Sejarah Museum Minyak dan Gas Bumi “Graha Widya Patra” TMII

museum minyak bumi dan gas

– Museum Minyak dan Gas Bumi “Graha Widya Patra” TMII –

Mengunjungi tempat-tempat menarik seperti museum ternyata memberi banyak manfaat baik dari sisi pengetahuan ataupun dari segi nilai sejarahnya.

Ketika kita mencari satu museum yang unik, maka ada satu di Jakarta atau tepatnya di area TMII. Museum ini mampu memberi ferensi unik tersendiri yakni museum Minyak dan Gas Bumi”Graha Widya Patra” TMII.

museum minyak dan gas bumi

Mungkin Anda belum mengetahui seluk beluk tentang museum yang satu ini. Apa saja keunggulan dan koleksi menarik di museum ini. Maka dari itu mari kita ulas bersama dalam artikel ini.

Sejarah Museum Minyak dan Gas Bumi

Sejarah awal pembangunan museum Graha Widya Patra ini muncul pada konvensi IPA tepatnya pada bulan Oktober 1985. Pada konvensi IPA yang ke 14 tersebut, awalnya dicetuskan sebuah Monumen Peringatan 100 TahunUsaha Perminyakan Indonesia.

Pembangunan monumen memakan waktu kurang lebih dua tahun kemudian Presiden Soeharto meresmikan hasil akhir pembangunan tepat pada 20 April 1989.

Jika kita lihat, lokasi dari Museum Graha Widya Patra ini berdekatan dengan lokasi wisata Taman Burung dengan bentuk unik serta berbagai macam bangunan yang menarik.

Terdapat pula gedung Museum Listrik dan Energi Baru kemudian di sisi lain ada Monumen KTT Non Blok hingga bagian timur terdapat kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Pembangunan museum Minyak dan Gas Bumi Graha Widya Patra TMII tersebut memang bertujuan untuk memperingati kinerja pembangunan hingga pengembangan teknologi sumber daya minyak dan gas bumi di Indonesia.

Oleh karena itu lokasi pembangunannya berdekatan dengan TMII yang dimaksudkan sebagai pusat pengetahuan bagi masyarakat.

Dari gedung museum Graha Widya Patra terlihat sebuah danau buatan di bagain depan. Kemudian masih ada anjungan lepas pantai yang di sisi kanan dan kiri terdapat dua tangki timbun hingga jembatan penyeberangan.

Meskipun masih bertajuk pengetahuan, akan tetapi di dalam Museum Minyak dan Gas Bumi Graha Widya Patra (TMII) juga memiliki Ruang Sejarah sebagai satu sajian informasi kepada pengunjung mengenai teknologi pemanfaatan minyak bumi.

Banyak kalangan menyatakan bahwa Museum Graha Widya Patra selalu menghadirkan keunikan tersendiri dibandingkan museum lainnya. Jadi tidak heran jika berbagai kalangan selalu mengunjungi tempat bersejarah ini sebagai tempat menarik dalam mengakses informasi mengenai teknologi perminyakan di Indonesia.

Koleksi Museum Minyak dan Gas Bumi

Area Luar Gedung

Pengunjung bisa melihat berbagai benda peraga yang sengaja di pamerkan di area luar gedung. Bahkan Anda masih bisa melihat pompa bensin engkol yang dibuat pada tahun 1930 ditambah lagi truk logging berusia tua, bahkan sampai pompa jenis angguk Cobadish yang menjadi sumbangan dari PPT MIGAS Cepu.

Tidak cukup sampai disitu saja, Museum Graha Widya Patra juga memperlihatkan kilang Sungai Gerong, Crode Battery, hingga kepala sumur Cinta-1 yang saat ini dikenal sebagai sumur produksi lepas pantai paling awal di Indonesia.

Lantai Dasar

Berpindah ke lantai dasar Museum Graha Widya Patra terlihat mini theater dimana pengunjung dapat menyaksikan berbagai tayangan film animasi seperti Asal Usul Minyak Bumi, Aku Juga Berasal Dari Minyak, hingga film dokumenter bertajuk produksi minyak lepas pantai di Indonesia.

Masih berada di lantai dasar, dimana gedung utama menyimpan Ruang Peran yang memperlihatkan informasi mengenai pentingnya Migas yang saat ini sebagai sumber energi hingga penghasil minyak ataupun produk non BBM.

Bahkan dari peraga lain juga memperlihatkan pohon minyak dengan berbagai cabang memperlihatkan produk-produk yang dihasilkan dari proses pengolahan minyak dan gas.

Ruang Sejarah

Tidak hanya menampilkan produk pengolahan migas saja, akan tetapi museum Graha Widya Patra ini juga menghadirkan ruang sejarah tepatnya di lantai bawah gedung utama museum.

Dari ruang sejarah pengunjung bisa melihat berbagai sejarah perkembangan teknologi pengolahan minyak dan gas bumi. Sejarah perkembangan ini dimulai pada zaman prakomersial hingga berbagai usaha perintis di sektor perminyakan.

Selain itu, pengunjung juga bisa melihat bagaimana perkembangan industri perminyakan pada masa Hindia Belanda sampai penjajahan Jepang.

Tidak cukup sampai disitu saja karena pengunjung masih bisa melihat secara detail sejarah lain sampai prediksi fungsi migas di masa depan.

Tengah Gedung Utama

Pengunjung juga dapat menikmati diorama mengenai Peradaban Manusia yang berlokasi di tengah gedung utama ataupun di sepanjang ram terutama Anjungan Kegiatan Hulu.

Dari situlah pengunjung bisa melihat perkembangan tentang peradaban manusia setelah mampu mengolah minyak bumi bahkan diterangkan juga seperti apa malapetaka yang bisa dihadapi jika memakai migas ataupun mengabaikan kelestarian lingkungan.

Sisi Kanan Gedung Utama

Bila ingin melihat lebih dalam lagi, Anda bisa langsung ke sisi kanan Gedung Utama yang mana memberikan tampilan Anjungan Kegiatan Hulu berbentuk tangki timbun minyak.

Selain itu, pengujung juga dapat mengamati seperti apa proses terjadinya fosil sebagai bahan dasar minyak bumi, kemudian bagaimana proses pencarian cadangan miniyak tersebut sampai bagaimana proses pengeboran sumur hingga produksi terakhir.

Jadi, ada banyak koleksi ataupun diorama yang disajikan di dalam Museum minyak dan gas bumi Graha Widya Patra (TMII) ini. Itulah kenapa kemudian museum ini menjadi tempat menarik untuk dikunjungi.

diorama proses pengeboran

Aktivitas Pengunjung di Museum Minyak dan Gas Bumi

Tidak hanya dengan melihat dan menyimak berbagai diorama dan film saja, akan tetapi pengunjung juga bisa menikmati berbagai sajian menu makanan di kantin sekitar museum.

Kemudian terdapat wahana sepeda air sebagai satu tempat rekreasi keluarga. Menariknya lagi terdapat pula perpustakaan yang menjadi salah satu lokasi menarik untuk menggali pengetahuan seputar sumber daya alam minyak bumi beserta gas.

Lokasi dan Harga Tiket

Untuk mengakses Museum Graha Widya Patra TMII. Anda bisa menuju area wisata di Taman Mini Indonesia Indah, Jalan Raya Taman Mini, Jakarta Timur.

Kemudian untuk nomor teleponnya adalah 021-8401686. Sedangkan harga tiketnya terbilang cukup murah yakni sebesar Rp 2000 saja untuk diorama dalam, sedangkan di bagian luarnya hanya Rp 500 saja.

Jadi pengunjung bisa menuju ke museum mengandalkan berbagai alat transportasi mulai dari Transjakarta, bus, ataupun kendaraan pribadi.

Hari Operasional

Selain menyajikan harga tiket terjangkau, Museum Graha Widya Patra juga menghadirkan hari operasional yang menguntungkan bagi masyarakat. Yakni buka pada hari Selasa sampai Minggu tepatnya pukul 08.30-16.00.

Jadi setiap pengunjung bisa menikmati semua peragaan baik di luar maupun di dalam museum dengan mudah pada hari-hari kerja. Untuk hari Senin museum tidak dibuka.

Melihat berbagai macam sejarah pengolahan minyak bumi beserta gas membuat kita semakin mengerti bagaimana cara menghemat hingga memakai secara tepat semua sumber daya alam di bumi.

Maka dari itu, ketika Anda belum mendapat tempat menarik untuk liburan keluarga cobalah gunakan waktu dengan berkunjung ke Museum Graha Widya Patra ini.

Museum ini merupakan wahana rekreasi dan edukasi sampai sekarang. Museum ini juga banyak diminati oleh berbagai kalangan pelajar dan masyarakat umum.

