Sejarah Berdirinya Museum Bentara Budaya Jakarta

museum bentara budaya jakarta

Tepat tanggal 26 September Tahun 1982, pendirian Museum Bentara Budaya di Yogyakarta diresmikan pertama kalinya oleh Jakob Oetama selaku pendiri utama Kompas Gramedia.

Setelah dirikannya Bentara Budaya di Yogyakarta, kemudian lahir kembali Bentara Budaya Jakarta (BBJ) dengan bentuk yang unik secara fisik maupun nonfisik. Museum tersebut bisa dijadikan contoh kemitraan yang baik antara masyarakat dengan media massa.

Sejarah Museum Bentara Budaya

Bentara budaya tersebut resmi dibuka tanggal 26 Juni Tahun 1986 oleh pimpinan Kompas Gramedia, Jakob Oetama.  Tujuan utama dari pendirian museum Bentara Budaya yakni untuk menyimpan, menambung dan menunjukkan kebudayaan bangsa dari daerah, latar belakang dan kalangan yang berbeda-beda.

Ide dasar dari pendirian Bentara Budaya di tahun 1980-an, ternyata di Yogyakarta menjadi Kota Budaya dengan ratusan seniman yang memiliki ruang pameran begitu minim yakni Karta Pusataka dan Taman Kebudayaan Yogyakarta. Namun kini sudah terdapat Gedung Negara untuk melakukan pameran ratusan karya seni dari para seniman yang paling ternama di Indonesia.

Maka berdirilah suatu Museum Bentara Budaya dengan kategori lembaga non-profit. Bentara Budaya di Kota Yogyakarta telah mempunyai seorang koordinator pada unit pelaksanaaan yang secara langsung dipimpin oleh Direktur Eksekutif dari Jakarta. Bahkan ada juga Dewan Kurator sebagai penentu suatu acara yang telah berlangsung di dalam Bentara Budaya. Oleh karena itu, seluruh proposal yang telah masuk dibahas secara langsung pada rapat Kurator.

Motto dari Bentara Budaya yakni “Sebagai utusan dari kebudayaan, Bentara Budaya telah mewakili dan menampung wahana budaya dari bangsa Indonesia, dari latar belakang, kalangan dan cakrawala berbeda-beda.

museum bentara budaya jakarta

Balai ini telah berupaya untuk menampilkan berbagai macam bentuk dan juga karya seni yang pernah mentradisi. Atau mungkin beraneka ragam kesenian yang pernah merakyat dan populer.

Selain itu, karya-karya cipta yang baru dan seolah-olah tidak mendapat tempat atau mungkin tidak layak tampil pada gedung terhormat, tetap ada disini. Sebagai titik utama dari aspirasi yang telah ada dan aspirasi yang kini sedang tumbuh. Bahkan kini Bentara Budaya telah siap untuk melakukan kerjasama dengan pihak manapun”.

Koleksi Museum Bentara Budaya Jakarta

Adapun misi utama dari BBJ yakni untuk mengkomunikasikan beraneka ragam sejarah yang memberikan irama perjalanan dunia seni dari kebudayaan bangsa Indonesia. Bangunan Bentara Budaya Jakarta hasil karya arsitektur Romo Mangunwijaya tersebut terletak di Jalan Palmerah Selatan No.17, Jakarta (10270).

Bangunan BBJ terlihat begitu indah dan unik dengan pencerminan cita rasa seni dengan kualitas yang tinggi, tradisional dan anggun. BBJ mempunyai koleksi lukisan sebanyak 573 buah hasil karya-karya pelukis yang terkenal seperti Bosoeki Abdullah, H. Gunawan, Ahmad Sadali, Nyoman Daging, Sj. Abdullah, Dede Eri, Bagong K, Fadjar Sidik, Batara Lubis, Nasirun, Zaini dan sebagainya.

Para pengunjung bisa melihat berbagai macam karya lukisan yang indah dari berbagai macam pelukis yang mempunyai peran begitu penting dalam kehidupan sejarah seni lukis di Negara Indonesia.

Selain itu, Bentara Budaya Jakarta ternyata juga mempunyai 400 lebih koleksi patung yang kebanyakan dari daerah Papua dan Bali. Sementara untuk koleksi seni budaya jenis wayang golek di BBJ terdapat 120 jenis dengan tampilan karakter yang berbeda-beda. Bahkan koleksi seni budaya yang ada di Bentara Budaya juga dilengkapi dengan koleksi jenis mebel yang antik seperti kursi, meja dan juga lemari serta terdapat patung Buddha.

Ada lagi koleksi keramik sebanyak 625 buah asli dari lokal ataupun Internasional / Mancanegara. Koleksi keramik yang berasal dari lokal Indonesia seperti Bali, Singkawang, Cirebon, Trowulan dan Plered. Sementara keramik dari Internasional seperti dinasti China yang telah menyimpan berbagai macam sejarah penting yakni dinasi Ching, Tang, Ming dan Yuan. Para wisatawan bisa menikmati keunikan dan keindahan keramik dari dinasti-dinasti yang berbeda.

Salah satu wujud koleksi yang telah dibanggakan oleh Bentara Budaya Jakarta yakni Rumah Tradisional Kudus. Bentuk Rumah Tradisional tersebut asli dibawa dari Kudus Provinsi Jawa Tengah. Rumah Tradisional tersebut sebelumnya telah berada pada lingkungan Kauman, letaknya berada di daerah Menara Kudus. Sehingga para wisatawan atau pengunjung bisa memperoleh pengalaman menakjubkan ketika masuk dalam area Rumah Tradisional tersebut.

rumah kudus bentara budaya

Kini BBJ dan BBY telah resmi menjadi lembaga seni kebudayaan nasioanl. Secara berkala BBJ telah mengadakan pameran-pameran kesenian, pemutaran film, pagelaran kesenian dan ruang diskusi yang menarik.

Selain bisa menikmati keindahan koleksi seni rupa di Bentara Budaya Jakarta, para wisatawan juga bisa berkunjung ke taman bacaan BBJ yang telah menyimpan begitu banyak koleksi buku dari penerbit Gramedia tentang buku-buku kesenian dan buku sastra Myra Sidharta.  

Berkunjung ke lokasi taman bacaan di Bentara Budaya tersebut bisa meningkatkan pengetahuan para wisatawan yang lebih luas tentang seni kebudayaan Indonesia.  Oleh karena itu, warga Jakarta dan sekitarnya dianjurkan untuk berkunjung ke Museum Bentara Budaya agar bisa memiliki wawasan luas tentang seni budaya Indonesia.

Bentara Budaya ternyata juga berperan penting dalam melestarikan peninggalan-peninggalan sejarah seni kebudayaan Indonesia. Hal ini diwujudkan dengan mengoleksi beraneka ragam karya seni dari berbagai daerah yang menjadi wawasan utama dari kebudayaan Indonesia.

Semua koleksi karya seni tersebut telah disimpan dan dilakukan perawatan dengan baik di Museum. Tidak hanya digunakan sebagai presentasi kebudayaan tanah air, museum tersebut juga sering melakukan berbagai macam bentuk kegiatan kerja sama dengan lembaga-lembaga kesenian lainnya. Dan juga menjadi salah satu tempat terselenggaranya acara kesenian kebudayaan budaya lintas negara.

Oleh karena itu, kita sebagai warga asli Negara Indonesia selayaknya wajib menghargai kebudayaan kita dengan cara berkunjung ke Museum Bentara Budaya Jakarta.

Lokasi & Jam Operasional Museum

Seperti yang sebelumnya sudah diulas, di dalam Museum Bentara, Anda akan melihat beraneka ragam pameran foto, lukisan, seni tradisional, patung keramik, grafis, keramik kuno, radio lawasan, film bulanan, pameran wuwungan, lampu kuno, pawukon, jam kuno, celengan malo dan pertunjukkan seni tradisional atau musik jazz. Bagi Museum Bentara, mempresentasikan karya cipta dan mengoleksi karya seni menjadi momentum dalam pelestarian kebudayaan bangsa yang paling indah.

