalamnya.

nekara di museum nasional jakarta
Koleksi Nekara di Museum Nasional Jakarta

Mungkin Anda bertanya mengenai sumber koleksi dari semua benda di Museum Nasional ini, dan ternyata sumber koleksi semua benda bersejarah berasa dari proses penggalian arkeologis, hasil hibah pada masa Hindia Belanda hingga pembelian. Anda bisa menyaksikan berbagai koleksi mahal di Museum Gajah ini salah satunya koleksi etnografi hingga koleksi keramik.

Ada maskot dari Museum Gajah ini salah satunya koleksi Patung Bhairawa dimana memiliki tinggi mencapai 414cm dimana menjadi perwujudan dari Dewa Lokeswara ataupun Awalokiteswara. Memang sebagian besar koleksi di Museum Gajah terdapat berbagai peninggalan arca Buddha salah satunya arca Buddha Dipangkara dimana proses pembuatannya memakai bahan perunggu kemudian penyimpanannya sendiri berada di lemari kaca berbeda dengan arca lainnya.

objek patung koleksi museum nasional jakarta - museum gajah
objek patung koleksi museum nasional jakarta – museum gajah

Masih banyak benda koleksi menarik di Museum Nasional Jakarta dimana selalu bisa memberi banyak ilmu pengetahuan hingga berbagai macam kisah sejarah penting.

Aktivitas di Museum Ini

Tidak hanya sekedar melihat semua koleksi penting di Museum Gajah ini, akan tetapi setiap pengunjung juga bisa melakukan berbagai aktivitas menarik seperti terdapat di ruangan Hall B yakni kegiatan belajar seni menarik, membatik, hingga melihat pentas dongen yang sudah memperlihatkan banyak teater terbaik di Jakarta dan dari kota lainnya. Jadi setiap pengunjung bisa melihat berbagai macam aktivitas hingga mengikuti beberapa kegiatan menarik untuk mengisi liburan ataupun sekedar ingin merasakan sensasi menikmati hasil budaya Indonesia.

ruang etnografi museum nasional
Salah satu Ruang Etnografi di Museum Nasional Jakarta – Indonesia

Alamat Museum Nasional

Bila Anda merasa pensaran dengan semua koleksi penting di dalam Museum Nasional Jakarta (Museum Gajah), maka cobalah mengunjunginya pada hari libur ataupun hari kerja dengan langsung mendatangi alamat Jl. Medan Merdeka Barat No.12, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Mengenai transportasi untuk menuju Museum Gajah tidaklah sulit karena Anda bisa memanfaatkan bus Trans Jakarta dengan koridor BlokM – Kota kemudian berhenti di halte Museum Nasional. Mungkin Anda ingin mendapatkan informasi lebih detail mengenai Museum Gajah ini dengan cara mengakses official websitenya di www [dot] museumnasional [dot] or [dot] id, dan Anda juga bisa berkomunikasi langsung dengan staff dengan menghubungi nomor telepon +6221 3668172.

Jam Operasional Dan Harga Tiket Masuk Museum

Setiap pengunjung bisa melihat semua benda bersejarah yang menarik di Museum Gajah ini pada hari Selasa-Jumat dibuka pada pukul 8 pagi sampai 4 sore, kemudian khusus di weekend yakni Sabtu dan Minggu dibuka pada pukul 8 pagi hingga 5 sore. Secara khusus di hari Senin dan hari besar nasional Museum Nasional Jakarta tidak dibuka, maka dari itu cobalah atur jadwal berkunjung ke Museum Gajah.

Sedangkan dari harga tiket masuknya terbilang murah cukup membayar sebesar 5 ribu Rupiah saja untuk usia dewasa, kemudian 2 ribu Rupiah untuk anak-anak. Namun bagi rombongan wisata minimal 20 orang dikendakan tariff sebesar 3 ribu Rupiah.

Nikmati berbagai macam tampilan koleksi bersejarah baik dari prasasti, arca, hingga dokumen langka yang bisa memberi pengetahuan menarik bagi pengunjung. Cobalah berkunjung di hari kerja karena pada saat weekend biasanya terdapat banyak pengunjung yang mayoritas dari kalangan siswa ataupun pelancong.

Demikian ulasan singkat tentang salah satu museum di jakarta yang memiliki nialai sejarah dan karya seni tingkat tinggi pada jaman dahulu. Ya Museum Nasional jakarta sudah menjadi bagian sejarah penting kota jakarta yang wajib anda kunjungi.

Mengenal Sejarah Museum Kebangkitan Nasional

museum kebangkitan nasional

Jika kita ingin melihat berbagai macam peninggalan bersejarah, tentunya sebuah museum bisa menjadi jawabannya. Pada saat kita berbicara soal museum, terdapat satu lokasi menarik dimana mampu memperlihatkan keunikan baik dari sisi koleksi peninggalannya maupun dari sisi desain bangunannya. Rujukan kali ini kita alamatkan kepada Museum Kebangkitan Nasional yang dapat dijadikan referensi objek wisata untuk Anda.

Sejarah Museum Kebangkitan Nasional

museum kebangkitan nasional

Sampai saat ini keberadaan Museum Kebangkitan Nasional masih menjadi pusat perhatian para ahli sejarah dimana terdapat berbagai macam kasha (uang timah) hingga benda peninggalan yang menarik untuk diulas. Jika dilihat dari kisah sejarahnya, ternyata nama awal dari museum satu ini adalah STOVIA yang mana menjadi singkatan dari School tot Opleding van Inlandsche Arsten yang sudah diresmikan pada tahun 1902.

Luas bangunan museum mencapai 15.742m persegi di tahun 1899, namun setelah perkembangan dalam beberapa dekade luas lahan diperluas lagi. STOVIA sendiri menjadi salah satu sekolah dokter jawa yang memiliki kegiatan bidang kedokteran hingga memberi pelayanan terhadap beberapa instansi kesehatan salah satunya Rumah Sakit Militer Weltevreeden.

Memasuki tahun 1899, Direktur Sekolah Dokter Jawa yakni H.F. Rool telah melaksanakan pembangunan gedung baru tepatnya di samping rumah sakit militer. Akan tetapi proses pembangunan tersebut terhenti karena kendala biaya. Akhirnya pada tahun 1901 proses pembangunan dilanjutkan kembali dengan bantuan seorang pengusaha perkebunan asal Deli.

Dari situlah gedung STOVIA telah resmi sebagai tempat pendidikan kedokteran beserta asrama yang lengkap dengan semua fasilitasnya. Bahkan pada 1 Maret 1902, Sekolah Kedokteran Jawa berganti nama dengan Sekolah Kedokteran Bumiputra. Sebelum menjadi Museum Kebangkitan Nasional, mengalami perkembangan terutama dari sisi perluasan bangunan dengan tujuan untuk mendukung beberapa ruangan seperti bagian selatan dan utara yang dipergunakan sebagai asrama. Pada bagian tengah halaman terdapat tiga bangunan yang dimanfaatkan untuk praktek fisika dan kimia, kegiatan senam (gymnastic) dan ruang rekreasi.

asrama siswa stovia
asrama siswa stovia

Dari waktu ke waktu perkembangan STOVIA semakin cepat sehingga kondisi lingkungan di sekitar tidak lagi memadai, kemudian pada tahun 1920, STOVIA dipindahkan ke jalan Salemba. Bangunan bekas STOVIA kemudian dijadikan tempat penampungan tawanan tentara Belada terutama pada masa-masa penjajahan Jepang.