Biasanya musem akan terlihat ramai pada akhir pekan ataupun saat liburan sekolah, jadi Anda harus memperhitungkan waktu lebih tepat.

Museum Purna Bhakti Pertiwi (TMII)

museum purna bhakti pertiwi

“Mengisi Waktu Luang Dengan Mengunjungi Museum Purna Bhakti Pertiwi (TMII)”

Mengisi waktu luang di akhir pekan dengan liburan, menjadi hal yang menyenangkan. Selain itu, berlibur juga dipercaya akan menambah pengalaman dan akan memberikan dampak positif terhadap tubuh.

Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan objek wisata. Kali ini, kami tidak akan mengulas tetang ribuan destinasi berlibur tersebut. Mengulas tetang tujuan wisata bersejarah menjadi topik tulisan kami kali ini.

museum purna bhakti pertiwi tmii

Mengunjungi museum menjadi kegiatan berlibur yang sangat berkesan. berlibur ke museum bisa mendapatkan banyak pengetahuan sejarah serta pengalaman yang susah dilupakan. Objek yang dipamerkan dimuseum, umumnya memiliki history dan nilai sejarah tersediri sehingga bisa dipastikan tidak mudah kita jumpai di tempat lain.

Kali ini kami akan mengulas salah satu museum yang berada diarea Taman Mini Indonasia Indah. Sebut saja namanya museum Purna Bhakti Pertiwi. Museum ini menjadi salah satu museum yang perlu kami rekomendasikan untuk dikunjungi. Museum ini, memiliki banyak koleksi yang unik, menarik dan yang pasti akan memberikan nilai sejarah tersendiri untuk Anda.

Sejarah Museum Purna Bhakti Pertiwi

Museum Purna bhakti Pertiwi (TMII) diresmikan pada tanggal 23 Agustus 1993, yang mana dilakukan oleh Presiden kedua Indonesia Bapak Soeharto.

Peresmian museum ini bertepatan dengan ulang tahun Ibu Tien Soeharto yang ke 70 tahun. Beliau merupakan salah satu pendiri dan juga pemrakarsa berdirinya museum ini.

Luas dari bangunan museum ini adalah 2.09 meter persegi dan dibangun di atas tanah yang memiliki luas 19,7 hektar.

Objek Dapat Dilihat Di Museum Purnabhakti Pertiwi

Museum Purnabhakti Pertiwi (TMII) merupakan sebuah wahana pelestarian dari beberapa benda yang memiliki nilai sejarah terkait perjuangan dan pengabdian HM Soeharto dan Ibu Tien Soeharto kepada bangsa Indonesia.

Benda – benda bersejarah tersebut dikumpulkan sejak masa perang kemerdekaan sampai dengan masa pembangunan.

benda koleksi di museum purna bhakti pertiwi

Sebagai sebuah objek wisata edukasi, museum ini juga menyimpan beberapa benda seni yang memiliki mutu tinggi. Koleksi tersebut didapatkan oleh Bapak Soeharto dan juga Ibu Tien Soeharto dari berbagai kalangan.

Benda bersejarah tersebut diantaranya didapatkan dari rekan ataupun sahabatnya sebagai cenderamata. Museum ini juga mempunyai koleksi sebanyak 13.000an benda yang berhubungan dengan peranan sejarah pengabdian Bapak Soeharto.

7 Alasan kenapa perlu berkunjung ke museum ini:

  1. Sebagian besar koleksi tersebut dirawat dan disimpan oleh Ibu Tien Soeharto sebagai pendamping setia Bapak Soeharto. Ibu Tien ini kemudian menyadari, bahwa pengalaman hidup Bapak Soeharto tidak hanya milik keluarga semata, namun juga milik bangsa Indonesia. Oleh karena itu beberapa barang pribadi dan juga cenderamata yang dimiliki harus dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Dan tentu saja tempat yang terbaik untuk menyimpan semua benda tersebut adalah museum, yaitu Museum Purna Bhakti Pertiwi.
  2. Berkunjung ke museum tentu saja untuk melihat beberapa benda dan objek sejarah yang disimpan di museum tersebut. Pada saat Anda memasuki area utama Museum Purnabhakti Pertiwi (TMII), terdapat dua buah patung penari Bali dari uang kepeng yang mana ada di kanan lintasan. Kemudian juga terdapat patung Ibu Tien Soeharto pada arah depan. Museum ini diresmikan tepat pada peringatan ulang tahun Ibu Tien Soeharto yang ke 70, tepatnya 3 tahun sebelum kematiannya. Lalu, terdapat sebuah patung petani bersama dengan kerbaunya yang disepuh menggunakan bahan emas. Ada juga sebuah patung kuda yang berasal dari Tiongkok. kemudian patung kuda tembaga yang berasal dari Juanda dan juga sebuah miniatur Kapal Sembilan Naga Kekaisaran Tiongkok yang dibuat dari batu jenis jade Nephrite yang berasal dari provinsi Xinjiang, Tiongkok.
  3. Selanjutnya terdapat objek ukiran halus yang menggambarkan seorang penghuni hutan dengan bahan kayu yang berukuran besar. Terlihat berdiri dengan tegak pada ruang utama museum tersebut. Di zaman orde baru memang tidak sulit untuk bisa mendapatkan kayu dengan kualitas tinggi dan ukuran yang besar, hal tersebut karena di zaman tersebut juga berlangsung dengan eksploitasi hutan secara besar – besaran. Dengan demikian pedagang kayu jati pada umumnya dapat meraih keuntungan yang sangat besar. Terlebih lagi pada saat membangun sebuah rumah pejabat yang royal pada uangnya.
  4. Kemudian terdapat objek sebuah mangkuk beserta penutupnya yang terbuat dari perak. Ada juga patung gajah yang terbuat dari kayu yang dilapisi perak serta miniatur gading asli. Terdapat banyak sekali barang berharga yang terbuat dari perak serta gading di Museum Purnabhakti Pertiwi (TMII) ini. Selain itu juga terdapat koleksi patung penari Melayu yang dibuat dari perak. Patung ini pemberian dari penasehat ekonomi yang berasal dari Malaysia dan juga kereta kerajaan yang dibuat dari perak pula. Kereta tersebut diberi nama Kanjeng Kyai Garuda Yaksa.
  5. Selanjutnya terdapat objek yang tak kalah menarik yaitu patung karya dari Agung Bunakur Partawijaya yang berasal dari Jawa Tengah. Patung ini dibuat pada tahun 1992. Memiliki tinggi kurang lebih 2,15 meter. Patung ini menggambarkan sepenggal kisah dari Mahabharata mengenai kelahiran Parikesit yang merupakan anak dari Abimanyu. Sedangkan Abimanyu merupakan anak Arjuna. Selain itu juga terdapat sebuah pohon Johar dengan tinggi 3,45 meter karya I Ketut Moderen Bali, yang mana merupakan sebuah pemberian dari keluarga Sudwikatmono.
  6. Selain itu di Museum Purnabhakti Pertiwi (TMII) ini juga memiliki koleksi kepeng yang merupakan sebuah mata uang kuno dan masih digunakan untuk ritual keagamaan yang ada di Bali. Kemudian terdapat pula sebuah ukiran yang merupakan kisah dari Nawa Sangat ataupun Sembilan Dewa Pelindung di dalam agama Hindu yang menjaga 9 arah dari mata angin. Selain itu juga terdapat sebuah ukiran di akar kayu yang indah dan beberapa koleksi gading yang sengaja diukir dengan kisah Ramayana.
  7. Terdapat banyak koleksi yang berharga seperti miniatur kapal yang terbilang rumit namun sangat indah dimana terbuat dari perak dan tentu saja masih ada banyak lagi koleksi lain yang dapat Anda lihat dan nikmati di museum ini.
gading gajah di museum

Alamat Dan Nomor Telepone Resmi

Untuk Anda yang ingin mengunjungi Museum Purna Bhakti Pertiwi. Anda bisa mengunjungi museum ini di Jalan Raya Taman Mini Pintu 1, Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Dan jika ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, maka Anda bisa menghubungi nomor telephone 0218401604 ataupun melalui fax di 0218411464.

Jam Operasional Dan Harga Tiket Masuk

Untuk bisa masuk ke dalam area Museum Purna Bhakti Pertiwi, Anda akan dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp 2.000 untuk orang dewasa dan Rp 1.000,- untuk anak-anak. Harga tiket masuk terbilang sangat murah karena hanya dengan harga tiket tersebut nantinya Anda sudah dapat bermain sepuasnya. Dan juga akan mendapatkan pengalaman sejarah yang tak terlupakan.