Bentara Budaya Jakarta berlokasi di Jln. Palmerah Selatan No.17, Jakarta. Museum Bentara Budaya ini dibuka pada hari Senin sampai Jum’at mulai pukul 08.00 WIB s/d 17.00 WIB.

Sementara pada hari libur / hari besar Nasional, museum Bentara ini tutup. Untuk tiket masuk ke museum Bentara Gratis / Free. Di dalam Bentara Budaya ini, ternyata tak hanya menyimpan berbagai macam benda atau karya cipta yang unik, tetapi juga muncul ide yang cermerlang untuk mengambil seni kebudayaan yang ada di kalangan masyarakat. Kemudian berlanjut pada perkembangan acara seni kebudayaan yang jangkauannya lebih luas.

Eksistensi dari Museum Bentara Budaya ini ditandai dengan munculnya pameran kemarik “Studio Temu Tembikar” hasil karya seni Pengrajin Liosadang dan seniman Adi (Alm) pada tahun 1985.  

Indahnya berkunjung ke museum museum jakarta 🙂

Mengenal Museum Adam Malik (Kini Ditutup)

museum adam malik

Mengenal Seluk Beluk Museum Adam Malik – museumjakarta.com. Tempat-tempat bersejarah di Indonesia hingga kini mempunyai bentuk tertentu baik dari museum ataupun tempat bersejarah lainnya.

Hingga kini, masyarakat belum terlalu mengenal banyak museum. Salah satunya museum Adam Malik. Museum ini menyimpan berbagai kisah sejarah.

Dari namanya sudah jelas, bahwa museum ini sangat erat kaitannya dengan “sosok” tokoh nasional yakni Adam Malik, maka dari itu sebelum berkunjung, Anda harus melihat seperti apa kisah sejarahnya.

Yukk kita lanjutkan …

Sejarah Museum Adam Malik

museum adam malik

Mujseum ini menjadi satu saksi kisah kehidupan seorang Adam Malik. Pada zaman dulu semasa hidup, Adam Malik menjadi salah satu diplomat paling terkenal di Indonesia. Meskipun hanya lulusan SD saja, Adam Malik berhasil menjadi Ketua Sidang Majelis Umum PBB ke 26 di New York. Prestasi ini terus melekat di telinga masyaratakat Indonesia hingga kini. Selain itu Adam malik juga menjadi pendiri LKBN Antara sehingga menjadi pelengkap catatan sejarah tersendiri.

Adam Malik memang dikenal memiliki kepiawaian dalam hal diplomasi hingga media masa. Bahkan Adam Malik pernah menjabat posisi penting di dalam negeri mulai dari duta besar, menteri, hingga Ketua DPR dan bahkan pernah menjadi wakil Presiden. Maka tak heran bila Adam Malik masih memiliki peran penting dalam masa-masa kemerdekaan dua rezim pada saat itu yakni Soekarno dan Soeharto.

Mungkin Anda belum pernah mendengar julukan Adam Malik ? Ya Beliau memiliki julukan unik yakni “Si Kancil”. Hal ini dikarenakan postur tubuhnya yang terbilang kecil. Berbagai kisah menarik dari Adam Malik kini tertuang di dalam Museum Adam Malik. Pengunjung bisa melihat secara rinci seperti apa kisah dari sosok pahlawan bangsa ini.

Pernah tercatat bahwa Adam Malik masuk sebagai duta besar di pemerintahan Soekarno bahkan berhasil membawa diplomasi dengan berbagai negara besar seperti Uni Soviet dan Polandia. Ketika terjadi pergantian Orde Lama maka peran dan posisi Adam Malik ini sedikit menguntungkan karena terdapat informasi mengenai tiga tokoh utama pada saat itu yakni Soeharto, Sultan, dan Malik.

Menuju ke sejarah bangunan museum. Melihat bangunan museum ini, memberikan kesan bahwa museum ini ingin menghadirkan dua gaya arksitektur yang berbeda yakni bergaya Belanda dan Jawa. Dinding dan jendela masih didominasi oleh kaca. Kemudian museum ini pernah menjadi rumah kediaman Adam Malik sebelum beliau wafat. Maka dari itu pihak keluarga meminta bangunan tersebut dijadikan sebuah museum. kemudian pada 5 September 1985 diresmikan oleh Ibu Tien Soeharto tepat satu tahun setelah Adam Malik meninggal. Pengelolaan museum ini dilakukan oleh Yayasan Adam Malik.

gerbang museum adam malik

Museum Adam Malik ini pernah dinobatkan sebagai museum swasta paling besar di Jakarta. Bahkan ada berbagai macam koleksi menarik di dalamnya mulai dari lukisan Cina, ikon Rusia, lukisan non Cina, buku, koleksi keramik, ukiran kayu, foto, Kristal, produk tekstil, emas, hinga batu permata.

Sebagian besar koleksi di Museum ini adalah peninggalan pada masa-masa kerajaan Hindu Budha. Terdapat berbagai macam benda arkeologi seperti arca hingga benda lainnya. Namun, memasuki tahun 2000an, perkembangan museum ini tidak sesuai perkiraan sehingga mengalami penurunan pengunjung sehingga kucuran dana bantuan dari pihak pemerintah dihentikan. Museum ini diketahui telah resmi ditutup pada tahun 2006 bahkan bangunannya telah dijual kepada seorang pengusaha yakni Harry Tanoe.

Sebelum ditutup, Berbagai koleksi museum mulai dijual kepada ahli waris sedikit demi sedikit oleh pihak yayasan. Sayangnya pihak pemerintah masih belum mau menanggapi tentang penjualan koleksi pada museum Adam Malik ini. Padahal sejarah dibalik pembangunan museum ini terbilang cukup lama terjadi.

Dimulai sejak Adam Malik menjabat sebagai diplomat dan mantan Wakil Presiden hingga wafat. Rumah pribadinya ini dijadikan tempat menyimpan berbagai macam koleksi benda unik yang kaya akan sejarah. Terlebih Pemerintah juga memberi berbagai tanda kehormatan.

Aktivitas Pengunjung Sebelum Ditutup

Koleksi di Museum Adam Malik dikenal cukup lengkap mulai dari lukisan, arca, foto, buku bersejarah, keramik Cina, hingga berbagai benda prasejarah lainnya. Sebelum ditutup, setiap pengunjung bisa melihat diorama ataupun ruangan yang penuh dengan benda-benda bersejarah. Maka dari itu sampai sekarang banyak koleksi yang masih dicari karena harganya terbilang cukup tinggi.

Tidak hanya menyaksikan berbagai keunikan benda bersejarah di Museum ini. Pengunjung juga bisa menikmati berbagai kisah cerita dari sosok Adam Malik dari kehidupan sehari-hari sampai akhir hayatnya. Biasanya para pengunjung masih didominasi oleh para pelajar yang memang secara khusus datang untuk melihat seperti apa bentuk dan koleksi bersehjarah di Museum ini.

Sampai sekarang Museum Adam Malik ini tidak terawatt kondisinya sehingga Anda hanya bisa melihat kenangan dari museum ini. Berbagai aktivitas seperti berfoto ataupun menikmati suasana di sekitar museum dahulunya bisa dinikmati,sehingga dari tempat wisata sejarah dan pendidikan ini sebenarnya layak dirawat hingga diwariskan ke generasi selanjutnya.