Tidak banyak kalangan mengetahui bahwa cikal bakal Museum Kebangkitan Nasional ataupun STOVIA ini menjadi salah satu tempat belajar tokoh-tokoh pergerakan mulai dari R.Soetomo, Ki Hadjar Dewantara, Tjipto Mangoenkoesoemo dan masih banyak lainnya.

Proses pemugaran dari museum yang satu ini memang cukup gencar dilakukan terutama pada masa Presiden Soeharto dimana nama STOViA diganti menjadi Gedung Kebangkitan Nasional. Pada gadung Kebangkitan Nasional tersebut telah ada beberapa museum di dalamnya mulai dari Museum Kesehatan, Museum Pers, Museum Boedi Oetomo dan masih ada bebrapa perkantoran hingga perpustakaan.

Di dalam Museum Kebangkitan Nasional terdapat beberapa yayasan mulai dari Yayasan Pembela Tanah Air, Yayasan Perintis Kemerdekaan dan Lembaga Perpustakaan Dokumentasi Indonesia, kemudian Yayasan Idayu. Oleh karena itu untuk mempersatukan semua ruangan maka diberikan nama Museum Kebangkitan Nasional.

Koleksi Benda Bersejarah di Museum Kebangkitan Nasional

rekonstruksi para guru stovia di museum kebangkitan nasional
rekonstruksi para guru stovia

Dari benda koleksi museum terbilang cukup banyak bahan, terdapat tujuh ruangan yang bisa Anda kunjungi mulai dari ruang Pengenalan, ruang Awal Pergerakan Nasional, ruang Kesadaran Nasional, ruang Pergerakan Nasional, ruang Propaganda Studi Fonds, ruang Memorial Budi Utomo, dan Ruang Pers.

Dalam satu Ruang Pengenalan, Anda bisa melihat berbagai ilustrasi masuknya penjajah ke Indonesia sampai munculnya berbagai perlawanan di berbagai daerah. Sedangkan di ruang Awal Pergerakan Nasional juga memunculkan berbagai gambaran mengenai bangkitnya pergerakan nasional mulai dari peragaan Kelas STOVIA, Pembelaan HF.Roll, hingga berbagai patung pelajar STOVIA yang memperlihatkan proses belajar pada zaman dulu.

Tidak hanya itu saja, karena pengunjung masih bisa melihat berbagai koleksi sejarah seperti meja kursi makan pelajar STOVIA, hingga peralatan kedokteran pada ruangan Kesadaran Nasional. Bahkan dalam ruangan Museum Kebangkitan Nasional ini pengunjung bisa melihat berbagai perjuangan RA Kartini, Dewi Sartika, Wahidin, hingga berbagai tokoh terkenal lainnya.

patung kartini di museum kebangkitan nasional
patung kartini

Anda juga bisa melihat ke ruang Pergerakan Nasional dimana mengisahkan tentang awal dari pergerakan nasional. Dari ruangan yang satu ini, ada banyak koleksi sejarah mulai dari diorama pertemuan antara Sutomo, Wahidin, hingga Suradji, diorama berdirinya Budi Utomo, berbagai macam foto menarik mengenai organisasi awal kebangkitan, vandal-vandel, hingga berbagai foto organisasi pemuda.

Selanjutnya Anda masih bisa melihat ruang Propaganda Studie Fonds yang mana memperlihatkan suasana pelajar STOVIA yang melakukan pertemuan dengan Wahidin hingga terjadinya pembentukan Studie Fonds. Adapun beberapa koleksi Muesum Kebangkitan Nasional bisa Anda lihat mulai dari lukisan perjalanan Dr. Wahidin, patung pelajar STOVIA, hingga patung Dr. Wahidin.

Selanjutnya dari ruangan Memorial Budi Utomo, pengunjung bisa melihat koleksi berbagai patung hingga lukisan bahkan adanya kerangka manusia. Memang dari ruangan Memorial Budi Utomo ini cenderung memperlihatkan berbagai koleksi menarik seperti Lukisan Wahidin Sudirohusodo, kursi Kuliah STOVIA, kerangka manusia sebagai peraga oleh pelajar STOVIA, berbagai foto kegaitan pelajar STOVIA, hingga patung dada pendiri Budi Utomo.

diorama siswa stovia di museum kebangkitan nasional
diorama siswa stovia

Terakhir, ada Ruangan Pers. Ruangan ini memberi gambaran mengenai perjalanan Pers Perjuangan Indonesia. Dari ruangan Pers Anda bisa melihat berbagai benda peninggalan seperti Tustel, foto, mesin tik, hingga berbagai macam alat cetak dan berbagai foto tokoh pers saat itu. Jadi ada banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan di dalam Museum Kebangkitan Nasional.

Alamat dan Nomor Telepon Resmi Museum Kebangkitan Nasional

Ketika Anda ingin mengunjungi Museum Kebangkitan Nasional cobalah lihat dari alamatnya secara detail yakni Jl. Abdul Rachman Saleh no 26 RT4/RW5, Senen, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10410. Kemudian dari nomor telepon yang bisa Anda hubungi terkait Museum Kebangkitan Nasional adalah 021 3847965.
Ada beragam akses transportasi bisa Anda gunakan mulai dari angkutan metromini, bus transjakarta, hingga berbagai sarana transportasi lainnya.

Jam Operasional dan Harga Tiket

Jam buka museum dimulai pada hari Selasa sampai Minggu dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Sedangkan pada hari libur dan khusus hari Senin, museum tutup. Sedangkan dari harga tiketnya terbilang murah dimana untuk kalangan dewasa cukup membayar Rp 2.000 saja, sedangkan untuk anak-anak sebesar Rp 1.000.

Namun untuk rombongan dewasa minimal 20 orang setiap individu dibebankan biaya tiket Rp 1000, sedangkan untuk anak-anak sebesar Rp 500. Bagi wisatawan asing biaya masuknya terbikang lebih mahal yakni Rp 10.000.

Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan pengunjung di Museum Kebangkitan Nasional ini yang pasti dengan berkunjung ke museum ini, akan memberi pengalaman menarik yang membuat liburan Anda semakin menarik.

Dengan mengunjungi museum, maka Anda bisa melihat kembali sejarah masa lalu dari banyak tokoh ternama tanah air yang sampai sekarang masih dikenang hingga dipelajari banyak kalangan.

Jadi silahkan kunjungi museum di Jakarta ini, kemudian lihatlah setiap ruangan yang menyajikan banyak kisah cerita hingga diorama menarik lengkap dengan deskripsinya hingga anda mengetahui gambaran secara detail seperti apa kisah perjuangan pada masa tersebut.

Mengenal Sejarah Museum Sumpah Pemuda

museum sumpah pemuda

Keberadaan museum di sekitar kita tak bisa lepas dari perannya dalam mengingatkan kita tentang kisah, tragedi yang sudah berlalu dan memberi nilai sejarah terhadap sebuah bangsa. Salah satu museum paling terkenal di Indonesia yakni Museum Sumpah Pemuda.

Terlahir berkat perjuangan para pahlawan beserta para pemuda Indonesia dalam menciptakan ikrar Sumpah Pemuda. Akan tetapi sebuah museum tidak akan berarti apa-apa bila kita tidak mampu menggali nilai sejarah dan berbagai macam koleksi di dalamnya.