Jam operasional Museum Purnabhakti Pertiwi (TMII) ini adalah hari Senin sampai dengan Sabtu pada pukul 09.00 sampai dengan 16.00, sedangkan untuk hari Minggu memiliki jam operasional 09.00 sampai dengan 18.00.

Wisata Sejarah ke Museum Olahraga TMII

museum olahraga nasional

Museum olahraga TMII. – Jalan-jalan untuk liburan di ibukota memang banyak pilihan. Mungkin Anda juga sudah membuat daftar destinasi berlibur yang ingin dikunjungi. Liburan sambil mengajak satu keluarga pergi beramai-ramai memang sangat mengesankan. Terutama bagi Anda yang datang dari luar kota.

Perjalanan pun jadi lebih seru dan menyenangkan bersama keluarga. Jika berlibur sambil mengajak anak-anak, alangkah baiknya untuk menyempatkan berkunjung ke tempat wisata sejarah. Jika Anda berencana berlibur ke tempat bersejarah, kali ini akan kami ulas tetang museum olahraga TMII yang bisa menjadi tambahan rujukan untuk Anda. Yang jelas pergi berlibur ke museum akan memberikan nuansa traveling-nya terasa beda.

Nah, sebelum masuk, dari luar saja kita sudah bisa melihat bangunan yang bentuknya amat sangat unik. Yakni, gedung dengan atap yang didesain menyerupai bola dengan nuansa warna merah dan putih. Bangunan museum ini sendiri menghadap ke arah Theater Imax Keong Mas Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta.

museum olahraga nasional tmii

Museum tersebut adalah Museum Olahraga TMII. Bangunannya berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektar dan luas bangunan adalah 3.000 meter persegi dengan tiga lantai.

Sejarah Museum Olahraga TMII

Museum Olahraga didirikan, tepatnya pada tanggal 4 Oktober 1987. Yang melakukan peletakan batu pertama adalah Menko Kesra Alamsyah Ratu Prawira Negara.

Pembangunan museum olahraga ini bermula dari gagasan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, lalu kembali dicetuskan oleh Abdul Gofar pada tahun 1986, kemudian lokasinya ditetapkan di Taman Mini Indonesia Indah.

Untuk rancangan bangunan ini sendiri, pengerjaannya dipercayakan kepada Ir. Zaini Rachiman. Sementara, pola beserta isi dari museum tersebut disusun oleh tim dengan diketuai I Nyoman Nuarte.

Bangunan museum ini cetak birunya ditandatangani oleh ibu Tien Soeharto pada 1 Juli 1987. Kemudian, seperti disebutkan tadi, peletakan batu pertama pada 4 Oktober 1987 dilakukan oleh Alamsyah Ratu Perwira Negara.

Lalu diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 April 1989 yang mana bertepatan dengan HUT TMII ke-14.

Apa saja yang bisa kita lihat di Museum Olahraga TMII?

Lantai 1

1. Ruang Pamer Motto Olahraga

Jadi, di lantai 1 kita bisa melihat Ruang Pamer Motto Olahraga. Di sini terdapat motto-motto olahraga mulai dari yang nasional hingga internasional. Di antaranya sportivitas, lalu perjuangan serta persaudaraan, beserta foto-foto sebagai ilustrasi nilai-nilai itu.

2. Ruang Pamer Sejarah Olahraga Nasional

Kemudian, beranjak ke Ruang Pamer Sejarah Olahraga Nasional ada sejarah awal mula muncul kegiatan olahraga di Indonesia. Mulai dari PON I, Asian Games, PSSI hingga pembukaan stadion Sriwedari Solo dan Stadion Utama Gelora Bung Karno.

3. Ruang Pamer Sejarah Olahraga Antar Bangsa

Jika tadi ruang pamer nasional, maka berikutnya adalah Ruang Pamer Sejarah Olahraga Antar Bangsa. Di sini ditampilkan foto-foto Asean Games I pada tahun 1951 yang diselenggarakan di New Delhi dan Asean Games IV pada tahun 1962 yang digelar di Jakarta. Ada pula pertama kalinya Kontingen Indonesia ikut serta dalam Olimpiade di Helsinski, Finlandia tahun 1952.

4. Ruang Pamer Tokoh Olahraga

Selanjutnya ada Ruang Pamer Tokoh Olahraga di mana kita bisa menyaksikan orang-orang tokoh penting olahraga tanah air. Mereka yang memajukan dunia olahraga Indonesia, mulai dari kalangan birokrasi, ketua Organisasi Olahraga Indonesia, hingga atlet-atlet.

5. Ruang Pamer Olahraga Prestasi

Berikutnya adalah Ruang Pamer Olahraga Prestasi yang menyajikan barang-barang dari bermacam cabang olahraga anggota KONI, yakni alat-alat permainan olahraga lalu ada medali, piala dan ada pula foto-foto atlet ketika menang dalam kejuaraan suatu cabang olahraga, dan juga ada sejarah KONI ketika berdiri.

6. Ruang Games Interaktif Olahraga

Sementara di Ruang Games Interaktif Olahraga para pengunjung bisa mencoba memainkan berbagai permainan interaktif olahraga di antaranya menembak, bermain golf, mengukur kekuatan pukulan dan lain-lain.

7. Ruang Pamer Kontemporer

Lalu di Ruang Pamer Kontemporer diselenggarakan pameran periodik dengan tema tertentu, atau berdasarkan cabang olahraga serta masa periode keolahragaan, dan ada pula berbagai macam produk keolahragaan.

8. Ruang Pamer Berita Olahraga

Di Ruang Pamer Berita Olahraga pengunjung bisa melihat tampilan tentang pendakian Puncak Everest oleh Tim Kopassus pada tahun 1997. Ada juga berbagai macam benda yang digunakan ketika penaklukan Puncak Everest, lalu ada pula kronologi pendakian hingga piagam penghargaan untuk pendakian Everest tersebut.

Selain itu juga terdapat replika untuk Perahu Pinisi serta replika dari KRI Dewaruci dan juga KRI Arung Samudra. Ditampilkan juga daftar nama penerima penghargaan Negara tahun 2001 karena prestasi yang diraih para olahragawan dalam mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Lantai 2

1. Ruang Pamer Olimpiade, Sea Games, Asean Games dan Para Games

Nah, sekarang kita beranjak ke lantai dua. Ada Ruang Pamer Olimpiade, Sea Games, Asean Games dan Para Games yang menampilkan Indonesia ketika ikut serta di berbagai event olahraga baik regional maupun internasional dan juga peraihan hasil dari para atlit.

2. Ruang Pamer Olahraga Tradisional

Lalu, di Ruang Pamer Olahraga Tradisional terdapat berbagai macam permainan tradisional dan asal-usulnya seperti beraneka alat permainan serta cara bermainnya yang berasal dari 27 provinsi di Indonesia.

3. Ruang Pamer PON

Kemudian ada Ruang Pamer PON yang menampilkan segala sesuatu tentang PON I sampai PON XVII dan seperti apa para atlet berjuang untuk menorehkan prestasi di cabang-cabang olahraga yang diikuti.

Adapun dari koleksi di Ruang Pamer PON pengunjung bisa melihat falsafah PON, janji wasit dan atlet, lalu ada medali, obor hingga gambar dari 27 provinsi asal para peserta PON serta maskot PON ke-XVI di Jatim.

lantai 3

1. Ruang Pamer Hall of Fame

Yang terakhir adalah lantai 3 di sini terdapat Ruang Pamer Hall of Fame. Ditampilkan tokoh olahragawan yang meraih prestasi dalam kancah dunia serta menjadi tokoh pertama yang mencapai prestasi.

Di Ruang Pamer Hall of Fame juga ada diorama berbagai permainan tradisional yang berasal dari macam-macam provinsi di Indonesia, dengan bentuk lukisan serta patung yang berukuran utuh. Di antaranya karapan sapi dari Madura, lalu lompat batu dari Pulau Nias, hingga dayung berdiri dari Papua.

2. Auditorium

Selain Ruang Pamer juga ada fasilitas pendukung di Museum Olahraga Nasional yakni auditorium, kemudian ruang serba guna, lalu ada ruang fitnes, lapangan tenis serta kantin, yang mana masyarakat umum bisa menggunakannya.

Kemudian, setiap hari Minggu pagi digelar acara Minggu Ria yakni senam aerobik yang bisa diikuti oleh masyarakat umum. Senam ini sendiri dilaksanakan di halaman museum.

Akses ke Museum Olahraga TMII

Bagi pengunjung yang ingin pergi ke Museum Olahraga TMII, maka bisa naik bus Transjakarta Koridor 10 Tanjung Priok – Cilitan, lalu turun di Pusat Grosir Cilitan. Selanjutnya naik angkutan kota T02 dan turun langsung di depan pintu masuk TMII. Sementara, jika naik bus Transjakarta koridor 9 Pinang – ranti Pluit, nanti turunnya di dekat Tamini Square.