Jam Operasional Museum Sebelum Ditutup

Ketika berkunjung ke Museum Adam Malik, pastinya perasaan senang dengan melihat berbagai koleksi benda seni bernilai tinggi membuat pengunjung ingin kembali lagi dalam waktu tertentu. Anda bisa melihat berbagai macam benda koleksi unik dari berbagai Negara di museum ini pada hari Selasa sampai Sabtu pukul 09.30 samai 15.00WIB, ataupun bisa juga pada akhir pekan yakni Minggu dan hari libur nasional dibuka pada pukul 09.30 sampai 16.00WIB.

Pada hari Senin sehingga Anda harus mengatur jadwal untuk berkunjung ke museum ini. Untuk menghindari pengunjung terlalu ramai ataupun bersamaan dengan anak-anak sekolah sebaiknya atur jadwal pada akhir pekan yang memberi waktu lebih leluasa. Mengenai harga tiket untuk masuk ke Museum ini juga tidak terlalu mahal karena untuk anak-anak dan dewasa tidak terpaut jauh harganya. Tiket masuk untuk dewasa sebesar Rp 1.000,- dan harga tiket untuk anak-anak sebesar Rp 500,-.

Namun, Museum ini ditutup pada tahun 2000an karena tingginya biaya operasional yang tinggi.

Mungkin anda bisa berkunjung ke museum taman prasasti yang jaraknya dan lokasinya tidak terlalu jauh dengan museum yang sudah tutup ini.

Lokasi dan Akses ke Museum Adam Malik

Akses transportasi menuju ke ini juga sangat mudah. Lokasinya tepat di Jalan Diponegoro 29. Pengunjung bisa memanfaatkan akses transportasi seperti bus, kendaraan pribadi, ataupun kendaraan dari ojek online dan lainnya. Kemungkinan besar pengunjung tidak mendapat kendala dalam hal transportasi menuju ke Museum Adam Malik ini karena lokasinya yang mudah dijangkau.

Menyimak berbagai macam koleksi unik pada Museum, tentunya menjadi satu momen langka yang sampai sekarang belum banyak dilakukan oleh pecinta sejarah. Kenangan akan peran seorang Adam Malik sangat terlihat di dalam museum ini.

Para pengamat sejarah menyebutkan bahwa kediaman Adam Malik ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki seorang diplomat terbaik. Kemudian dari segi bentuk bangunannya juga bisa menggambarkan bahwa Museum ini memiliki perpaduan budaya dari Eropa dan Indonesia. Masih bisa terlihat dalam desain bangunannya. Sebuah tempat yang membuat Anda tidak lupa akan sejarah masa lalu dimana seorang Adam Malik sangat berperan dalam membangun bangsa Indonesia kemudian menjadi tokoh internasional selain Soekarno yang sampai sekarang banyak diingat.

Museum Manggala Wanabhakti

Museum manggala wanabhakti

Museum Manggala Wanabhakti merupakan satu-satunya museum kehutanan yang ada di DKI Jakarta. Para rimbawan mengemukakan pentingnya keberadaan museum ini di pusat ibu kota sebagai pusat dokumentasi dan informasi tentang kehutanan Indonesia yang cukup kaya.

museum manggala wanabhakti

Pada 24 Agustus 1983, museum Manggala Wanabhakti diresmikan oleh Presiden Soeharto pada waktu itu.  Dengan luas bangunan sebesar 1.466 meter persegi, museum ini memiliki visi misi menjadi pusat informasi dan dokumentasi segala sesuatu yang terkait dengan hutan dan kehutanan yang ada di Indonesia.

Museum ini merekam sejarah perjalanan hutan Indonesia, sekaligus menjadi sumber ilmu pengetahuan, khususnya untuk bidang kehutanan.

Meskipun terbilang bangunan tua, namun bangunan museum ini tetap terawat dan menarik untuk dikunjungi. Terutamanya untuk kalangan ilmuan, pelajar, mahasiswa dan peneliti yang ingin mendapatkan berbagai sumber informasi terkait hutan di Indonesia.

Apa Saja yang Bisa Anda Temukan di Museum Manggala Wanabhakti?

Memasuki museum ini, Anda akan menemukan banyak koleksi baik di dalam ataupun luar ruangan. Museum ini memiliki 883 artefak bukti sejarah kehutanan di Indonesia.

Bangunan museum ini terdiri atas 2 lantai. Pada lantai pertama berisi pameran tetap berbagai artefak kehutanan di Indonesia.

harimau, rusa, fossil kayu

Sementara lantai lainnya berupa pusat informasi, foto-foto dokumentasi terkait kehutanan di Indonesia. Untuk lebih jelasnya, berikut ini hal-hal yang bisa Anda lihat dari koleksi museum Manggala Wanabhakti:

Di Luar Ruangan

kayu jati berumur 336 tahun

Beberapa objek yang bisa Anda temukan di luar ruangan diantaranya patung Mantri Hutan pada jaman dahulu, patung penyaradan gelondong kayu jati yang dilakukan oleh enam sapi, lokomotif dari zaman Belanda yang dipakai untuk mengangkut kayu, fosil kayu kamper dengan ukuran panjang 28 meter dan diameter pangkal 105 cm.

Di Dalam Ruangan Museum Manggala Wanabhakti

Pada bagian dalam ruangan, Anda bisa menyaksikan berbagai artefak kehutanan diantaranya pohon Jati bicara yang berumur hingga 139 tahun. Diorama 5 tipe hutan yang ada di Indonesia (alam, pinus, jati, damar, dan juga mangrove), zwalp kayu yang dibuat menggunakan gergaji mesin, gelondong kayu jati berusia hingga 336 tahun.

pengangkut kayu glondongan

Miniatur cikar sebagai pengangkut kayu gelondongan, lukisan kisah Perjuangan Pasukan Wanaran, contoh berbagai jenis kayu yang ada di Indonesia, fosil kayu, contoh ubin parket yang dibuat dari kayu jati, vinir slais, papan wol plek manfaat kayu limbah untuk berbagai hal, kayu gelondongan mahoni, pulp and paper, replika Monumen Pahlawan Pasukan Wanara pada tahun 1948, serta Patung Penjaga Desa.

Di dalam ruangan, artefak tersusun pada 9 vitrin yakni:

Vitrin I

Vitrin I berisi peta-peta tanah / hutan, awig-awig, juga buku RPKH (Rencana Pengaturan Kelestarian Hutan) serta buku Rencana perusahaan pada zaman Belanda.

Vitrin II

Untuk Vitrin II berisi alat-alat ukur untuk membuat peta kehutanan serta interpretasi dari potret udara.

Vitrin III

Pada Vitrin III tersaji alat-alat eksploitasi hutan serta  foto-foto angkutan kayu pada zaman dahulu yakni cikar dan monorail.

Vitrin IV

Untuk Vitrin IV diisi dengan perlengkapan Mantri Hutan di zaman Belanda serta alat-alat yang biasa dibawa oleh orang yang hendak masuk hutan.

Vitrin V

Pada Vitrin V berisi persuteraan alam, penyadapan pohon pinus yang menghasilkan gondorukem, juga peralatan kerja, berburu dari daerah Kalimantan Timur.

Vitrin VI

Vitrin VI menyajikan pohon yang menggambarkan hasil dari aneka produk dari kembang, daun, kulit serta batang pohon-pohon yang ada di hutan.

Vitrin VII

Vitrin VII berisi alat-alat olah raga, patung dan sebagainya yang dibuat dari bahan kayu.

Vitrin VIII

Vitrin VIII merupakan benda-benda bersejarah yang digunakan untuk upacara peresmian.

Vitrin IX

Dan yang terakhir Vitrin IX berisi gunungan/kayon, yang dipakai untuk latar belakang pada kegiatan upacara peresmian dari kompleks Gedung Manggala Wanabakti.

Selain hal-hal tersebut, Anda juga bisa menyaksikan beberapa landasan dan panel yang juga berisi informasi dan dokumentasi bukti-bukti sejarah perjalanan hutan di Indonesia.