Kisah Sejarah Museum Sumpah Pemuda

museum sumpah pemuda

Beberapa sumber media telah memberitakan bahwa berbagai macam benda-benda bersejarah ada di dalam Museum Sumpah Pemuda ini. Riwayat awal berdirinya dimulai pada abad ke 20. Museum sumpah pemuda pada awalnya adalah sebuah gedung untuk pelajar Stovia pada tahun sejak tahun 1908.

Museum yang kental dengan nilai nilai perjuangan ini terus tumbuh dan berkembang hingga tahun 1927. Kurang lebih sudah ada 106 organisasi pemuda yang terus melahirkan dan mengobarkan berbagai pergerakan untuk memperjuangkan kemerdekaan.

Dari Gedung Keramat terciptalah berbagai macam rumusan perjuangan mulai dari adanya kongres Sekar Roekoen, PPPI, dan Pemuda Indonesia. Sebenarnya dari nama Gedung Kramat 106 awalnya adalahh Langen Siswo kemudian diberikan nama lain lagi yakni Indonesische Clubhuis atau berarti gedung pertemuan.

Gedung Kramat ataupun cikal bakal dari Museum Sumpah Pemuda ini menjadi tempat dimana berlangsungnya Kongres Pemuda Kedua tepatnya pada 15 Agustus 1928. Pada saat itu terpilihlah ketua dari PPPI yakni Soegondo Djojopoespito.

Akhirnya Kongres Sumpah Pemuda berhasil diadakan untuk menciptakan persatuan bangsa Indonesia. Peristiwa penting di dalam museum ini sudah tercipta dimana para pemuda menghasilkan Sumpah Pemuda dimana menjadi awal dari pergerakan pemuda dalam mendapatkan kemerdekaan.

Perkembangan Gedung Kramat terus digunakan untuk berbagai tujuan salah satunya pada tahun 1934 hingga 1937 yang mana sempat disewakan ke Pang Tjem sebagai tempat tinggal. Namun pada fungsinya sempat mengalamai perubahan terutama dari fungsi bangunan yang dipakai untuk Hotel Hersia hingga toko bunga.

Tepat pada 3 April 1973, gedung sebagai cikal bakal Museum Sumpah Pemuda ini dipugar oleh Pemda DKI Jakarta kemudian selesai pada 20 Mei 1973.

Setelah dipugar, Gedung Kramat 106 tersebut dijadikan sebuah Gedung Sumpah Pemuda dimana sudah secara resmi mendapat pengakuan dari Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin atau tepatnya pada 20 Mei 1973. Setahun kemudian di tahun 1974, Gedung Sumpah Pemuda kembali diersmikan oleh Presiden RI, Soeharto.

Tepat pada tahun 1979, perawatan dan pengelolaan Gedung Sumpah Pemuda diserahkan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan oleh Pemda DKI Jakarta. Dari semua pengelolannya secara utuh dipindahkan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda, dan Olahraga.

Setelah melalui berbagai usulan ataupun pengajuan di tahun 1983 dikeluarkannya Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.029/O/1983 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof.Dr. Nugroho Notosusanto dimana Gedung Sumpah Pemuda diganti dengan nama Museum Sumpah Pemuda.

Sedangkan dari pengelolaan museum secara menyeluruh juga dipindahtangankan ke Menteri Kebudayaan dan Pariwisata yang saat itu dijabat oleh Drs. I Gede Ardhika atau tepatnya pada tahun 2011.

Saat ini pengelolaan Gedung Sumpah Pemuda ataupun Museum Sumpah Pemuda kembali dikelola secara langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

keindahan museum sumpah pemuda

Koleksi Museum Sumpah Pemuda

Dari salah satu mesum ternama di Indonesia ini, setiap pengunjung bisa melihat beberapa bagian musem yang masih sama seperti awal pendiriannya hingga benda bersejarah lainnya. Beberpa bentuk koleksi dijamin mampu memberi kisah sejarah tersendiri yang wajib Anda pelajari, diantaranya yaitu:

1. Biola WR. Supratman:

Biola WR. Supratman ini sudah menjadi ikon museum dimana memiliki kisah sejarah terutama dari sosok pemiliknya. Awal mula sejarah biola WR. Supratman ini dimulai pada tahun 1914 dimana menjadi salah satu hadiah kepada WR. Supratman kemudian mengantarkannya sebagai pemain band.

Tidak hanya itu, biola tersebut juga dipakai untuk membuat lagu Indonesia Raya yang juga dikumandangkan pertama kali pada Kongres Pemuda di Gedung Kramat 106 tepatnya 28 Oktober 1928.

Biola bersejarah tersebut akhirnya dirawat oleh Ny. Roekijem Soepratijah setelah WR. Supramatman meninggal. Lalu biola secara resmi disumbangkan oleh wakil keluarga Wage Rudolf Supratman untuk disimpan di dalam Museum Sumpah Pemuda.

2. Lantai Keramik Museum :

Selain dari bentuk bangunannya, bila Anda amati ada salah satu bagian musem yang masih orisinil, yakni lantai museum yang sampai sekarang ini masih mempertahankan jenis lantai keramik sejak pertama kali didirikan.

Maka dari itu lantai di Museum Sumpah Pemuda sudah masuk dalam cagar budaya yang dilindungi pemerintah sampai sekarang.

3. Komik Digital Sumpah Pemuda :

Setiap pengunjung Museum Sumpah Pemuda ini dapat menyaksikan cerita dalam sebuah komik berjudul Janji Pemuda, dimana menceritakan pengalaman keluarga Ririn saat melihat berbagai perjuangan para pemuda di sekitar lingkungannya.

Komik digital telah diterbitkan oleh Museum Sumpah Pemuda kemudian dibuat berdasarkan ilustrastor Mansur Daman hingga digitalisasi oleh PT Charismasatria Trimitra.

Jadi di dalam komik tersebut memperlihatkan pemuda Indonesia berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan hingga mempertahankannya.

Maka dari itu setiap pengunjung bisa mendapatkan kesan bersejarah dan motivasi untuk terus melakukan hal baik terhadap lingkungan dan bangsa Indonesia bahkan terus menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.

miniatur di museum sumpah pemuda
miniatur di museum

Aktivitas Pengunjung

Setiap pengunjung Museum Sumpah Pemuda ini bisa mengikuti berbagai pameran ataupun agenda resmi lainnya yang bisa diakses langsung dari halaman website resminya.

Sudah barang tentu Anda bisa melihat berbagai macam koleksi menarik yang di dalamnya memberi kisah sejarah perjuangan yang selama ini jadi sumber pengetahuan sejarah bagi masyarakat. Maka dari itu ada banyak aktivitas bisa Anda lakukan termasuk berfoto bersama dengan latar belakang berbagai koleksi menarik di museum.

Alamat Museum

Lokasi dari Museum Sumpah Pemuda terbilang mudah diakses yakni berada di Jl. Kramat Raya no.106 Jakarta 10420 Indonesia. Ada beberapa akses transportasi bisa Anda gunakan mulai dari busway, metromini, dan berbagai sarana transportasi lainnya.

Akses Menuju Museum

# Busway Koridor 5 dengan jurusan Kampung Melayu – Ancol dan berhenti di halte Pal Putih.

# Mayasaribhakti P9A dengan jurusan Bekasi – Pasar Senen dan berhenti di depan Museum.

# Metromini 17 dengan jurusan Manggarai – Pasar Senen dan berhenti di depan Museum.

# Metromini 15 dengan jurusan Pasar Senen – Setia Budi dan berhenti di depan Museum.

# Mikrolet 01 dengan jurusan Kampung Melayu – Pasar Senen, naik dari Kampung Melayu dan berhenti di depan Museum.

# Mikrolet 12 dengan jurusan Pasar Senen – Kota, naik dari Pasar Senen dan berhenti di depan Museum.

Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk

Anda dapat mengunjungi museum pada hari Selasa sampai Kamis dengan waktu buka pukul 8 pagi sampai 15:30 sore, kemudian di hari Jumat dibuka mulai pukul 8 pagi sampai 4 sore, dan untuk Sabtu hingga Minggu museum tidak dibuka.