Alamat: Jalan Raya Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur

Nomor Telepon: 021 – 8401685

Jam operasional: Selasa – Minggu pukul 09.00 – 16.00

Harga tiket masuk: Rp 5.000

Begitulah sekilas informasi mengenai Museum Olahraga TMII. Wisata sejarah ini dapat sekaligus menjadi wisata edukasi. Museum Olahraga memang bertujuan memberi informasi mengenai atlet olahraga Indonesia dan berbagai prestasi yang telah diraih.

Juga menampilkan berbagai sejarah olahraga tanah air yang berasal dari berbagai provinsi. Tidak hanya itu saja, dengan adanya berbagai fasilitas di sana maka pengunjung juga dapat mengetahui tentang manfaat penting olahraga untuk kesehatan tubuh. Nah, selamat jalan-jalan sambil olahraga, ya!

Baca Ini Sebelum Berkunjung Ke Museum Fauna Indonesia (TMII) !

museum fauna indonesia

Museum Fauna Indonesia. Berwisata sambil belajar memang perlu. Bukan hanya untuk anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Salah satu hal yang menarik untuk ditelusuri ialah fauna atau hewan.

museum fauna indonesia

Berkunjung ke habitat aslinya seperti hutan mungkin terlalu berbahaya bagi Anda yang tidak biasa. Sebagai alternatifnya, Museum Fauna Indonesia yang terdapat di kawasan Taman Mini Indonesia Indah ini bisa menjadi yang paling recommended untuk Anda yang ingin berwisata sambil belajar tentang keragaman fauna yang ada di Indonesia.

Anda bisa mengajak serta keluarga untuk mengunjungi destinasi yang satu ini. Namun, sebelum beranjak ke sana, terlebih dahulu bacalah uraian mengenai Museum Fauna Indonesia di bawah ini.

Sejarah Museum Fauna Indonesia

Museum Fauna Indonesia atau yang disebut juga dengan Museum Komodo, merupakan sebuah museum yang menyimpan beragam koleksi satwa langka di Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Satwa tersebut telah diawetkan sebelumnya sehingga bentuknya menyerupai patung.

Pembangunan museum ini memerlukan waktu kurang lebih satu tahun, mulai tanggal 1 Oktober 1975 sampai dengan tanggal 1 Juli 1976. Dan diresmikan pada tanggal 20 April 1978 secara langsung oleh Presiden Soeharto.

museum komodo

Pada tanggal 20 April 2001, di sekitar kawasan Museum Fauna Indonesia ini dibangun Taman Reptilia yang menyimpan berbagai jenis binatang reptil dalam keadaan hidup yang dirawat dan dipelihara hingga saat ini.

Fasilitas di Museum Fauna Indonesia

Museum Fauna Indonesia dibangun dengan arsitektur komodo, satwa purba yang hingga kini masih ada di Indonesia. Tepatnya di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Museum dengan luas bangunan sekitar 1.500 m² ini berdiri di lahan yang memiliki luas sekitar 10.120 m².

Pada bagian depannya terdapat sebidang taman dengan dua patung komodo yang saling berpelukan. Terdapat sebuah kolam kecil-kecil yang berisi kura-kura di bagian kanan gedung museum ini. Sementara di bagian kirinya, terdapat kumpulan biawak dan sejenisnya.

koleksi di museum komodo

Museum Fauna Indonesia terdiri atas dua lantai. Di dalam satu museum terdapat sekitar 150 jenis binatang asli yang telah diawetkan dan ditempatkan pada ruang kaca lengkap dengan replika habitatnya.

Lantai 1

Lantai pertama dilengkapi dengan koleksi berbagai jenis mamalia dan dan reptilia seperti di habitat aslinya. Hewan yang telah langka seperti komodo, beruang, harimau dan gajah dapat dilihat di sini. Pengunjung juga dapat melihat beragam jenis kupu-kupu, keong, kepiting, udang, serangga dan sebagainya.

Lantai 2

Lantai kedua di Museum ini berisikan beragam jenis burung yang ditempatkan sesuai dengan habitatnya. Seperti jenis burung yang dapat hidup di kebun, sawah, hutan, rawa, pantai, laut dan pegunungan mulai dari Sabang sampai Merauke.

Tak jauh dari gedung museum ini, dibangun Taman Reptilia yang berisikan hewan-hewan reptil yang hidup dan memiliki keunikan. Diantaranya komodo, kadal, biawak, ular sanca, ular berkaki, king kobra, kura-kura leher ular, penyu, kura-kura buaya, kodok, iguana, buaya dan lain sebagainya.

Tidak sekedar melihat dari jauh, pengunjung juga bisa menyentuhnya dengan pengawasan dari petugas ahli.

Fasilitas yang ada di Museum ini sudah cukup memadai. Diantaranya terdapat tempat parkir kendaraan, kursi taman, toilet umum dan lain-lain.

Jika pengunjung mulai merasa lelah saat berjalan mengamati setiap isi di dalam museum, pengunjung bisa beristirahat di kursi-kursi taman yang telah disediakan.

Lokasi dan Kontak Pengelola Museum

Museum Fauna Indonesia berada di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, lebih tepatnya di Jalan Taman Mini Indonesia Indah, RW. 2, Ceger, Cipayung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13820.

Museum ini dapat dijangkau dengan menaiki Bus Transjakarta koridor 10 dengan jurusan Priok – Cililitan.

Turunlah di depan Pusat Grosir Cililitan. Kemudian perjalanan diteruskan dengan menaiki angkutan T02 yang langsung menuju pintu masuk TMII.

Pengunjung juga bisa menggunakan Transjakarta koridor 9 dengan jurusan Pinang – Ranti Pluit, lalu turun di kawasan Tamini Square.

Lokasi Museum ini terletak di tengah perkotaan yang tidak sulit untuk ditemukan dan memudahkan pengunjung yang ingin menggunakan kendaraan pribadi.

Bagi Anda yang ingin mengadakan acara tertentu di Museum ini atau semacamnya, silakan menghubungi kontak pengelolanya di bawah ini:

  • Telp. 021-8409521
  • Faks. 021-8409281

Anda dapat menghubungi pengelolanya selama jam kerja. Atau bisa juga datang langsung ke lokasinya.

Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk

Jam buka Museum Fauna Indonesia (TMII) ini mulai dari Senin – Minggu mulai pukul 09.00 hingga pukul 16.00 WIB.

Harga tiket masuk ke museum ini cukup terjangkau yakni Rp 10.000,- per orang.

Tips Berkunjung ke Museum Fauna Indonesia

Apabila Anda ingin berkunjung ke museum ini dan menikmati segala fasilitasnya dengan maksimal, maka Anda harus memperhatikan beberapa hal di bawah ini:

1. Jangan berkunjung di akhir pekan atau hari libur nasional

Pada waktu-waktu tersebut, harga tiket bisa lebih mahal dan jumlah pengunjung membludak. Alhasil ruang gerak Anda pun menjadi terbatas dan hampir hanya sedikit fasilitas yang mungkin bisa Anda nikmati dengan leluasa.

2. Berkunjung mulai dari pagi hari

Pagi merupakan waktu yang tepat untuk memulai aktivitas. Pada jam-jam sekitar pukul 05.00 hingga pukul 09.00, matahari belum begitu tinggi sehingga tidak terlalu panas. Justru sinar matahari di jam ini dinilai lebih menyehatkan tubuh.

Nah, jika Anda ingin berkunjung ke Museum Fauna Indonesia, berangkatlah dari lokasi Anda sejak pagi hari. Lebih baik lagi saat matahari baru muncul. Selain bisa terhindar dari kemacetan ibukota, Anda juga dapat terhindar dari keringat yang bercucuran karena panasnya cuaca.

3. Bawalah bekal dari rumah

Meski nantinya di lokasi museum terdapat kantin atau warung makan. Tak ada salahnya membawa bekal makanan yang lebih sehat dan higienis. Pengeluaran Anda juga jadi lebih hemat.

4. Bersikap sopan santun dan mematuhi peraturan

Berlibur ke mana pun, Anda harus menjaga sikap dan perilaku sesuai dengan norma yang berlaku. Patuhi semua peraturan yang ada. Jangan coba-coba untuk melanggarnya karena hal buruk bisa saja terjadi pada Anda!

5. Kamera, benda yang wajib dibawa saat berlibur!

Benda yang satu ini jangan lupa untuk dimasukkan ke dalam tas. Paling tidak, Anda wajib membawa handphone berkamera yang resolusinya bagus. Abadikan setiap momen liburan Anda yang berkesan melalui tangkapan kamera. Foto-foto yang telah diambil tersebut akan sangat berharga di kemudian hari.