Pesona Museum Manggala Wanabhakti Sebagai Objek Wisata

Museum Manggala Wanabhakti tetap menjadi objek wisata yang menarik untuk dikunjungi baik untuk kebutuhan keilmuan maupun sekedar ingin rekreasi. Para orang tua bisa mengajak anak-anaknya ke tempat ini untuk membantu meningkatkan pengetahuan terkait alam dan hutan yang ada di Indonesia.

Benda-benda dan informasi bersejarah dalam museum ini tetap bisa dijadikan sebagai spot untuk berfoto yang unik dan menarik. Anda bisa datang bersama keluarga, teman sekolah, teman kampus, rekan peneliti dan sebagainya ke museum ini untuk mendapatkan berbagai hal informasi penting terkait hutan dan kehutanan yang ada di Indonesia.

Suasana museum yang lengang dan kurang menarik untuk dijadikan sebagai tempat hiburan akan lebih menarik jika Anda datang bersama rekan-rekan Anda. Menyaksikan diorama hutan yang ada di Indonesia akan sangat membantu Anda mengetahui lebih banyak tentang kondisi alam yang ada di negeri sendiri.

Alamat dan Jam Buka Museum Manggala Wanabhakti, Jakarta

Museum Manggala Wanabhakta terletak di Jl. Jend. Gatot Subroto, Kelurahan Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pintu masuk komplek ini terletak di persimpangan jalan menuju ke arah Jl. Gelora VII. Bila dari Halte TransJakarta Slipi Petamburan, untuk menuju ke Museum Maggala Wanabakti bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama lebih kurang 20 menit. Tepatnya di samping bangunan gedung MPR.

Untuk Informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi:

Nomor Telp. (021)-5703246 ekst. 5166, 5569
Faks. (021)-5710450, 5701147
Email: museum@manggala.or.id
Website: http://www.manggala.or.id; http://www.dephut.go.id

Meskipun letaknya berada di Jakarta Pusat, namun banyak orang yang tak tahu akan keberadaan bangunan ini. Sehingga jangan heran jika mungkin Anda menggunakan transportasi umum untuk berkunjung ke bangunan ini, banyak orang yang mungkin tidak tahu dengan museum ini.

Salah satu alasannya karena bangunannya yang kurang mencolok dan tidak terlihat karena tertutup dengan pohon-pohonan yang tinggi sehingga kurang diperhatikan orang.

Sebagai informasi untuk para pengunjung, museum ini buka mulai senin hingga jumat. Untuk hari sabtu, minggu dan hari-hari libur lainnya, museum ini tutup. Buka mulai pukul 09 pagi hingga pukul 15.00 Wib. Oleh karena bukanya di hari-hari kerja, maka Anda harus memprediksikan jam-jam macet jika ingin berkunjung ke lokasi.

Apakah masuk ke Museum Manggala Wanabhakti berbayar?

Ini yang menarik untuk Anda. Museum ini bisa Anda jadikan sebagai destinasi wisata yang menarik selama di Jakarta, karena masuk ke tempat ini tidak berbayar alias gratis. Jadi buat Anda yang ingin jalan-jalan di Jakarta dengan anggaran yang terbatas, salah satu tempat menarik dan informatif yang bisa Anda kunjungi adalah Museum Manggala Wanabhakti.

Lokasinya yang berada di pusat kota pun lebih mudah dijangkau dan tak membutuhkan transportasi yang ribet. Sebelum bertolak ke bandara atau stasiun kereta meninggalkan Jakarta, tak ada salahnya Anda singgah sejenak mengetahui banyak sejarah terkait hutan yang ada di Indonesia melalui kunjungan ke Museum Manggala Wanabhakti di daerah Jakarta Pusat.

Fakta Menarik Tentang Museum Istana Kepresidenan “Puri Bhakti Renatama”

Museum Istana Kepresidenan

Museum Istana Kepresidenan. Istana Kepresidenan merupakan suatu kawasan yang terkesan sangat formal yang bergelar tinggi. Seperti namanya, tempat ini diperuntukkan bagi Presiden Republik Indonesia dan keluarganya. Tidak semua orang bisa mengunjunginya. Utamanya adalah orang-orang penting dalam ketatanegaraan.

museum istana kepresidenan

Penjagaan di kawasan Istana Kepresidenan ini juga terbilang sangat ketat. Mungkin tidak banyak diketahui oleh masyarakat, bahwa di kawasan Istana Kepresidenan ini terdapat sebuah museum bersejarah yang dinamakan Museum Puri Bhakti Renatama.

Museum Istana Kepresidenan “Puri Bhakti Renatama” ini memiliki keistimewaan yang menarik dibandingkan dengan museum lainnya. Museum ini juga tidak dibuka untuk umum.

Hanya orang-orang tertentu yang dapat mengunjunginya. Namun, sebagai warga negara Indonesia yang baik, Anda perlu mengetahui beberapa fakta menarik tentang Museum Istana Kepresidenan “Puri Bhakti Renatama” ini.

Simak ulasan mengenai fakta menarik Museum Istana Kepresidenan “Puri Bhakti Renatama” di bawah ini.

Sejarah Museum Istana Kepresidenan “Puri Bhakti Renatama”

Museum Istana Kepresidenan “Puri Bhakti Renatama” dibangun karena gagasan Ibu Tien Soeharto pada tanggal 30 Maret 1971. Pembangunannya ditangani oleh Ny. Herawati Diah dan Drs. Pangkoesmijoto. Museum ini merupakan museum pertama yang dibangun di kompleks Istana Kepresidenan.

Pembangunan Museum ini tidak begitu lama. Pada tanggal 28 Agustus 1971, pembangunan museum ini sudah selesai dan diresmikan. Hingga saat ini Museum Istana Kepresidenan “Puri Bhakti Renatama” dirawat dengan baik dan dilengkapi dengan penjagaan yang ketat.

Museum Puri Bhakti Renatama merupakan museum yang istimewa yang dimiliki oleh Indonesia. Nilai sejarah yang terkandung di dalamnya sangatlah kental dan bermakna karena bukan hanya dari dalam negeri, tetapi juga mancanegara. Melalui koleksi yang ada museum ini rasa persahabatan antara Indonesia dengan berbagai negara dapat dilihat dan dirasakan.

Fasilitas di Museum Istana Kepresidenan

Museum ini merupakan aset Istana Kepresidenan yang menyimpan koleksi berharga milik negara. Museum Puri Bhakti Renatama terdiri atas 2 lantai yang menyimpan koleksi yang berbeda, yaitu:

Lantai Bawah

  • Lantai bawah disebut dengan Dwipantara (Nusantara) yang menyimpan benda-benda seni dan kriya dari berbagai daerah di Indonesia. Benda-benda tersebut merupakan persembahan rakyat Indonesia sebagai bentuk kasih kepada Bapak Presiden dan Ibu Negara.

Lantai Atas

  • Lantai atas disebut dengan Pancabhuana (Lima Buana) menyimpan benda-benda berupa cenderamata dari Kepala Negara di berbagai negara sebagai bentuk kenangan atau persahabatan kepada Presiden Republik Indonesia.

Museum ini menyimpan berbagai koleksi bersejarah dan memiliki nilai artistik. Antara lain lukisan istana, keramik porselen dan kain tenun tradisional yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

Salah satu koleksi yang paling menarik yaitu lukisan yang menggambarkan penangkapan Diponegoro dan Berburu Singa yang merupakan hasil karya Raden Saleh. Selain itu, museum ini menyimpan berbagai hadiah atau cenderamata dari tamu-tamu negara.

Terdapat beberapa ruang khusus di dalam Museum ini yaitu Ruang Irian Jaya, Ruang Barong, Ruang Raden Saleh, Ruang Syangka, Ruang Tongkonan, Ruang Wiwahabusana dan Ruang Mancanegara. Setiap ruangan memiliki keistimewaan masing-masing yang akan membuat pengunjung terpukau.