Sedangkan dari harga tiket masuk museum terbilang cukup murah dimana khusus untuk kalangan dewasa perorangan membayar tiket sebesar Rp 2000 saja, sedangkan untuk rombongan diberi biaya masuk Rp 1000. Pada usia anak-anak diberi biaya masuk sebesar Rp 1000, dan anak-anak pada rombongan sebesar Rp 500 saja. Namun khusus pengunjung asing diberi biaya masuk mencapai Rp 10.000.

Nikmati segala bentuk keunikan hingga koleksi sejarah di dalam Museum Sumpah Pemuda dimana mampu menghadirkan kesan berbeda dibandingkan museum lainnya. Ada banyak kisah sejarahhingga koleksi sejarah yang bisa mengingatkan kembali akan kenangan masa-masa Sumpah Pemuda.

Mengenal Lebih Dalam Tentang Museum Gedung MH. Thamrin

museum gedung mh. thamrin

Museum Gedung MH. Thamrin ini menjadi salam satu objek wisata yang banyak dikunjungi oleh sebagian besar wisatawan, baik dalam negeri ataupun luar negeri. Terlebih lagi untuk para wisatawan yang menggemari wisata sejarah dan juga ingin mengetahui tentang sejarah dari museum ini. Selain itu banyak juga mahasiswa ataupun anak sekolah yang mengunjungi museum ini untuk mendapatkan berbagai informasi tentang museum gedung MH. Thamrin ini.

museum gedung mh. thamrin

Pada dasanya Museum Gedung MH. Thamrin merupakan sebuah gedung yang dibangun sejak abad ke-19, MH.Thamrin ini membeli gedung tersebut dari seseorang yang berkebangsaan Belanda, yaiu Meneer De Has, yang kemudian dihibahkannya untuk kepentingan kaum pergerakan kepada oganisasi yang benama PPPKI atau kepanjangan dari Pemufakatan Pehimpunan Politik Kebangsaan Indonesia, kemudian gedung ini diberi nama Gedung Pemufakatan Indonesia.

Selain sebagai tempat untuk rapat dan musyawarah untuk menuju kemerdekaan Republik Indonesia, gedung ini juga memiliki peranan yang penting dengan menjadi saksi lahirnya sebuah lagu kebangsaan Negara Indonesia, karena konsepnya ini dibuat di gedung MH.Thamrin ini oleh WR.Supratman. Dan setelah kemerdekaan tersebut, sekitar tahun 1960 sampai dengan 1964, gedung ini digunakan untuk tempat pendidikan Kepamongprajaan dan juga tempat perkulihan Universitas Jakarta pada malam harinya. Kemudia untuk siang harinya digunakan sebagai tempat belajar siswa dan siswi SMA sampai dengan tahun 1984.

Di masa Gubernur R. Suprapto, gedung MH. Thamrin ini dipugar seperti aslinya, kemudian difungsikan untuk berbagai macam kegiatan para kaum Betawi. Pemerintah Jakarta melalui Dinas Museum dan Sejarah kemudian menjadikan gedung ini menjadi salah satu bagian dari Museum Joang 45 yang memiliki peranan untuk mendokumentasikan perjuangan dari MH. Thamrin.

Mohammad Hoesni Thamrin sendiri merupakan seorang putra yang berasal dari Betawi yang lahir di Sawah Besar pada tanggal 16 Februari 1894 dan dibesarkan di lingkungan yang sangat taat akan agama Islam. Dan sampai meninggalnya di tanggal 11 Januari 1941, MH.Thamrin ini sendiri sudah banyak berjasa untuk bangsa dan juga negara. Oleh karena itu atas jasa – jasanya tersebut, MH.Thamrin ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional yang namanya juga diabadikan menjadi nama jalan yang sekarang ini lebih terkenal di Jakarta.

Museum Gedung MH.Thamrin ini memiliki banyak koleksi foto dari mulai kiprah perjuangannya hingga beberapa foto suasana dari kota Jakata tempo dulu. Terdapat juga koleksi radio yang mana dulunya digunakan oleh MH.Thamrin, kemudian piring hias, blangkon, meja, kursi. Selain itu juga terdapat perpustakaan yang memiliki koleksi buku – buku naskah mengenai MH.Thamrin serta beberapa pidatonya di Volksraad.

Sejarah Museum Gedung MH. Thamrin

replika kereta jenazah museum gedung mh. thamrin
replika kereta jenazah

Saat awal abad ke-20, pemerintah dari kolonial mengembangkan prasarana untuk Kota Batavia dengan cara membangun beberapa gedung sebagai rumah tinggal, kantor dan juga pelayanan masyarakat. Termasuk juga bangunan yang dibeli MH.Thamrin, yang kemudian dihibahkan untuk suatu kegiatan pergerakan menuju kemerdekaan agar bangsa Indonesia lepas dari belenggu penjajahan kolonial Belanda.

Gedung ini sendiri juga merupakan sebuah tempat disemaikannya semangat kebangsaan dan perlawanan terhadap penjajahan. Selain itu juga sebagai tempat untuk rapat pergerakan nasional, kemudian kongres rakyat Indonesia, kegiatan bazar, beberapa jenis kursus dan bentuk kegiatan lainnya. Gedung MH.Thamrin ini juga dimanfaatkan sebagai sebuah tempat uintuk perjuangan menuju sebuah kemerdekaan. Sebagian besar tokoh pimpinan bangsa periode pergerakan nasional juga selalu memanfaatkan gedung MH. Thamrin ini. Selain itu gedung ini juga memiliki peranan yang sangat penting dan besar di dalam menegakkan semangat perjuangan di dalam melawan setiap penjajah.

Objek Yang Dapat Dilihat Di Museum Gedung MH. Thamrin

Jika anda berkunjung ke museum Museum Gedung M.H. Thamrin, Anda bisa melihat beberapa koleksi yang dimiliki oleh museum ini, beberapa koleksi tersebut diantarannya sebagai berikut:

  1. Yang pertama adalah beberapa foto reproduksi mengenai kiprah perjuangan dari Mohammad Husni Thamrin dan juga pergerakan nasional Indonesia.
  2. Kemudian yang kedua adalah beberapa foto reproduksi mengenai suasana kota Jakarta di zaman Mohammad Husni Thamrin.
  3. Lalu lukisan mengenai MH.Thamrin.
  4. Lalu radio yang digunakan oleh MH.Thamrin untuk bisa mendengarkan siaran dari NIROM ataupun dari luar negeri.
  5. Selanjutnya adalah bale – bale, bale-bale ini digunakan sebagai tempat pembaringan yang terakhir dari jenazah MH.Thamrin.
  6. Terdapat pula lemari pakaian peninggalan dari MH.Thamrin.
  7. Ada pula kursi, kemudian blangkon milik MH.Thamrin.
  8. Selain itu juga koleksi kepustakaan yang meliputi buku naskah mengenai MH.Thamrin dan juga beberapa pidatonya di Volksraad.