Bagi Anda yang berada di Jakarta untuk menetap atau sekadar berkunjung, silakan mengunjungi Museum Fauna Indonesia atau Museum Komodo ini.

Selain menyegarkan pikiran, Anda bisa memperluas wawasan tentang fauna yang ada di Indonesia melalui museum ini. Selain itu, museum ini menjadi wahana yang tepat untuk sarana edukasi anak-anak maupun orang dewasa. Selamat berlibur!

Mengenal Lebih Dekat Museum Asmat (TMII)

museum asmat

Museum asmat. Selama ini kita sering mendengar berbagai macam suku di Indonesia. Suku-suku tersebut memberikan warna, keunikan budaya hingga peradaban yang menarik.

museum asmat

Suku Asmat menjadi salah satu suku asli Papua yang sampai sekarang masih terkenal dengan seni ukir terbaiknya. Oleh karena itu untuk menjaga reputasinya dibangunlah sebuah museum dengan nama Museum Asmat, lalu seperti apa sejarah dan koleksi benda di museum tersebut?

Sejarah Museum Asmat

Suku Asmat memang jadi salah satu suku paling terkenal di Indonesia karena berbagai macam hasil budayanya. Pendirian Museum ini lahir atas dasar gagasan Ibu Tien Soeharto. Tujuan awalnya untuk melestarikan hasil karya anak bangsa agar lebih dikenal oleh masyarakat luas dan mancanegara.

Ketertarikan Ibu Tien Soeharto terhadap Suku Asmat ini berfokus pada hasil ukiran masyarakatnya yang mampu menarik perhatian dunia internasional.

Ukuran Museum Asmat ini mencapai 6500 meter persegi kemudian terletak di sebelah tenggara Taman Bunga Keong Emas. Keunikan Museum ini sudah bisa dirasakan auranya dari luar. Bentuk bangunannya menggunakan model bangunan Papua yang berbentuk kerucut atau sering disebut dengan Kariwan.

Kariwan tersebut menjadi salah satu bangunan pemujaan bagi orang Tobati Enggros yang bertempat tinggal di Teluk Jeotefa. Desain bangunan Museum Asmat ini masih menggunakan daun rumbia sebagai lapisan atapnya kemudian memakai model berkolong.

Terdapat pula ragam hiasan khas dari Suku Asmat yang diberi warna merah, hitam dan putih. Ir. Franky Devule merupakan perancang desain bangunan unik ini.

Proses pembangunan Museum Asmat ini memakan waktu kurang lebih 51 hari. Kemudian tepat pada tanggal 20 April 1986 Museum Asmat diresmikan oleh Presiden Soeharto. Terdapat tiga bangunan dengan fungsi berbeda-beda dan koleksi di dalamnya juga tidak sama.

Untuk bangunan pertama menggunakan tema manusia dan lingkungan, kemudian pada bangunan kedua memakai tema manusia dan kebudayaan, sementara untuk bangunan ketiga memakai tema manusia dan produk kreativitasnya.

Maka dari itu Museum Asmat ini menjadi salah satu tempat yang menyajikan berbagai macam budaya hingga koleksi seni dan bersejarah dari Suku Asmat.

Koleksi Benda di Museum Asmat

Pengunjung dapat melihat model bangunan kerucut yang menjadi ciri khas rumah Suku Asmat. Kemudian di dalamnya juga terdapat berbagai macam benda koleksi menarik untuk memberi pengetahuan seputar budaya Suku Asmat.

Benda-benda peragaan sudah dapat Anda lihat mulai dari produk seni seperti pakaian adat sebagai warisan nenek moyang. Dari peninggalan bersejarah tersebut memiliki nilai tersendiri yakni mampu untuk memperlihatkan pandangan hidup Suku Asmat. Kemudian mampu mengkaitkan sejarah nenek moyang mereka.

objek di museum asmat

Kemudian dengan peninggalan sejarah tersebut juga mampu menjaga ikatan batin bersama nenek moyang yang selalu diwujudkan dalam simbol-simbol pada benda sehari-hari. Maka dari itu penataan di dalam Museum Asmat ini masih digolongkan dengan tema-tema berbeda.

Untuk bisa mengetahui detail benda koleksi di dalam Museum ini dibutuhkan pemahaman di setiap bangunan. Seperti kita tahu ada tiga bangunan dengan tema-tema berbeda yang mana masih memberikan banyak unsur dan koleksi benda berbeda.

Bangunan Pertama

Pada bangunan pertama yang menggunakan tema Manusia dan Lingkungan menghadirkan koleksi pakaian adat hingga aksesoris dari Suku Asmat.

Tidak hanya itu saja, terdapat pula diorama mengenai mata pencaharian masyarakat Suku Asmat terutama pada menokok sagu. Selain itu, pengunjung bisa melihat bentuk dari wurawan perahu arwah yang konon digunakan sebagai kendaraan roh nenek moyang.

Kemudian masih ada mbis pole atau dikenal sebagai patung nenek moyang Suku Asmat hingga berbagai ornament unik yang semuanya menceritakan seputar kehidupan Suku Asmat.

Bangunan Kedua

Pada bangunan kedua juga memiliki tema lain yakni Manusia dan Kebudayaan yang menyajkan koleksi benda lebih unik. Dari bangunan kedua terlihat peralatan dalam membuat sagu, koleksi senjata, peralatan berburu, benda-benda yang berkaitan dengan upacara ataupun budaya, kemudian terdapat Tifa atau dikenal sebagai alat musik kendang, kapak, hingga Fu atau alat musik yang terbuat dari bambu.

Bangunan ketiga

Pada bangunan ketiga memiliki tema Manusia dan Hasil Kreativitasnya. Bangunan ketiga Museum ini memperlihatkan hasil seni kontemporer yang memberikan hasil pengembangan mengenai pola-pola rancangan seni tradisional.

koleksi museum asmat

Bahkan pengjunjung juga bisa menyaksikan berbagai hasil seni karya masyarakat Suku Asmat yang sudah berkembang hingga keluar dari pola-pola kehidupan tradisional.

Itulah berbagai macam koleksi menarik pada Museum Asmat yang bisa Anda lihat secara detail. Pada setiap bangunan sudah terdapat koleksi benda menarik. Baik itu koleksi persenjataan hingga pakaian adat yang semuanya memiliki makna tersendiri.

Aktivitas Pengunjung di Museum

Sudah jelas, setiap pengunjung dapat melihat dengan puas semua koleksi budaya Suku Asmat. Pengunjung bisa membaca setiap deskripsi pada benda-benda hasil budaya Suku Asmat. Dengan begitu pengunjung / Anda akan bisa memahami bagaimaan cara hidup Suku Asmat.

Jadi itulah alasan terkuat mengapa museum ini masih banyak dikunjungi oleh masyarakat dan pelajar sebagai pusat studi yang mempelajari kebudayaan Suku Asmat.

Lokasi Museum Asmat

Akses lokasi ke Museum Asmat tidak terlalu sulit untuk dijangkau karena pengujung bisa langsung mendatangi daerah Ceger, Cipayung, Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Sedangkan dari akses transportasinya juga tidak sulit karena bisa dijangkau memakai bus, taksi, ataupun kendaraan pribadi. Akses jalan juga sudah memberi kenyamanan sehingga bisa diakses oleh siapa saja. Sedangkan dari ketersediaan nomor telepon juga tersedia yakni 021-8409307 atau bisa juga di nomor 87792987.

Hari Operarsional Museum

Pengujung bisa mendatangi Museum ini setiap hari Senin sampai Minggu dengan waktu buka pada pukul 08.30 sampai 16.00WIB. Biasanya pada hari-hari kerja seperti Senin sampai Kamis Museum Asmat ini masih dipenuhi oleh para pelajar luar kota yang melakukan study tour. Alternatifnya, Anda bisa mengunjungi Museum ini pada akhir pekan bersama keluarga.

Harga Tiket

Harga tiket masuk ke Museum Asmat juga terbilang murah yakni sebesar Rp 5000 sudah termasuk berwisata ke Taman Bunga Keong Mas yang lokasinya berdekatan dengan Museum Asmat.

Jika dibandingkan dengan museum lainnya di sekitar Museum Asmat, bentuk bangunannya terbilang paling unik. Jadi Anda tak akan kesulitan untuk menemukan Museum ini.

Menikmati akhir pekan dengan berkunjung ke Museum Asmat menjadi satu cara paling mudah untuk liburan bersama keluarga. Cobalah mengunjungi Museum Amat untuk mengenal kebudayaan salah satu suku paling terkenal di Papua.

Jika tidak ada larangan dari pihak museum, viralkan berbagai foto koleksi ketika Anda berada di Museum. Hal ini bertujuan untuk memancing pengunjung lainnya agar lebih tertarik untuk mengunjungi museum. Dengan begitu, museum ini akan semakin banyak dikunjungi orang.