Lokasi dan Kontak Pengelola Museum

Museum Puri Bhakti Renatama ini terletak di kawasan Istana Kepresidenan, tepatnya di Jalan Veteran No. 16 Jakarta Pusat.

Kontak pengelola yang dapat dihubungi yaitu:

Telp: 34001 pes. 148, 347, 370.

Bagi Anda yang ingin mengunjungi museum ini harus mengirimkan surat permohonan kepada Kepala Rumah Tangga Istana Presiden dan mendapatkan persetujuannya.

Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk Museum

Museum Istana Kepresidenan “Puri Bhakti Renatama” hanya dibuka pada hari Jum’at mulai pukul 08.00 hingga pukul 11.00 WIB. Museum ini tidak sama dengan museum pada umumnya yang diperuntukkan sebagai destinasi wisata. Museum ini merupakan aset Istana Kepresidenan yang sangat berharga sehingga memiliki peraturan tertentu.

Tidak diketahui berapa harga tiket masuk ke Museum ini. Untuk lebih jelasnya, silakan menghubungi kontak pengelola yang bersangkutan. Biasanya pengunjung yang datang ke museum ini berbentuk rombongan.

Syarat Berkunjung ke Museum Istana Kepresidenan

Seperti yang sudah kami ulas beberapa kali bahwa museum ini bukanlah museum biasa yang bisa dikunjungi oleh masyarakat umum. Letaknya di kompleks Istana Kepresidenan membuat pengunjungnya harus mematuhi beberapa aturan berikut ini:

1. Harus mendapat persetujuan dari Kepala Rumah Tangga Istana Presiden

Pada umumnya mereka yang berkunjung ke museum ini dalam bentuk rombongan. Misalnya rombongan pelajar SMP, SMA, mahasiswa, karyawan dan lain-lain. Namun, tidak menutup kemungkinan perorangan juga diperbolehkan untuk mengunjungi museum ini.

Bagi Anda yang berniat untuk mengunjungi Museum ini sebaiknya mengirimkan surat permohonan dari jauh-jauh hari, karena surat yang masuk dimungkinkan tidak sedikit. Buatlah surat permohonan dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah yang berlaku. Seluruh surat permohonan yang masuk perlu di-review terlebih dahulu oleh pihak berwenang sebelum disetujui.

2. Berpakaian rapi dan mengenakan sepatu formal

Museum ini berada di tempat resmi sehingga sudah seharusnya kita yang ingin mengunjunginya juga harus berpakaian rapi dan menjaga sopan santun. Pakaian bergaya terlampau kasual atau santai seperti kaos dan jeans sangat tidak diperkenankan.

Pengunjung juga harus menjaga sikap dan mematuhi setiap peraturan yang ada di Museum ini. Seperti, dilarang membuang sampah sembarangan, berteriak tanpa alasan, beranda gurau yang berlebihan dan lain-lain.

3. Minimal berusia 11 tahun

Anak-anak di bawah 10 tahun tidak diperkenankan untuk mengunjungi Museum ini.

Apabila dilihat dari konsepnya, Museum ini sangat cocok untuk memperluas wawasan para mahasiswa yang merupakan agen perubahan dan para profesional muda.

Itulah beberapa fakta mengenai Museum Istana Kepresidenan “Puri Bhakti Renatama” yang perlu Anda ketahui. Apabila Anda tidak berkesempatan untuk mengunjunginya, jangan bersedih hati karena Anda masih bisa memperluas pengetahuan Anda tentang museum ini melalui artikel ini atau buku-bukunya yang telah diterbitkan.

Berkunjung ke museum-museum yang tersebar di Indonesia sangatlah disarankan untuk Anda. Karena melalui museum, kita dapat belajar tentang sejarah Indonesia yang sangat beraneka ragam. Hal itu merupakan sarana edukatif yang tepat bagi berbagai usia.

Jika membaca buku pelajaran dapat membuat mata lelah, melihat berbagai koleksi yang tersimpan di dalam suatu museum akan membuat Anda terpukau. Anda juga bisa berkunjung bersama keluarga, anak-anak dan orang-orang terdekat. Yuk, berkunjung ke museum sekarang juga!

Ketahui 5 Hal Ini Sebelum Berkunjung Ke Museum Transportasi (TMII)

museum transportasi

Museum transportasi. – Museum identik dengan sejarah. Pada umumnya sejarah yang ditampilkan ialah sejarah tentang pahlawan, proklamasi, daerah dan lain-lain. Namun, tahukah kamu bahwa transportasi pun memiliki sejarah? Ya, dari masa ke masa transportasi memiliki perkembangan yang semakin maju.

Bagi Anda yang tertarik atau merasa penasaran dengan sejarah transportasi yang ada di Indonesia, berkunjunglah ke Museum Transportasi yang ada di kawasan Taman Mini Indonesia Indah. Museum yang satu ini bersifat edukatif, sangat cocok untuk anak-anak dan pelajar.

Sebelum Anda merencanakan kunjungan ke Museum Transportasi, ketahui 5 hal ini terlebih dahulu.

Sejarah Museum Transportasi

Museum Transportasi merupakan suatu kawasan yang menyimpan bukti sejarah transportasi dan perannya dalam menunjang kemajuan Indonesia. Museum ini dikelola oleh Kementrian Perhubungan.

Pembangunan Museum Transportasi dimulai dengan pemancangan tiang pertama pada tanggal 14 Februari 1984 oleh Ibu Tien Soeharto. Kemudian pembangunan selanjutnya dimulai pada tahun 1985. Hingga pada tanggal 20 April 1991, museum ini telah selesai dibangun dan diresmikan oleh Presiden Soeharto.

gedung museum trasportasi

Tujuan dari pembangunan museum ini yaitu untuk mengumpulkan, merawat, meneliti dan menunjukkan berbagai model transportasi yang bernilai sejarah dan memiliki peran bagi perjuangan bangsa Indonesia.

Museum ini menjadi destinasi rekreasi yang bernilai edukatif. Jadi, selain bisa menyegarkan pikiran, pengunjung juga semakin luas wawasannya tentang transportasi Indonesia.

Fasilitas di Museum Transportasi

Museum Transportasi yang berdiri di atas lahan seluas 6,25 hektar ini terdiri atas beberapa bangunan yang disebut dengan modul.

Terdapat 4 macam modul yakni modul pusat, modul darat, modul udara dan modul laut. Keempat macam modul tersebut diisi dengan berbagai macam transportasi yang berhubungan dalam bentuk benda asli, tiruan, miniatur, foto-foto dokumentasi dan diorama.

Penjelasan singkat mengenai 4 modul :

Modul Pusat

Modul pusat menampilkan transportasi tradisional di jalur darat dan laut pada jaman dahulu yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Seperti namanya, transportasi tradisional ini masih menggunakan cara-cara manual pada zamannya, seperti tenaga manusia, tenaga hewan atau angin. Contohnya, andong, becak, bendi, cikar dan perahu layar.

Modul Darat

Modul darat menampilkan beragam model transportasi darat yang meliputi jalan raya, jalan baja, jembatan, sungai, danau dan sebagainya. Transportasi darat yang dipamerkan tersebut ada yang masih menggunakan cara tradisional maupun dengan bantuan mesin.

damri angkutan motor

Di antaranya, cikar DAMRI yang menjadi armada pertama DAMRI, kereta api dan lokomotifnya, becak Siantar, sepeda dan sebagainya. Pada tahun 1946, Cikar DAMRI memiliki peran yang penting pada masa kemerdekaan yakni sebagai alat angkut logistik militer di wilayah Surabaya dan Mojokerto.

Modul Laut

Modul laut menyimpan berbagai macam transportasi laut yang dijalankan dengan bantuan mesin. Di antaranya kapal penumpang, kapal laut, dok terapung, container dan peralatan penunjangnya. Di modul laut ini juga ditunjukkan berbagai teknologi yang digunakan dalam transportasi laut dari masa ke masa.