Aktivitas, Fasilitas Dan Manfaat Mengunjungi Museum

sepeda onthel mh. thamrin
sepeda onthel mh. thamrin

Di dalam pengembangan Museum Gedung MH. Thamrin ke depannya akan dilakukan penambahan koleksi. Berdasarkan informasi, rencananya akan diperkaya dengan beberapa koleksi pergerakan nasional yang lainnya.
Untuk masyarakat yang ingin menyumbangkan koleksi yang terbilang relevan dengan kiprah MH.Thamrin di dalam pergerakan nasional, museum ini sangat menyambut gembira serta menghargainya secara tulus.

Berikut di bawah ini beberapa aktivitas dan manfaat yang bisa dijumpai jika Anda berkunjung ke Museum ini:

  1. Adanya pelayanan informasi dari perjuangan M.H.Thamrin dan juga pergerakan nasional. Kemudian juga penelitian mengenai M.H.Thamrin dan juga pergerakan nasional. Menyelenggarakan beberapa lomba yang diperuntukkan pelajar dan juga mahasiswa. Selain itu juga menyelenggarakan seminar, kemudian napak tilas serta pertunjukan sandiwara mengenai M.H.Thamrin serta pergerakan nasional.
  2. Selain itu juga terdapat beberapa fasilitas yang ada di museum ini diantaranya yaitu adanya ruang pertemuan yang cukup luas dan juga ber AC, kemudian layak untuk dijadikan sebagai tempat seminar, sebagai lokasi diskusi dan juga mampu menampung sekitar 250 orang. Kemudian juga memiliki halaman depan yang terbilang asri serta layak untuk dijadikan sebagai tempat resepsi taman, kemudian bazar dan juga pagelaran seni.
  3. Kemudian manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan mengunjungi Museum gedung MH.Thamrin ini yaitu Anda bisa mendapatkan lebih banyak informasi yang valid dan juga wawasan mengenai sejarah dari gedung MH.Thamrin tersebut dan perjuangan pada masa pergerakan Nasional.

Alamat Dan Nomor Telepon Resmi

Jika Anda ingin mengunjungi Museum Gedung MH. Thamrin, maka Anda bisa langsung menuju ke Jalan Kenari II, Nomor 15, Jakarta. Anda juga bisa menghubungi nomor telepon 0213909148 atau faz 0213923185, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Jam Operasional Dan Harga Tiket Masuk

Sedangkan untuk jam operasional dari museum gedung mh.thamrin ini adalah buka pada hari Selasa sampai dengan hari Minggu pukul 09.00 sampai dengan 15.00, sedangkan untuk hari Senin dan hari besar tutup. Untuk harga tiket masuk ke museum ini juga terbilang sangat terjangkau, dimana untuk dewasa hanya Rp 2.000,- perorang, sedangkan Rp 1.000,- untuk anak – anak. Harga tersebut tentu saja sangat terjangkau sehingga hanya dengan harga tiket masuk tersebut, Anda sudah bisa mendapatkan berbagai wawasan tentang Mohammad Thamrin yang sangat berperan penting dalam kemerdekaan Indonesia.

Mengenal Lebih Dalam Tentang Museum Taman Prasasti

berkunjung ke museum taman prasasti

Museum Taman Prasasti merupakan sebuah museum cagar budaya yang juga menjadi peninggalan di masa kolonial Belanda. Untuk lokasinya sendiri ada di Jalan Tanah Abang Nomor 1, Jakarta Pusat. Museum ini sendiri mempunyai koleksi prasasti nisan kuno dan juga beberapa miniatur makam yang khas dari 27 provinsi yang ada di Indonesia, selain itu juga terdapat koleksi kereta jenazah yang terlihat antik.

Museum dengan luas 1,2 hektar ini sendiri merupakan sebuah museum terbuka yang mampu menampilkan suatu karya seni di masa lampau mengenai kecanggihan dari para pengrajin patung, kemudian pemahat, sastrawan dan juga kaligrafer yang menyatu.

Sejarah Museum Taman Prasasti

Pada mulanya Museum Taman Prasasti yang letaknya ada di Jalan Tanah Abang Nomor 1, Jakarta Pusat tersebut merupakan sebuah area pemakaman umum yang bernama Kebon Jahe Kober dengan luas 5,5 hektar dan juga dibangun pada tahun 1795 untuk bisa menggantikan kuburan yang lainnya dimana ada di samping Gereja Nieuw Hollandsche Kerk, dan sekarang ini berubah nama menjadi Museum Wayang yang memang sudah penuh.

berkunjung ke museum taman prasasti

Makam baru tersebut memiliki koleksi nisan dari tahun yang sebelumnya karena memang sebagian besar dipindahkan dari pemakanan lain yaitu Nieuw Hollandse Kerk di awal abad 19. Untuk nisan yang dipindahkan sendiri ditandai dengan sebuah tulisan HK atau singkatan atau inisial dari Hollandsche.

Di tanggal 9 Juli tahun 1977, pemakaman Kebon Jahe Kober ini sendiri dijadikan sebagai sebuah museum, yang kemudian dibuka untuk umum dengan beberapa koleksi prasasti. Kemudian nisan dan juga makam dengan jumlah 1.372 terbuat dari batu alam, marmer serta perunggu. Dikarenakan perkembangan kota yang semakin pesat, maka luas dari museum ini sendiri menyusut hingga hanya mencapai 1,3 hektar saja.

Manfaat Berkunjung Ke Museum Taman Prasasti

Deangan berkunjung ke Museum Taman Prasasti ini, Anda akan mendapatkan beberapa manfaat yang bisa juga diterapkan dalam kehidupan sehari – hari. Adapun beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan adalah sebagai berikut:

  1. Anda bisa mengingat akan sebuah kematian sehingga dapat menjalani hidup sebaik mungkin dan tidak lupa dengan sang pencipta.
  2. Kemudian Anda juga dapat mengerti dan memahami tentang sejarah dari Museum ini sehingga juga mendapatkan banyak sekali pengetahuan dan wawasan.

Objek Yang Bisa Dilihat Di Museum Taman Prasasti

koleksi museum taman prasasti

Museum Taman Prasasti ini sendiri memiliki beberapa objek yang dapat dilihat, contohnya saja seperti beberapa koleksi prasasti, kemudian juga nisan dan kereta jenazah antik. Untuk bisa melihat beberapa objek tersebut Anda memang sebaiknya melihat papan informasi lebih dulu mengingat luasnya cukup besar.

Pada papan informasi tersebut terdapat beberapa informasi secara singkat yang mana menjelaskan tentang nisan dan juga prasasti dari tokoh penting, kemudian juga terdapat denah museum, namun memang tidak dilengkapi dengan nama – nama, dan berikut ini adalah beberapa penjelasan singkatnya:

1. Pada Area J

Di area museum ini terdapat makam pualam yang mana mempunyai hiasan sebuah buku, dan nisan tesebut merupakan milik Dr.H.F.Roll. Beliau ini merupakan seorang pendiri sebuah sekolah dokter pada masa Hindia Belanda yang terbilang sangat terkenal, yaitu School Tot Opleiding Ban Inlandsche Artsen, dan biasanya dikenal dengan STOVIA. STOVIA ini sendiri juga menjadi sebuah cikal bakal dari Fakultas kedokteran di Universitas Indonesia.

Kemudian pada area agak sudut, terdapat dua buah peti jenazah yang mana disimpan di dalam sebuah kotak mika transparan. Peti jenazah tersebut dulunya digunakan untuk membawa jenazah Ir. Soekarno dan juga Drs. Mohammad Hatta. Dan karena keduanya muslim, maka peti jenazah tersebut tidak ikut dikuburkan.