Menilik Koleksi Museum Indonesia (TMII)

museum indonesia

Komplek wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dikenal sebagai tempat wisata yang memiliki museum terbanyak di dunia. Terdapat 17 museum di kawasan ini dan salah satunya adalah Museum Indonesia.

Sejarah Museum Indonesia (TMII)

Sejarah berdirinya Museum Indonesia diawali dari ide Ibu Tien Soeharto yang ingin menampilkan budaya Bali dalam bangunan museum yang didirikan.

Seorang arsitek bernama Ida Bagus Tugur dipercaya merancang bangunan yang berkonsep Tri Hita Kirana dalam tradisi dan kepercayaan Bali, yakni yang mengatur hubungan manusia dengan sesama manusia, manusia dengan lingkungannya dan manusia bersama Tuhannya.

Museum indonesia - tmii

Maka pada tahun 1976, pembangunan Museum Indonesia pun mulai dikerjakan. Diresmikan setelah rampung pada tahun 1980 oleh Presiden Soeharto yang bertepatan dengan HUT ke 5 TMII tersebut.

Ada yang berpendapat Museum Indonesia dengan bangunan tiga lantai tersebut merupakan meseum dengan gaya arsitektur terindah di Indonesia.

Bangunan yang memakan luas kawasan 7000 meter persegi tersebut terlihat megah, menyerupai bangunan hotel dan hampir tak terpikir oleh orang bahwa bangunan tersebut adalah museum.

Luas lokasi keseluruhan museum ini mencapai 20.100 meter persegi. Pada bagian luar museum dilengkapi dengan taman dan kolam-kolam yang indah.

Lengkap juga dengan balai-balai tempat beristirahat. Bagian depan latar museum berupa potongan pohon-pohon tua serta patung-patung yang didasarkan pada kisah Ramayana. Patung itu juga ditempatkan di sekeliling bangunan museum.

Menilik Koleksi Museum Indonesia (TMII)

Koleksi Museum Indonesia tersebar di tiga lantai bangunan. Setiap lantai mengusung konsep yang berbeda yang disesuaikan dengan berkonsep Tri Hita Kirana  dengan menampilkan tradisi dan budaya yang ada di seluruh Indonesia.

Museum ini pada dasarnya ingin menampilkan segala sesuatu yang menjadi icon kekayaan budaya Indonesia meski terlihat kental dengan nuansa Hindu. Berikut ini koleksi di setiap lantai museum:

1. Lantai satu dengan tema Bhineka Tunggal Ika

Pada lantai ini, tema yang diusung adalah keberagaman yang tertuang dalam Bhineka Tunggal Ika. Pada lantai ini terdiri dari dua bagian utama yakni di sebelah barat yang berisi puluhan manekin yang menggunakan pakaian adat pernikahan serta pakaian biasa seluruh daerah di Indonesia.

Koleksi pakaian adat di museum ini terbilang lengkap dan bisa dikatakan koleksi pakaian adat terlengkap dan terbanyak di dunia. Sementara pada bagian timur merupakan tempat yang berisi aneka jenis instrumen tradisional Indonesia, diantaranya seperti angklung, gamelan, sasando, kolintang, fu, gondang sembilang dan berbagai alat musik lainnya.

Pakaian adat di museum indonesia
Pakaian adat di museum indonesia

Selain alat musik dan pakaian adat, pada lantai satu ini juga bisa kita saksikan sebuah diorama yang melukiskan tentang pertunjukan wayang kulit yang dilengkapi dengan gamelan dan perangkatnya. Selain itu ditemukan juga koleksi aneka wayang yakni wayang kulit, wayang golek dan wayang kulit kuna.

2. Lantai dua dengan tema ‘manusia dan lingkungannya’

Pada lantai ini, tema yang diusung adalah menampilkan interaksi manusia dengan lingkungannya, sehingga pengunjung bisa menyaksikan berbagai bentuk rumah adat, bangunan tradisional, ruangan rumah, lumbung padi, tempat beribadah yang menampilkan manusia sedang melakukan aktivitas tertentu dalam ruang-ruang yang menjadi lingkungannya.

Ada juga ruang pengantin dari Palembang dan dapur dari suku Batak. Pada lantai ini kita juga bisa menyaksikan berbagai peralatan khas Indonesia yang digunakan untuk pertanian, nelayan, berburu, transportasi, peralatan rumah tangga dan sebagainya. Selain itu diorama juga bisa kita temukan di lantai ini, yakni diorama upacara adat dari berbagai daerah di Indonesia.

3. Lantai tiga dengan tema ‘seni dan kriya’

Dengan tema ‘seni dan kriya’, bangunan lantai tiga dari Museum Indonesia ini menampilkan segala bentuk hasil seni dan kerajinan dari berbagai dan diambil dari seluruh daerah di Indonesia.

Anda bisa menyaksikan aneka bentuk seni kerajinan seperti batik, songket, tenun, aneka ukiran, tembaga, perak, kuningan, aneka keramik, aneka perhiasan dan sebagainya.

Diantara hasil seni yang paling menarik bagi pengunjung adalah Pohon Hayat atau Pohon Kalpataru. Pohon ini dikenal sebagai pohon lingkungan hidup. Dengan tinggi sekitar 8 meter, ukiran ini tegak di tengah ruangan.

lesung di museum indonesia
lesung di museum indonesia

Wisata ke Museum Indonesia (TMII)

Wisata ke Museum Indonesia (TMII) cukup menarik untuk dilakukan. Tak sama dengan museum lainnya, bangunan museum ini terbilang cukup indah, sejuk dan banyak dikunjungi orang.

Untuk tujuan wisata keluarga, museum ini tetap menarik untuk dikunjungi selain wahana-wahana menarik lainnya yang ada di komplek TMII. Di berbagai titik lokasi bangunan museum ini cukup nyaman dijadikan sebagai tempat istirahat dan berfoto.

Membawa anak-anak pun menjadi lebih santai sampil menikmati arsitektur gaya dan keindahan bangunan museum. Berkunjung di hari libur tentu cukup ramai. Bila ingin lebih leluasa menikmati suasana di area wisata ini, datang lah di hari kerja bersama keluarga.

Letih mengeliling bangunan, Anda bisa beristirahat di balai-balai Bali yang dibangun secara khusus di bagian luar meseum. Lengkap dengan taman dan kolam yang dihiasi dengan ornamen-ornamen khas Bali.

Tempat ini juga menjadi lokasi favorit para pengunjung untuk berfoto. Para wisatawan yang berkunjung ke museum ini bukan hanya mereka kalangan terpelajar seperti mahasiswa, pelajar, peneliti, penulis, budayawan, sejarawan, namun juga banyak masyarakat umum yang hanya ingin sekedar bersantai dan melihat aneka barang-barang koleksian yang ada di tiap lantai bangunan.

Berkunjung ke museum ini bisa membantu Anda secara lebih dekat mengenal tentang keanekaragaman budaya dan tradisi masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, tanpa harus repot-repot datang ke setiap daerahnya.

Taman Mini Indonesia Indah menjadi miniatur Indonesia dalam satu tempat dan lokasi yang lebih mudah dijangkau dan dikenal banyak orang.

Lokasi, Jam Buka dan Harga Tiket Masuk ke Museum Indonesia (TMII)

Museum Indonesia (TMII) terletak di Jl. Taman Mini Indonesia Indah, Ceger, Cipayung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13810. Nomor telpon resminya (021) 87793537.

Karena berada di komplek wisata, Anda bisa berkunjung ke museum ini setiap hari dengan waktu kunjungan dari jam 8 sampai 16 WIB.

Untuk masuk ke kawasan wisata ini, Anda harus mengalokasikan anggaran untuk tiket. Minimal 15 ribu per orang untuk harga tiket masuk ke lokasi Museum Indonesia yang artistik tersebut.

Lokasinya yang berada di area wisata membuat museum ini juga ramai dikunjungi orang. Bukan hanya turis dari dalam negeri namun banyak juga para wisatawan mancanegara yang ingin melihat bagaimana tradisi dan budaya Indonesia dilihat dari benda-benda dan simbol-simbol yang ada di museum.

Selain dijadikan sebagai tempat kunjungan wisata, di museum ini juga sering digelar pertunjukan tidak tetap dengan tema-tema tertentu. Misalnya yang sering dilakukan adalah pameran lukisan, pameran aneka kain tradisional, demonstrasi membatik, pameran hasil-hasil seni kerajinan dan sebagainya.

Jika beruntung, saat kunjungan Anda bisa menyaksikan pameran gratis tersebut yang bisa dinikmati para pengunjung.