Modul Udara

Modul udara menyajikan berbagai model, jasa dan perkembangan transportasi udara yang ada di Indonesia. Di antaranya aneka macam pesawat terbang, helikopter dan peralatan penunjangnya, seperti bandar udara dan teknologi pemantauan maskapai penerbangan.

Selain ke empat modul tersebut, di Museum Transportasi ini memiliki pameran luar ruangan. Meliputi beragam model lokomotif generasi pertama dari Perusahaan Kereta Api Indonesia. Salah satunya yang paling menarik ialah Kereta Api Luar Biasa atau KLB yang pernah digunakan oleh Presiden dan Wakil Presiden pertama yaitu Ir. Soekarno dan Moch. Hatta. Tujuan penggunaannya untuk berpindah dari Jakarta ke Yogyakarta.

kereta api di museum

Lokasi dan Kontak Pengelola Museum Transportasi

Museum Transportasi terletak di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, tepatnya di Jalan Raya Taman Mini, Jakarta Timur. Lokasinya mudah dijangkau dan sangat strategis karena berada dalam wilayah ibukota.

Bagi Anda yang ingin membawa rombongan kunjungan atau mengadakan suatu kegiatan tertentu di kawasan Museum Transportasi, dapat menghubungi kontak di bawah ini.

  • Telp: (021) 87795616, 8409163, 87792078, 8414567, 8409461, 8409432, 29369593.
  • Fax: (021) 87795616, 29369592.

Silakan menghubungi nomor tersebut selama jam kerja.

Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk Museum Transportasi

Jam buka Museum Transportasi (TMII) ini yaitu dari hari Selasa – Minggu mulai pukul 09.00 hingga pukul 16.00 WIB.

Harga tiket masuk ke Museum Transportasi ini sangatlah terjangkau yakni Rp 2.000,- per orang untuk kunjungan normal. Namun, terkadang ada yang datang untuk melakukan kegiatan tertentu di luar kunjungan normal sehingga dikenakan biaya tambahan. Misalnya, untuk prewedding sebesar Rp 150.000,-; buku tahunan sekolah Rp 200.000,- dan perpisahan sekolah Rp 30.000,-.

Sedangkan untuk foto keluarga atau bersama orang-orang terdekat dengan kamera handphone tidak dikenakan biaya alias gratis.

Tips Berkunjung ke Museum Transportasi

Sebelum berkunjung ke Museum Transportasi, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dengan matang agar Anda dapat menikmati setiap fasilitas yang disajikan dengan baik.

taxi bluebird di museum

1. Berliburlah di hari kerja

Sebagai seorang profesional, waktu sehari-hari Anda pasti dihabiskan untuk bekerja. Satu-satunya waktu untuk berlibur ialah di akhir pekan atau hari libur nasional. Kebanyakan orang pasti juga berpikir demikian. Sehingga pengunjung pada hari-hari tersebut tentu membludak. Kondisi semacam pasti tidak menyenangkan bagi Anda.

Jadi, jika ingin menikmati liburan dengan optimal gunakanlah hari aktif. Anda bisa mengambil cuti untuk liburan.

2. Rencanakan dari jauh-jauh hari

Meskipun terkesan ringan, kehabisan tiket bisa saja terjadi pada Anda. Jadi, sebaiknya rencanakanlah liburan dari jauh-jauh hari yang mencakup tiket perjalanan, tabungan liburan dan lain-lain.

3. Siapkan stamina tubuh yang kuat

Museum Transportasi ini dibangun pada lahan yang luas, dimana Anda harus berjalan cukup jauh untuk bisa menikmati setiap detailnya. Oleh karena itu, siapkan stamina yang cukup untuk menikmati liburan Anda. Usahakan untuk tidak begadang di hari sebelum liburan.

4. Bawalah bekal makanan dan minuman

Banyak penjual makanan dan minuman di sekitar kawasan wisata. Namun, akan lebih baik jika Anda membawa bekal makanan dan minuman dari rumah. Apalagi jika Anda sendiri yang memasaknya pasti lebih sehat dan higienis dibandingkan makanan luar yang kita tidak tahu proses pembuatannya.

5. Bawalah kamera

Jangan sampai melewatkan momen liburan Anda tanpa dokumentasi foto atau video. Sekedar menikmati saja tak pernah cukup. Setidaknya tangkaplah momen-momen bahagia Anda dalam foto maupun video. Bentuk dokumentasi tersebut akan sangat berharga di kemudian hari. Minimalnya, bawalah handphone yang memiliki kamera dengan hasil tangkapan yang bagus dan jelas.

vespa di museum trasportasi

Nah, itulah 5 hal yang perlu Anda ketahui sebelum berkunjung ke Museum Transportasi (TMII). Museum ini bukan hanya cocok untuk kunjungan saja, tetapi juga untuk hunting foto yang instagramable, foto untuk buku tahunan hingga foto prewedding. Selain harga tiket masuknya yang murah, pemandangan yang disajikan juga menarik. Yuk, liburan!

Museum Pusaka (TMII) Jakarta

museum pusaka

Berkunjung ke museum pusaka (TMII) menjadi alternatif liburan yang menyenangkan ketika liburan sekolah tiba. Museum ini memiliki koleksi dan objek yang sangat menarik. Dengan keunikan koleksi yang dimiliki museum ini, menjadi magnet untuk dikunjungi wisatawan.

museum pusaka

Dengan berlibur ke museum ini, tentunya akan mendapatkan tambahan wawasan sejarah dan pengetahuan terkait pusaka-pusaka di Indonesia.

Sudah bukan rahasaia lagi kalau area wisata taman mini Indonesia Indah memiliki banyak museum. Anda bisa melihat museum-museum yang ada di taman mini di sini. Walaupun demikin, Anda tidak perlu heran jika museum pusaka ini tetap diminati banyak pengunjung.

Manfaat Berkunjung Ke Museum Pusaka

Mengunjungi Museum Pusaka (TMII) ini, diyakini akan mendapatkan banyak manfaat. Adapun beberapa manfaat yang bisa didapatkan diantaranya sebagai berikut:

  1. Yang pertama adalah membuat pikiran menjadi lebih rileks. Hati merasa senang karena melihat beberapa koleksi benda pusaka yang unik dan antik.
  2. Kemudian yang kedua adalah mengenalkan kepada anak – anak akan keunikan dan keragaman budaya melalui beberapa benda pusaka yang berada di museum. Terdapat koleksi benda pusaka yang berasal dari berbagai penjuru Nusantara.
  3. Yang ketiga adalah mendapatkan pengalaman yang menarik dan juga tak terlupakan karena mendapatkan tambahan pengetahuan dan wawasan mengenai berbagai jenis pusaka sekaligus sejarahnya.

Sejarah Museum Pusaka

Museum Pusaka (TMII) berada di jalur selatan kawasan Taman Mini Indonesia Indah. Terletak diantara Museum Keprajuritan Indonesia dan juga Museum Serangga dan Taman Kupu–Kupu, museum ini memiliki bangunan yang khas dan memiliki daya tarik tersendiri. Pada atas atap terdapat sebuah bentuk keris yang menjulang.

batu peresmian museum pusaka

Dibangunnya museum ini memiliki tujuan untuk melestarikan, merawat, dan mengumpulkan benda bersejarah. Selain itu juga untuk memberikan informasi mengenai beberapa benda budaya yang berupa senjata tradisional kepada setiap generasi penerus.

Dengan begitu generasi penerus nantinya dapat merasa bangga pada budaya dan bangsanya sendiri. Dengan berdirinya museum pusaka ini juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan study serta penelitian tentang senjata.