2. Area I

Pada area I dulunya Museum ini memang merupakan sebuah pemakaman, tetapi untuk sekarang ini jenazah – jenazah yang dikuburkan sudah dipindahkan serta disebar ke beberapa pemakaman yang lainnya. Bebeapa tulang jenazah tersebut sementara disimpan pada bangunan, dan bangunan tersebut disebut dengan Rumah Tulang.

Bangunan tersebut pada dasarnya merupakan sebuah makam keluarga dari A.J.W Van Delden, yang merupakan seorang juru tulis di Indonesia Timur dan juga pernah menjabat sebagai ketua perdagangan VOC.

Menurut informasi yang memang masih simpang siur, karena terdapat makam di mana atasnya terdapa pohon yang sanga besar, dengan demikian tidak bisa dibongkar. Jadi nisan ini konon dipercaya masih menyimpan dari jenazah Kapiten Jas, dimana makamnya tersebut diyakini dapat memberikan kesuburan, kemakmuran, kebahagiaan dan juga keselamatan.

3. Area G

Pada area G ini juga terdapat replika tembok peringatan Pieter Erberveld yang merupakan seorang keturunan dari Belanda-Siam dimana memiliki rencana untuk berontak serta melakukan makar di pemerintahan Hindia Belanda, dengan cara menggalang dukungan kaum pribumi.

Namun sayang, rencananya tersebut diketahui sehingga dirinya ditangkap kemudian dihukum mati dengan kedua tangan dan juga kakinya ditarik 4 ekor kuda. Pada atas tembok tersebut dulunya ditancapkan penggalan dari kepala Pieter kemudian di dindingnya dipasang prasasti.

Sedangkan pada belakang Area G ini terdapat sebuah patung Pastur Herikus Van Der Grinten yang mana berdiri pada atas tugu yang berwarna cokelat. Dirinya merupakan seorang pastur ternama (pada masanya) di Batavia, serta sangat disayangi banyak orang karena memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi.

4. Area H

Di area H ini terdapat sebuah nisan sederhana yang merupakan milik seorang arsitek yang berkebangsaan Belanda yang bernama Marius J.Hulswit. Selain itu juga terdapat bebeapa patung bidadari. Kemudian juga terdapat batu nisan yang mana dibangun di atas pondasi dengan bentuk segi delapan, nisan tersebut milik Olivia Mariamne Raffless yang merupakan istri dari Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffless yang juga merupakan pendiri Kebun Raya Bogor.

Kemudian juga terdapat nisan milik Elisabeth Adriane Roseboom yang merupakan istri Jeremias Schill yang dulunya merupakan pemilik Sekolah Santa Maria.

Selain itu juga terdapat nisan dengan ukuran yang cukup lebar, yang merupakan milik Marisa, dimana merupakan seorang wanita yang berasal dari suku Jawa dan dinikahi A.Schultheiss. Nisan tersebut dibuat untuk mengingat jika masa itu sebagian besar wanita pribumi hanya dijadikan sebagai simpanan.

5. Selain itu

Juga terdapat sebuah monumen yang serupa dengan obelisk dimana merupakan nisan dari Direktur Jenderal Finansial Hindia Belanda yang bernama L.Launy, dimana meninggal karena dirinya terjatuh dari kuda.

museum taman prasasti

Alamat Dan Nomor Telepon Museum

Untuk mengunjungi Museum Taman Prasasti ini sendiri Anda bisa langsung ke lokasi yang beralamatkan di Jalan Tanah Abang Nomor 1, Jakarta Pusat. Dan untuk informasi lebih lanjut, maka Anda bisa langsung menghubungi nomor telepon resminya di 0213854060.

Jam Operasional Dan Harga Tiket Masuk

Sedangkan untuk jam operasionalnya sendiri adalah hari Selasa sampai dengan hari Minggu buka pukul 09.00 sampai dengan 15.00. Sedangkan di hari Senin dan juga hari libur nasional Museum Taman Prasasti ini tutup. Untuk harga tiket masuknya sendiri adalah untuk dewasa Rp 5.000,-, kemudian mahasiswa Rp 3.000,- dan pelajar Rp 2.000,-.

Ada Apa di Museum Bahari Jakarta? Ketahui Sejarah Ini Sebelum Berkunjung

miniatur kapal museum bahari jakarta

Simak ulasan lengkap tentang museum bahari jakarta, Indonesia. Jakarta terlahir menjadi ibu kota Nusantara setelah melalui proses panjang dari zaman VOC Belanda hingga tentara sekutu Jepang. Perlawanan ini tidak terlepas dari nama kota Sunda Kelapa yang dihubungkan dengan jalur perdagangan hasil bumi Indonesia ke benua Eropa oleh penjajahan Belanda.

Banyak tempat bersejarah yang menjadi saksi bisu perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah. Kini tidak perlu mencari asal usul sejarah Sunda Kelapa, karena dengan berkunjung ke Museum Bahari Jakarta Utara, kita bisa belajar sejarah mengenai kemaritiman Nusantara.

Di kawasan Museum ini ada banyak nilai-nilai sejarah yang bisa kita petik. Selain itu ada ratusan miniatur mengenai kemaritiman Nusantara dari sabang sampai merauke dipajang di dalam museum.

miniatur kapal museum bahari jakarta
miniatur kapal

Dari sekian banyak sejarah yang ada di Indonesia, wisata Bahari menjadi salah satu yang sangat utama untuk diketahui. Karena Negara Indonesia terdiri dari banyak pulau yang diapit oleh benua dan samudara. Berikut ini sejarah penting megenai kemaritimin Indonesia yang disajikan kedalam salah satu museum Bahari yang cukup terkenal di Jakarta.

Sejarah Museum Bahari Dari Gudang Penyimpan Hingga Menjadi Museum Dengan Koleksi Terbanyak

museum bahari

Sunda Kelapa menjadi tempat perlabuhan kapal-kapal yang berlayar ke samudara dari satu benua ke benua lainnya. Tidak sedikit muatan yang dibawa oleh kapal-kapal perdagangan pada zaman itu. Berbicara tentang penjajahan Belanda, memang tidak terlepas dari penjarahan rempah-rempah yang berasal dari Indonesia dan diperdagangkan ke benua Eropa.

Sehingga pada masa itu, Sunda Kelapa mendapat predikat sebagai pelabuhan tersibuk pada saat penjajahan Belanda. Rempah-rempah inilah yang menjadi komoditas penting perusahaan besar Belanda yang semakin hari semakin memperluas gudang penyimpanan atau basecamp para tentara Belanda.

Cikal bakal Museum Bahari pada zaman kolonial Belanda dibangun untuk gudang penyimpanan komoditi utama seperti rempah-rempah, kopi, timah dan tembaga pada tahun 1652. Bangunan Museum ini terbilang sangat kokoh di zamannya diketahui mampu menahan badai tropis. Sampai sekarang bangunan museum masih berdiri kokoh karena dibekali dengan tiang-tiang kayu tebal dan anti rayap.

Setelah Belanda berhasil diusir dari Sunda Kelapa, datang lagi tentara sekutu alias Jepang. Setelah dikuasai oleh Jepang, gedung museum ini berubah menjadi gudang logistik tentara Jepang. Jadi ada banyak hal yang bisa dipelajari selama berganti ahli masa penjajahan. Bagaimanapun sebagai warga Indonesia harus tetap menjaga warisan budaya.