Pilihan Liburan Tepat Di Museum Perangko Indonesia (TMII)

museum perangko indonesia

Berkunjung ke museum prangko Indonesia memang memberikan kesan tersendiri. Pada saat liburan sekolah tiba, berlibur ke museum merupakan salah satu pilihan yang sangat menyenangkan bagi anak anak.

museum prangko Indonesia

Mengajak anak-anak berlibur ke sebuah museum akan memberikan manfaat lebih bagi anak-anak. Selain sebagai alternatif liburan yang hemat dan bermanfaat, berlibur ke museum juga diyakini akan menambah wawasan sejarah, ilmu pengetahuan dan pengalaman yang menyenangkan.

Di Jakarta terdapat beberapa museum yang menarik untuk dikunjungi. Kawasan TMII (Taman Mini Indonesia Indah) merupakan salah satu kawasan yang terintegrasi dengan beberapa museum. Ada museum transportasi, museum pusaka, museum serangga, museum telekomunikasi dan masih banyak museum lainnya.

Kali ini kita akan salah satu museum yang berada di kawasan TMII yaitu museum prangko Indonesia. Museum Perangko ini bisa Anda jadikan rujukan yang tepat ketika liburan sekolah tiba.

Yuk mari kita lanjutkan …

Sejarah Museum Perangko Indonesia

Pada saat perangko belum ada, setiap biaya pengiriman surat akan dibebankan oleh si penerima surat tersebut. Akan tetapi cara tersebut dihentikan seketika, pada saat orang yang dikirimi surat mulai menolak untuk membayar. Sejak masa itulah kemudian muncul perangko pertama kali dengan nama ‘The Penny Black”.

Perangko tersebut bergambar wajah Ratu Victoria. Dibuat oleh seorang pekerja di Dinas Perpajakan Inggris, yaitu Sir Rowland Hill. Dan diterbitkan untuk pertama kali di Inggris pada tahun 1840. Foto dari perangko tersebut juga dapat Anda jumpai di Museum Perangko Indonesia (TMII).

Museum Perangko Indonesia (TMII) merupakan sebuah wahana atau tempat wisata yang menyajikan pameran perangko secara tetap. Museum ini lahir dari sebuah ide brilian dari Ibu Tien Soeharo.

Gagasan / ide tersebut dicetuskan pertama kali pada saat Ibu Tien sedang mengunjungi sebuah pameran perangko. Pameran perangko tersebut diadakan oleh PT. Pos Indonesia ( Persero ) di sebuah acara Jambore Pramuka Asia Pasifik ke VI yang diselenggarakan di Cibubur bulan Juni 1981.

Setelah itu dibangunlah sebuah museum perangko dengan bentuk bangunan bergaya Bali. Bangunan tersebut dibangun di atas lahan seluas 9.590 meter persegi dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 29 September 1983.

Pada sayap kanan dan sayap kiri terdiri dari dua buah bangunan, untuk sayap kanan difungsikan sebagai kantor pengelolaan dan juga tempat pertemuan. Kemudian untuk sayap kiri difungsikan sebagai kantor pos tambahan yang memiliki fungsi tambahan untuk memberikan layanan jasa dari PT. Pos Indoneisa (Persero).

Museum tersebut memamerkan banyak koleksi perangko yang berasal dari Indonesia maupun manca negara. Kompleks bangunannya dihiasi dengan ukiran dan dilengkapi dengan patung yang bergaya Bali dan juga Jawa. Dikelilingi dengan pagar tembok, yang dilengkapi dengan dua pintu gerbang dengan model dasar candi Bentar.

5 Objek Menarik di Museum Perangko Indonesia

museum perangko Indonesia

Liburan dengan mengunjungi Museum Perangko Indonesia (TMII) bisa memberikan sebuah pengalaman yang berharga. Anda dapat mengetahui sejarah perangko seara mendalam di museum ini.

1. Ruang Sejarah Perangko / Ruang Penyajian Pertama

Di ruangan ini pengunjung bisa melihat beberapa koleksi perangko. Ruang penyajian pertama merupakan sumber informasi tentang sejarah perangko Indonesia dan juga sejarah perangko internasional. Ruangan ini juga menyajikan beberapa hal yang terkait akan budaya menulis surat.

Beberapa materi, berupa foto yang menggambarkan sebuah bahan dan alat yang digunakan untuk menulis pada daun lontar dan patung seorang pria.

kemudian ada juga hal penting lainnya yang terjadi diantara tahun 1602 sampai dengan tahun 1864 seperti foto-foto penting, beberapa slide dari cara pelunasan biaya pengiriman dari surat di zaman VOC sampai dengan terbitnya perangko di Hindia Belanda di tahun 1864.

Lalu terdapat pula foto lukisan dari pembuatan jalan pos di tahun 1808 dimana dari Anyer sampai Panarukan dengan panjang 1.000 km dan juga beberapa koleksi sampul sebuah surat tempo dulu.

2. Ruang Penyajian II

Ruang penyajian II, merupakan sebuah ruang proses pencetakan perangko. Pada ruang tersebut akan menampilkan tentang proses percetakan perangko di Indonesia yang sudah dimulai sejak tahun 1945. Dirancang menggunakan gambar dan warna yang masih sangat sederhana. Bahkan berdasarkan riwayatnya, perangko Indonesia pernah dicetak dengan menggunakan kertas merang.

3. Ruang Penyajian III dan IV

Lalu di ruang penyajian III menyajikan perangko yang berdasarkan periode penerbitan. Penerbitan yang dimaksud adalah penerbitan yang sudah digunakan sejak tahun 1864 di Indonesia sampai dengan saat ini.

Sejak masa pemerintahan Hindia Belanda, hingga berlanjut pada masa kependudukan Jepang, lalu masa perang kemerdekaan dan juga masa setelah perang kemerdekaan.

Kemudian di ruang penyajian IV, juga masih menjadi ruang penyajian dari perangko yang berdasarkan periode penerbitannya. Pada ruangan ini ditampilkan keindahan koleksi perangko dari periode 1950 sampai dengan sekarang ini. Contohnya seperti perangko seri Konferensi Asia Afrika, kemudian seri Dekrit Presiden, lalu seri Satelit Palapa dan yang lainnya.

4. Ruang Penyajian V dan VI

Di ruang penyajian V terdapat koleksi perangko Tematik, dalam artian perangko yang ditampilkan memiliki tema yang menarik seperti masal sosial budaya, kemudian pariwisata, fauna, kemanusiaan, flora, lingkungan hidup dan yang lainnya.

Di ruang penyimpanan VI ini juga terdapat koleksi perangko tematik yang mana menggambarkan kegiatan pramuka di sebuah alam bebas, bahkan juga beberapa tema lain seperi olahraga, kepramukaan dan yang lainnya.

Untuk beberapa slide juga bergambar Ibu Tien Soeharto dengan pakaian pramuka pada saat menandatangani sampul hari pertama dari perangko jambore internasional yang keempat di Cibubur, bulan Juni 1981.

5. Ruang Penyajian VII

Ruang penyajian VII merupakan ruang penyajian terakhir yang menyajikan filateli. Pada ruangan ini bisa memberikan manfaat seperti menanamkan sebuah sikap positif yang berupa kecermatan, kemudian ketelitian, ketekunan, disiplin dan kreativitas.

Kemudian kegiatan tukar perangko yang dapat membangun sebuah sikap kejujuran, tanggung jawab dan pengertian.

Alamat Dan Nomor Telepon Resmi Museum Perangko Indonesia

Berkunjung ke sebuah museum seperti Museum Perangko Indonesia (TMII) akan mendapatkan pengalaman tersendiri. Dengan berkunjung, setiap tamu bisa mengetahui seperti apa sejarah dan mulai berlakunya perangko di Indonesia.

Untuk Anda yang ingin berkunjung ke museum perangko ini, Anda bisa menuju ke Taman Mini Indonesia Indah, Jalan Raya Taman Mini, Jakarta Timur. Atau untuk mendapatkan informasi lebih lengkap, Anda bisa menghubungi nomor telepon 02170732144 atau fax 0218401310.

Jam Operasional Dan Tiket Masuk

Untuk jam kunjungan atau jam operasional yaitu buka pada hari Selasa sampai dengan Sabtu pada pukul 09.00 sampai dengan 16.00. Kemudian di hari Minggu atau hari libur Nasional pada pukul 08.00 sampai dengan 17.00, dan unuk hari Senin museum prangko ini diliburkan.

Untuk tiket masuknya terdiri dari 3 jenis dimana Anda harus membayar Rp 9.000,- untuk masuk ke Taman Mini Indonesia Indah, kemudian Anda perlu membayar sebesar Rp 2.000,- untuk tiket masuk ke Museum Perangko Indonesia (TMII). Khusus tanggal 20 April, tiket masuk ke museum perangko biasanya digratiskan karena tanggal 20 April merupakan ulang tahun dari Taman Mini Indonesia Indah.