Pada awalnya koleksi museum ini adalah koleksi pribadi milik Mas Agung. Kemudian dihibahkan oleh Mas Agung kepada Ibu Tien Soeharto yang merupakan ketua Yayasan Harapan Kita.

Seteah ditambahkan dengan hasil pembelian, sampai dengan sekarang museum ini sudah mempunyai koleksi senjata tradisional yang sangat lengkap, dimana bisa mewakili sebanyak 26 provinsi di Indonesia.

Museum ini terdiri dari dua lantai dengan luas 1.535 meter persegi, dan didirikan di atas lahan seluas 3.800 meter persegi. Dari luas tersebut kemudian dibagi menjadi beberapa ruang yang digunakan sebagai sarana dan juga pendukung.

Diantaranya yaitu ruang pameran, kemudian ruang informasi, ruang sarasehan, ruang pengelola, ruang konservasi dan preservasi, ruang perpustakaan, ruang cenderamata dan juga ruang bursa.

Selain menampilkan benda koleksi senjata yang berasal dari seluruh nusantara, pada ruang pameran ini juga memberikan berbagai macam informasi mengenai pusaka.

Contohnya saja seperti rincian pusaka, kemudian ragam bentuk dari pusaka, lalu ragam hias bilah pusaka, zaman pembuatan pusaka, pusaka khas daerah, pusaka hasil temuan dan pusaka dari zaman ke zaman.

Terdapat beberapa jenis kayu untuk membuat pusaka dan juga ruang besalen atau tempat kerja dari empu yang membuat keris serta peralatan yang melengkapi pameran tersebut.

Selain sebuah pameran tetap, museum ini juga kerap kali melaksakanan sebuah pameran berkala, baik itu di dalam ataupun bekerjasama dengan pihak luar.

Kemudian juga terdapat kegiatan lain yang ditawarkan untuk umum seperti penjamasan pusaka, konsultasi pusaka dan juga bursa pusaka untuk orang yang berminat memiliki koleksi beberapa benda pusaka.

Yang Bisa Dilihat di Museum Pusaka

Pameran Lantai Dasar

Pada ruang pameran di lantai dasar Museum Pusaka (TMII), terdapat beberapa pusaka seperti keris dan tombak. Selain menampilkan beberapa koleksi pusaka yang memiliki ukuran normal, di lantai dasar ini juga terdapat beberapa koleksi benda pusaka yang unik dan juga memiliki ukuran yang tidak lazim.

Contohnya saja seoertu Keris Bethok yang mana ada sejak zaman Budha yang memiliki ukuran sangat besar. Bahkan terdapat pula koleksi golok yang memiliki ukuran yang sangat besar, bahkan untuk panjangnya mencapai 2 meter.

Selain itu di lantai dasar ini juga terdapat besalen. Besalen merupakan sebuah tempat untuk membuat pusaka oleh empu. kemudian terdapat juga koleksi keris dan pusaka yang dibuat di zaman sekarang.

Di Lantai Atas Museum

Di lantai atas museum ini terdapat ruang pameran yang dibangun dengan luas lantai sebesar 600 meter persegi. Di lantai ini dipajang beberapa contoh pusaka atau tosan aji yang berasal dari berbagai zaman pembuatannya.

Diantaran yaitu dari zaman kuno seperti Kahuripan, kemudian Singasari, Lalu Majapahit, Demak, Pajang, Zaman Islam sampai dengan zaman Indonesia menjadi Republik.

Di Ruang Bursa Tosan Aji

Ruang bursa tosan aji merupakan ruangan khusus yang berada di lantai dasar museum yang digunakan untuk ruang bursa. Menyajikan berbagai koleksi keris serta tombak untuk yang berminat memiliki tosan aji.

Di ruang ini terdapat perlengkapan keris seperti mendak, sarung keris, jagrak keris dan pendok. Harga jual pada berbagai koleksi di bursa ini juga terbilang agak mahal, namun untuk kualitasnya juga sebanding karena kondisi keris tersebut.

Umumnya yang dijual memiliki kualitas yang masih bagus dan terawat sehingga layak untuk dijadikan sebagai benda koleksi. Selain itu, di ruang bursa ini juga difungsikan untuk penyediaan jasa penjamasan atau perawatan, sertifikasi dan juga konsultasi pusaka.

Di ruangan ini juga digunakan untuk bursa pusaka keris dan tombak. Bagi yang berminat untuk mengoleksi benda pusaka. Kemudian menyediakan berbagai benda perlengkapan pusaka lainnya serta jasa perbaikan benda pusaka tersebut.

Alamat Dan Kontak Resmi Museum

Untuk Anda yang ingin mengunjungi Museum Pusaka (TMII) ini, Anda bisa ke Jalan Raya Taman Mini, Ceger, cipayung, Jakarta.Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi nomor telephone 0218404155 atau bisa juga melalui fax di nomor 0218404155.

Harga Tiket Masuk Dan Jam Operasional Museum

Harga tiket masuk ke Museum Pusaka (TMII) ini sekitar Rp 7.000,- perorangnya. Jam operasional museum, buka dari hari Senin sampai dengan Minggu pada pukul 09.00 sampai dengan 16.00 WIB.

Note: sebelum masuk ke museum tersebut, Anda harus melewati pintu gerbang utama dimana harus membayar sebesar Rp 9.000,- perorang, kemudian Rp 10.000,- untuk mobil, lalu Rp 15.000,- untuk bus atau truk, Rp 6.000,- untuk sepeda motor dan Rp 1.000,- untuk sepeda.

Demikian informasi singkat mengenai Museum Pusaka (TMII) yang dapat Anda ketahui. Semoga bermanfaat untuk Anda. Jangan lupa membawa kamera untuk mengabadikan setiap momen dan objek unik yang berada di dalam museum pusaka ini. Selamat berlibur !!!

Museum Serangga (TMII) Jakarta

museum serangga tmii jakarta

Mengisi waktu liburan dengan berkunjung ke museum serangga (tmii jakarta) merupakan pilihan yang bijaksana. Dengan berkunjung ke museum, Kita bisa mendapatkan referensi ilmu pengetahuan dan pengalaman yang menarik.

Perlu kita ketahui bersama bahwa di museum ini terdapat banyak jenis serangga, baik serangga yang sudah diawetkan ataupun jenis serangga masih hidup.

museum serangga tmii jakarta

Anak-anak akan lebih merasakan manfaatnya jika berkunjung ke situs-situs sejarah seperti museum. Mendapatkan tambahan referensi sejarah, ilmu pengetahuan dan bisa juga menjadi unforgetable story dalam hidupnya.

Selain itu, dengan berlibur ke museum diyakini bisa membantu untuk menyegarkan pikiran / re-fresh kita sebagai orang tua.

Di area taman mini indonesia indah (Jakarta) terdapat banyak museum yang dapat dikunjungi. Masing-masing museum memiliki daya tarik tersendiri. Jadi tidak heran jika banyak wisatawan yang datang ke TMII sekaligus untuk berlibur ke Museum.

Dari sekian banyak museum yang terdapat di Taman Mini Indonesia Indah, Museum Serangga (TMII) menjadi menjadi topik bahasan kita kali ini.

Yuukkk kita lanjutkan …

Manfaat Mengunjungi Museum Serangga (TMII)

Berikut di bawah ini adalah beberapa manfaat yang bisa pengunjung dapatkan jika berkunjung / berlibur ke museum ini :

  1. Yang pertama adalah Pengunjung / Anda akan mendapatkan pengalaman menarik dan sejarah dari Museum ini.
  2. Kemudian yang kedua adalah Anda bisa mengetahui berbagai macam jenis serangga, kupu – kupu, jenis-jenis bunga dan satwa yang lainnya.
  3. Yang ke tiga: Selain mengenalkan kepada anak mengenai banyaknya jenis serangga, Nantinya anak juga akan belajar untuk mengerti bagaimana cara melesarikan lingkungan agar serangga – serangga tersebut dapat hidup dan dilestarikan.