Ketahanan bangunan seperti ini patut dicontoh sebagai gudang penyimpan. Di setiap lantai bangunan museum ini dialiri dengan sirkulasi udara yang baik sehingga rempah-rempah tidak lapuk dan dapat bertahan lama. Bangunan museum ini patut diacungi jempol, karena masih berdiri kokoh meskipun sempat terjadi insiden kebakaran.

Setelah Indonesia merdeka, gedung Museum ini pernah dijadikan gudang untuk keperluan PLN dan PTT. Pada tahun 1976 pemerintah Indonesia sepakat merombak semua bangunan gedung menjadi cagar budaya. Hanya selisih satu tahun saja, gedung ini lalu diresmikan sebagai Museum Bahari Indonesia tepatnya pada tanggal 7 Juli 1977.

Hal-hal Menarik Yang Ada Di Dalam Museum Bahari Indonesia

Seperti museum terkenal lainnya yang ada di seluruh dunia, Museum Bahari Indonesia memiliki koleksi yang cukup banyak. Tidak hanya memamerkan bentuk miniatur saja, tetapi juga bentuk aslinya ikut dipajang guna menjadi fakta sejarah yang bisa kita jumpai.

replika kapal tradisional
replika kapal tradisional

Di dalam Museum ini terdapat cerita rakyat (foklore) serta syair lagu yang sering dinyanyikan oleh para nelayan Nusantara pada masa itu. Hal yang paling menarik dari Museum antik ini yaitu dipajang berbagai model kapal layar beserta perlengakapan kapal lainnya.

Anda juga bisa melihat alat-alat navigasi yang masih lengkap dengan kompas, teropong dan jangkar kapal pada zaman itu terus dijaga kelestariannya. Ada juga miniatur berbentuk mercusuar disertai dengan pulau atau jalur perdagangan yang pernah mewarnai Sunda Kelapa. Anda tidak diperkanankan merusak barang-barang yang ada di dalam museum ini.

Selain 19 buah perahu asli dan replika, pengunjung juga bisa melihat pameran koleksi TNI AL, kartografi, dan ada pula koleksi maket pulau Onrust. Di dalam Museum ini paling banyak terdapat lukisan, foto-foto, dan segala macam bentuk perahu. Ada banyak hal yang dapat anda lihat di sini dan beberpa dari koleksi tersebut sempat mengalami kerusakan karena insiden kebakaran.

Setelah mendatangi ruangan koleksi miniatur koleksi TNI AL, ini dia bagian paling bersejarah yaitu perlawanan kerajaan maritim Nasional terhadap penjajah. Penjajah di bidang maritim mendapat kecaman dari kerajaan besar di Indonesia antara lain kerajaan Samudera Pasai dan Sriwijaya.

Informasi mengenai pahlawan yang berjuang memperebutkan kembali Sunda Kelapa bisa dilihat di dalam Museum Bahari Jakarta. Pengunjung dapat merasakan betapa sangat berartinya pengusiran penjajah dari Suda Kelapa pada masa itu. Hingga kini nama pahlawan yang berguguran dibuat menjadi miniatur.

Selain dapat melihat peraralatan yang digunakan untuk berlayar, pengunjung juga bisa melihat alat persenjataan maritim. Ada juga persenjataan para pejuang Sunda Kelapa beserta prajurit kerajaan maritim di dalam museum ini. Lihat koleksi meriam dan persenjataan tradisional lengkap di sini. Dijamin anda akan melihat jelas betapa makmurnya Sunda Kelapa pada masa itu meskipun banyak terjadi pertumpahan darah.

Ada spot menarik yang bisa anda abadikan di sini yaitu bisa berfoto-foto di menara yang didirikan oleh Belanda. Selain itu pengunjung bisa melihat galangan kapal serta gudang rempah-rempah yang masih dijaga keasriannya hingga kini masih berdiri Museum Bahari andalan Indonesia.

Sambil menikmati pemandangan yang ada di sekitar museum, gelagang kapal sudah beralih menjadi tempat santai. Anda bisa bersantai-santai di sekitar restoran dan cafe sambil menikmati santapan. Memang sangat nampak arsitektur bangunan tua di Museum ini. Inilah yang menarik perhatian banyak wisatawan domestik maupun mancanegara berkunjung ke sini.

Ada banyak sekali manfaat yang bisa anda ambil dari bangunan bersejarah ini. Memang pengunjung yang datang ke Museum ini kebanyakan pelajar. Sejarah kemaritiman Nusantara dapat dipelajari oleh pelajar Indonesia yang terjun langsung ke lapangan. Jangan biarkan museum berserta kebudayaannya luntur ditelan oleh moderenisasi tempat wisata.

bagus buat pre-wedding
museum ini bagus buat pre-wedding

Informasi Alamat dan Jam Operasional Museum

Museum ini tidak terlalu jauh lokasinya dengan museum yang berada di kawasan kota tua seperti museum fatahillah jakarta.

Sebelum berkunjung, ketahui dahulu alamat Museum Bahari Indonesia yang terletak di Jalan Ikan No.1. Lokasi Museum ini berada di kawasan Sunda Kelapa di Kecamatan Penjaringan Provinsi Jakarta Utara. Alamat lengkap dan kontak nya sebagai berikut:

Jalan Pasar Ikan No. 1
Kawasan Sunda Kelapa, Kecamatan Penjaringan
Jakarta Utara, 14440
Telepon: 021-6692476 / 021-6693406
Fax: 021-6690518

Lebih dekat dengan sejarah kelautan Indonesia, Museum Bahari buka setiap hari Selasa-Minggu pada jam operasional dari pukul 9 pagi sampai pukul 3 sore. Meskipun hari libur sekolah, pengunjung juga bisa berkunjung ke sini.

Ada hal menarik lainnya yang bisa anda lakukan di sini, selain mempelajari sejarah kelautan Indonesia di Museum Bahari, anda juga bisa menikmati taman yang masih berada di dalam area museum. Biasanya Museum ini juga dijadikan sebagai tempat pre-wedding, asalkan sudah mendapat izin dari pihak pengelola. Selamat berkunjung kesini dan pastikan anda tetap menjaga kebersihan Museum.

Museum Joang 45, Bukti Sejarah Indonesia yang Wajib Anda Kunjungi!

museum joang 45

Museum Joang 45 adalah bukti sejarah dari perjuangan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Jika Anda berlibur ke Jakarta, maka tempat yang satu ini jangan sampai terlewatkan. Anda bisa belajar sejarah lebih dalam dan rasa cinta Anda pada tanah air pun akan semakin besar, seperti kata pepatah, “Jas merah, jangan pernah lupakan sejarah!”.

Sebelum berkunjung ke museum ini, tak ada salahnya untuk mengetahui seluk beluknya terlebih dahulu. Maka Anda akan menjadi pengunjung yang lebih berkualitas. Nah, berikut ini sekilas mengenai Museum Joang 45 yang akan mengubah pikiran Anda untuk mengunjunginya ketika berada di Jakarta.

Sejarah Museum Joang 45

museum joang 45

Pada masa pendudukan Belanda, bangunan yang berdiri pada tahun 1920-an ini diperuntukkan sebagai hotel dengan pengelola keluarga L.C. Schomper. Kemudian pada masa pendudukan Jepang, status hotel berubah menjadi kantor yang dikelola oleh Ganseikanbu Sendenbu. Semenjak itu, bangunan ini dijadikan sebagai tempat belajar politik.