Bagi Anda yang masih bingung dalam menentukan tujuan liburan, Kekeh ingin menjalankan prinsip liburan yang hemat, manfaat namun tetap menyenangkan, silahkan mencoba untuk mengunjungi Museum Perangko Indonesia (TMII).

Sekilas tentang museum keprajuritan indonesia (TMII)

museum keprajuritan indonesia - TMII

Museum keprajuritan indonesia. Taman Mini Indonesia Indah atau TMII merupakan sebuah kawasan taman wisata dengan tema budaya Indonesia yang ada di daerah Jakarta Timur. Lokasi wisata ini memiliki luas area sekitar 150 hektare atau 1,5 km persegi.

Taman tersebut juga merupakan sebuah rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia yang mencakup berbagai macam aspek kehidupan sehari – hari masyarakat dari 26 provinsi yang ada di Indonesia. Ditampilkan di dalam sebuah anjungan daerah dengan arsitektur tradisional dan juga menampilkan berbagai macam busana, tradisi daerah dan juga tarian.

Pada bagian tengah TMII tersebut terdapat danau yang menggambarkan miniatur dari kepulauan Indonesia. Terdapat fasilitas kereta gantung, berbagai macam museum, Teater IMAX Keong Mas serta Teater Tanah Airku.

Sselain itu juga terdapat berbagai macam sarana rekreasi yang menjadikan TMII ini sebagai sebuah kawasan wisata terkemuka yang ada di Indonesia. Bicara tentang museum, Anda juga bisa mengunjungi Museum Keprajuritan Indonesia (TMII) karena museum tersebut memiliki keunikan tersendiri.

Ulasan kali ini yaitu lebih ke arah museum keprajuritan Indonesia. Baik mari kita ulas sedikit demi sedikit.

Sejarah Museum Keprajuritan Indonesia

museum keprajuritan indonesia - TMII

Museum Keprajuritan Indonesia (TMII) ini merupakan sebuah bangunan dengan bentuk segilima yang dikelilingi air seperti sebuah benteng pertahanan. Perairan yang mengelilingi benteng ini menggambarkan sebuah Negara kepulauan dengan wawasan nusantara.

Museum ini dibangung pada lahan seluas 4,5 hektar dan dengan luas bangunan 7545 meter persegi serta diresmikan oleh Presiden Soeharto di tanggal 5 Juli 1987.  Misi dari pembangunan museum ini sendiri adalah sebagai bukti dan juga bentuk pelestarian serta rekaman sebuah sejarah perjuangan bangsa di masa – masa perjuangan semenjak abad 7 sampai dengan abad 19.

Dengan demikian setiap segi dari bangunan dan juga benda yang ditampilkan dalam museum tersebut mempunyai makna dan perlambang. Pada gerbang utama memiliki bentuk bangunan dimana terdapat menara pengintai ataupun Bastion, yang menyiratkan sebuah kewaspadaan Nasional.

Kemudian terdapat dua kapal tradisional seperti kapal Banten dan juga kapal pinisi yag berasal dari Sulawesi Selatan yang bersandar di danau. Kondisi tersebut melambangkan sebuah kekuatan maritim mulai dari barat sampai timur.

kapal phinisi dan kapal banten
kapal phinisi dan kapal banten

Secara garis besar, museum yang letaknya ada di jalur keluar dari bagian selatan tersebut menyimpan sebuah bukti dan juga rekaman sejarah perjuangan dari bangsa Indonesia dari waktu ke waktu. Museum tersebut dapat juga dapat juga disebut sebagai sebuah museum edukasi, terlebih lagi untuk anak sekolah.

Kemudian memasuki ruang museum, nantinya Anda harus menaiki tangga untuk menuju ke lantai 2 dimana terdapat beberapa koleksi yang ada pada museum ini.  Selain itu karena bangunan ini memiliki bentuk benteng, maka nantinya Anda dapat menuju ke atap bangunan yang datar dan juga luas. Di atas atap tersebut nantinya Anda bisa melihat pemandangan luas yang indah seputar kawasan taman mini.

Objek Yang Dapat Dilihat Di Museum Keprajuritan Indonesia

Mengunjungi Museum Keprajuritan Indonesia (TMII) ini nantinya Anda bisa mendapatkan pengalaman menarik tentang sejarah. Selain itu juga terdapat beberapa objek yang dapat Anda lihat, salah satunya adalah 23 patung pahlawan.

patung pahlawan

Salah satu koleksi dalam museum ini adalah 23 patung pahlawan Indonesia yang dibuat dengan menggunakan bahan dasar dari perunggu. Beberapa patung pahlawan tersebut berasal dari Sabang sampai Dengan Merauke.

Mengapa museum ini menampilkan 23 patung dengan ukuran satu perempat dari ukuran manusia?

Patung tersebut merupakan perlambang sebuah perjuangan dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia, dimana perjuangan tersebut tidak hanya diwakilkan pada salah satu suku saja, melainkan diperjuangan oleh seluruh kelompok dan golongan serta masyarakat Indonesia .

Kemudian yang kedua adalah meriam tiruan dan juga patung pahlawan, pada saat masuk ke dalam museum ini, nantinya Anda akan langsung menemui meriam, dan meriam ersebut merupakan sebuah replika dari meriam aslinya.

Kemudian di ruangan tersebut juga ada beberapa replika (patung pahlawan) yang dilindungi menggunakan lemari kaca. Patung patung tersebut dipajang menggunakan pakaian perang adat dan senjata tradisional yang merupakan khas dari daerah masing – masing.

Salah satu koleksi yang cukup menarik di dalam Museum Keprajuritan Indonesia (TMII) ini adalah Diorama Perang Besar yang ada di Indonesia. Diorama tersebut memiliki fungsi untuk memberikan sebuah gambaran dan pengetahuan seperti apa dulunya perjuangan rakyat Indonesia berperang dalam melawan penjajah.

diorama perang besar
diorama perang besar

Terdapat banyak sekali diorama perang yang terdapat di dalam museum, mulai dari diorama perang Lombok, kemudian perang Badung yang ada di Bali, bahkan sampai dengan Perang Padri.

Ada pula diorama Kapal Phinisi dan juga Kapal Banten, objek tersebut memang paling menarik perhatian pengunjung pada Museum Keprajurian Indonesia. Pada Kapal Phinisi ini kita bisa melihat beberapa tiang yang menjulang dan juga terdapat layer dengan warna yang didominasi dengan warna putih.

Sedangkan untuk Kapal Banten letaknya berhadapan dengan Kapal Phinisi, namun memiliki bentuk yang berbeda. Bentuk dari Kapal Banten ini sedikit unik karena atap dari kapal berbentuk melengkung dan terdapat sebuah tiang pancang yang terbilang cukup tinggi. Untuk warnanya didominasi dengan warna cokelat. Kedua kapal tradisional tersebut memiliki makna atau perlambang kekuatan maritim Negara Indonesia.

Selain itu ada juga Meriam Tiruan belanda dimana terletak di bagian atap dari Museum Keprajuritan Indonesia (TMII), meriam ini dipajang pada atap gedung dengan tujuan agar seakan – akan berfungsi mempertahankan benteng dari serangan penjajah.

Alamat Dan Nomor Telephone Resmi

Dengan mengunjungi museum ini tentunya akan memberikan pengalaman dan pengetahuan yang sangat menarik. Jika Anda ingin mengunjungi museum tersebut, maka Anda bisa pergi ke Taman Mini Indonesia Indah, alamatnya ada di Jalan Raya Taman Mini, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur.

Sedangkan untuk nomor telephone resminya sendiri adalah 0218401080, jadi untuk Anda yang memang ingin mengetahui informasi lebih lanjut, maka bisa menghubungi nomor telephone tersebut atau bisa juga dengan mengunjungi museum tersebut secara langsung.

Jam Operasional Dan Harga Tiket Masuk

Untuk melihat berbagai koleksi yang dimiliki museum ini, Anda bisa datang dari hari Selasa sampai dengan Minggu mulai pukul 09.00 sampai dengan 16.00. Dan unuk harga tiket masuknya juga terbilang sangat terjangkau karena Anda hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp 2.500,- perorang.

Jadi pada intinya berlibur ke museum ini merupakan bentuk liburan yang hemat dan memberikan manfaat bagi Anda. Nantinya setiap pengunjung dapat mengetahui sejarah perjuangan rakyat Indonesia dalam memerdekakan Negara Indonesia ini dari penjajahan.

Copyright Museum Jakarta 2019
Shale theme by Siteturner