Hingga pada akhirnya, bangunan ini jatuh kembali kepada Indonesia dan dijadikan sebagai museum atau tempat peninggalan sejarah. Salah satu bukti kekayaan Indonesia tentang sejarah. Baca tentang sejarah bangunan museum di sini.

Koleksi Museum Joang 45

Museum Joang 45 menyimpan banyak koleksi sejarah perjuangan kemerdekaan yang akan membuat Anda kagum terhadap jasa para pahlawan. Di antaranya, mobil dinas resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Pertama yang disebut juga sebagai mobil REP 1 dan REP 2, Mobil Peristiwa Pemboman di Cikini, dokumentasi dan lukisan yang mengisahkan perjuangan bangsa Indonesia pada tahun 1945 hingga 1950-an. Selain itu, terdapat patung-patung pahlawan yang telah berjuang di dalamnya yang dibuat dalam bentuk dada.

Fasilitas di Sekitar Museum Joang 45

Museum ini tidak hanya menyajikan berbagai koleksi yang menarik, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas lain yang mendukung. Di antaranya:

  1. Halaman belakang yang cukup luas dan teduh
  2. Bioskop Joang 45 yang khusus menayangkan film dokumenter dan film tentang perjuangan pada jaman dahulu
  3. Perpustakaan yang menyimpan referensi ilmiah, terletak di samping kanan gedung
  4. Kantin Joang yang menyediakan berbagai makanan yang lezat untuk para pekerja dan pengunjung museum
  5. Childernroom, ruang khusus untuk menunjang kreativitas anak
  6. Foto Studio, yang menyimpang banyak kostum pahlawan yang bisa disewa oleh pengunjung yang ingin berfoto
  7. Teater Anak
  8. Toko suvenir atau cendermata yang menjual barang-barang sebagai oleh-oleh pengunjung
  9. Masjid sebagai tempat ibadah.

Jangan khawatir karena Anda bisa beristirahat di fasilitas yang tersedia setelah atau di sela-sela mengamati setiap detail dari museum ini. Dengan fasilitas yang sangat menunjang tersebut, Anda bisa mengajak serta keluarga atau orang-orang tercinta untuk mengunjungi museum bersejarah ini.

Baca juga tentang museum sejarah jakarta di sini.

Alamat Museum Joang 45

Museum Joang 45 berlokasi di Jalan Menteng Raya No. 31, Kebon Sirih Menteng, Jakarta  Pusat. Letaknya tak jauh dari Tugu Tani. Lokasinya cukup strategis dan mudah dijangkau. Bagi Anda yang ingin mengunjungi museum ini, bisa menggunakan kendaraan pribadi, transportasi umum atau online.

Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk

Museum Joang 45 buka mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Harga tiket masuknya sekitar Rp 2.000,- (anak-anak), Rp 3.000,- (mahasiswa) dan Rp 5.000,- (dewasa). Harga tiket masuk tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Kegiatan yang diadakan di Museum Joang 45

Ada berbagai kegiatan atau aktivitas yang dapat dilakukan di museum ini. Museum Joang 45 berperan sebagai fasilitator yang dapat digunakan oleh masyarakat umum. Beberapa kegiatan yang kerap diadakan di museum ini antara lain sebagai berikut:

Aktivitas Reguler:

  1. Penyuluhan tentang museum
  2. Pameran dan diskusi
  3. Keterlibatan dalam Jabodetabek dan dalam daerah
  4. dan lain-lain.

Aktivitas Temporer

  1. Pekan Museum Joang, terbuka untuk umum, ada berbagai macam lomba atau kompetisi yang diadakan, antara lain lomba puisi, lomba pidato, lomba mewarnai, lomba melukis, lomba sejarah dan budaya.
  2. Napak Tilas Proklamasi
  3. Pameran Temporer
  4. Pameran Keliling
  5. dan lain-lain.

Jika Anda berminat untuk terlibat dalam salah satu kegiatan di atas, silakan menghubungi pengelola Museum Joang 45.

Kontak Pengelola Museum

Anda dapat menghubungi pengelola Museum Joang 45 ini, melalui:

Telp. (021) 390-9148 dan Fax (021) 392-3185
Email: museumjoangjakarta@yahoo.co.id

6 Manfaat Berkunjung ke Museum Ini

Masa lalu dalam bentuk sejarah merupakan hal penting yang harus kita ketahui. Ada banyak manfaat belajar atau berkunjung ke destinasi museum, antara lain:

1. Mengenal kisah sejarah bangsa Indonesia :

Kisah tentang sejarah bangsa Indonesia begitu kompleks. Bahkan setiap daerah di Indonesia memiliki sejarahnya masing-masing. Namun, yang paling penting untuk diketahui ialah sejarah tentang lahirnya Indonesia atau yang dikenal dengan kemerdekaan dimana menceritakan cikal bakal terbentuknya Indonesia hingga seperti sekarang ini.

2. Memahami proses perjuangan para pahlawan :

Kemerdekaan tidaklah diperoleh dengan mudah, butuh perjuangan yang teramat sulit. Dari perjuangan para pahlawan tersebut, kita akan belajar lebih baik dalam menghadapi kehidupan ini. Ingatlah bahwa pengalaman adalah guru terbaik.

3. Menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air :

Sebagai bangsa Indonesia sudah sepantasnya kita menanamkan rasa cinta terhadap tanah air yang mendalam. Tanamkanlah di dalam hati kita untuk menjaga tanah air ini dengan penuh rasa cinta. Sebarkan semangat tersebut pada orang-orang di sekitar kita.

4. Menyegarkan pikiran :

Refreshing tidak harus ke tempat-tempat yang jauh atau mewah. Tempat-tempat bersejarah seperti Museum Joang 45 ini bisa menjadi destinasi wisata yang terbaik. Bahkan Anda bisa menemukan hal-hal baru di tempat ini yang belum pernah Anda temukan di tempat lainnya.

5. Sebagai hiburan :

Setiap manusia memerlukan hiburan untuk menghindari stres akibat aktivitas sehari-hari yang begitu padat. Berkunjung ke museum ini bisa menjadi hiburan murah yang mengasyikkan.

6. Menuliskan tentang kekayaan Indonesia :

Bagi Anda yang suka menulis blog, artikel atau cerpen/novel dan lain sebagainya. Museum Joang 45 ini bisa menjadi topik yang menarik untuk dikembangkan. Siapa tahu jika Anda akan menemukan inspirasi baru untuk menulis atau membuat vlog (video blog) dan lain sebagainya.

Saat Anda merasa suntuk atau jenuh dengan aktivitas sehari-hari, maka ini saatnya Anda keluar dari rutinitas sesaat untuk menyegarkan pikiran dengan berkunjung ke Museum Joang 45 ini. Anda tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga dan budget untuk menikmati berbagai fasilitas menarik di dalamnya. Bahkan selain pikiran Anda menjadi fresh atau segar kembali, rasa cinta Anda terhadap tanah air pun akan semakin meningkat.

Nah, itulah beberapa ulasan mengenai Museum Joang 45. Semoga bermanfaat bagi Anda yang membaca artikel ini. Daripada berlarut-larut dalam rasa penasaran, sebaiknya rencanakanlah kunjungan Anda ke museum ini sekarang juga! Jangan lupa untuk mengajak serta orang-orang terdekat Anda! Selamat berlibur dan selamat belajar tentang sejarah Indonesia!

Copyright Museum Jakarta 2019
Shale theme by Siteturner