Sejarah Museum Serangga (TMII)

Museum ini dapat berdiri karena diprakarsai oleh pengurus Perhimpunan Kebun Binatan Seluruh Indonesia atau PKBSI dan juga Museum Zoologicum Bogoriense serta didukung oleh Ibu Tien Soeharto.

Tujuan didirikannya museum ini yang utama adalah agar masyarakat dapat mengenal berbagai macam jenis serangga, lebih peduli pada peranan dan potensi alam.

Museum ini dibangun di atas tanah yang memiliki luas 500 meter persegi. Terletak di kawasan wisata Taman Mini Indonesia Indah, dengan cirikas desain bangunan menyerupai bentuk tubuh belalang.

Museum ini diresmikan oleh Seoharto (watu itu presiden) pada tanggal 20 April 1993. Kemudian di tahun 1998, ditambahkan wahana baru yang berupa taman kupu – kupu dan juga kebun pakan.

Selain itu, dilengkapi dengan kandang sebagai sarana penangkaran. Terdapat laboratorium yang digunakan sebagai upaya untuk melestarikan jenis kupu – kupu yang langka (dengan cara melakukan penangkaran).

kemudian juga membuat awetan serangga, lalu mengidentifikasi tempat untuk memelihara serangga yang masih hidup ataupun yang mati.

kumbang diawetkan

Wahana baru tersebut tercipta karena adanya bantuan dari dr. Soedjarwo yang melalui Yayasan Sarana Wana Jaya. Di tahun 2004, koleksi museum ini kembali bertambah dengan mengoleksi tambahan binatang selain serangga.

Yang Dapat Dilihat Di Museum

Di Museum ini terdapat sekitar 16% jenis serangga dunia yang hidup di Indonesia. Jadi tidak heran jika koleksi serangga yang terdapat pada museum ini berjumlah sekitar 500 jenis. Diantaranya terdiri dari 250 jenis kupu – kupu. kemudian 150 jenis kumbang dan juga 100 jenis kelompok serangga lainnya.

Di dalam museum juga terdapat diorama yang menyajikan pesona kumbang nusantara. Kemudian juga peranan serangga tanah pada ekosistem dan juga pelestarian sebuah ekosistem. Lalu terdapat peta serangga Indonesia.

peta kumbang diawetkan

Dipajang juga beberapa serangga perombak, kupu – kupu Batimurung, peta kupu – kupu Indonesia, serangga pekarangan dan juga beberapa kotak koleksi kelompok serangga yang lainnya.

Selain koleksi-koleksi serangga yang sudah diawetkan, Dengan berkunjung ke museum ini, Anda juga bisa melihat beberapa jenis serangga yang masih hidup.

Pengunjung bisa melihat kumbang tanduk, kumbang air, belalang ranting, lebah madu, belalang daun serta kumbang badak.

Pada taman kupu – kupu terdapat sekitar 20 jenis tanaman bunga yang kerap dihinggapi oleh kupu – kupu.

Sedangkan untuk satwa selain serangga, museum ini memiliki objek yang bisa dilihat pengunjung seperti: hewan tupai Sumatera, tupai Bali, kadal lidah biru, tarsius, opposum layang dan juga kancil.

Di ruang audio visual, nantinya Anda dapat melihat pemutaran film mengenai kehidupan serangga beserta penjelasannya. Kemudian dari pihak museum ini juga menyediakan sebuah pelayanan bimbingan mengenai berbagai jenis serangga, baik itu untuk pengawetannya, penangkarannya dan juga dilengkapi dengan perpustakaan.

Fasilitas Di Museum

Museum Serangga memberikan beberapa fasilitas yang cukup lengkap seperti area parkir kendaraan, mushola, kamar mandi, tempat untuk beristirahat, ruangan serangga, ruangan kupu – kupu dan masih banyak lagi yang lainnya.

Alamat Dan Nomor Telephone Museum Serangga

Untuk Anda yang ingin berlibur ke museum ini, silahkan temukan Museum Serangga (TMII) dengan alamat di Jalan Hankam Raya Nomor 39, RT 7/RW 2, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur.

Selain itu untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi nomor telepehone 02187795616 atau bisa juga melalui fax di 02187795616.

Museum ini sangat mudah di akses. Anda bisa menggunakan kendaraan umum ataupun layanan ojek online. Tinggal Anda sesuaikan keperluannya.

Jam Operasional Dan Harga Tiket Masuk Museum Serangga

Jam operasional Museum Serangga (TMII) ini, buka pada hari Senin sampai dengan Minggu pukul 09.00 sampai dengan 17.00. Untuk bisa masuk ke dalam museum ini terbilang murah, karena untuk harga tiket masuknya sekitar Rp 15.000,- untuk anak dan juga dewasa.

Harga tiket masuk tersebut sudah termasuk dengan kunjungan ke Akuarium Air awar. Kemudian untuk biaya parkirnya, parkir mobil Rp 10.000,-, motor Rp 6.000,- dan bis Rp 15.000,-.

Saran Dan Tips

Demikina informasi singkat mengenai Museum Serangga (TMII) yang bisa Anda ketahui. Jika Anda ingin berkunjung ke museum ini, kami menambahkan beberapa tips yang perlu diperhatikan agar liburan Anda juga bisa lebih maksimal.

Diantaranya; Jika Anda berencana untuk berkunjung ke museum ini sebaiknya memperhatikan cuaca terlebih dulu, agar nantinya tidak menghalangi liburan Anda.

Walaupun di wilayah museum ini terdapat banyak hotel dan restoran, ada baiknya untuk mempersiapkan kebutuhan pribadi seperti bekal, air minum dan kebutuhan khusus lainnya. Restoran biasanya ramai pengunjung.

Musem Telekomunikasi (TMII)

museum telekomunikasi

Perlu Anda ketahui, Museum Telekomunikasi merupakan salah satu bentuk museum sains. Museum ini juga menjadi sumber informasi paling penting tentang perkembangan dunia pertelekomunikasian di Negara Indonesia.

Sejarah Museum Telekomunikasi

museum telekomunikasi

Museum Telekomunikasi telah diresmikan oleh Presiden RI Soeharto pada tanggal 20 April 1991. Tujuan Didirikannya museum ini yaitu untuk menggambarkan perkembangan dunia teknologi pertelekomunikasian di Indonesia.

Selain itu untuk menunjang perjuangan bangsa dan keberhasilan dalam membangun bidang pertelekomunikasian dalam ranga mewujudkan pembangunan nasional dan wawasan nusantara.

Pada wujud bangunan, museum ini berbentuk kubah yang berwarna biru dan di depannya ada Monumen (patung) Patih Gajah Mada yang sedang berdiri dengan tegak sambil mengacungkan sebuah keris.

Patung tersebut menjadi simbolis peristawa Sumpah Palapa dan mengingatkan kita pada satelit komunikasi yang pertama ada di Indonesia.

Pemberian nama Palapa ini sesuai dengan jiwa Sumpah Palapa yang telah berhasil menyatukan Nusantara Indonesia. Museum ini terletak pada bagian depan kawasan Taman Mini Indonesa Indah (TMII).

Di sebelah bagian selatan berdampingan dengan bagunan Museum Olahraga dan membelakangi Museum Istiqlal serta Bayt Al-Qur’an.

Peletakan batu yang pertama kalinya dilakukan pada tanggal 27 September Tahun 1989 oleh Presiden Soeharto. Bangunan Museum Telekomunikasi berada tepat diatas lahan dengan luas 2,36 hektar.

Meliputi bangunan induk yang digunakan untuk ruang pameran dan ruang pengelolaan seluas 4.872 m² dan ruang untuk penerima tamu dengan luas 151 m² pada bagian depan.

Koleksi Museum Telekomunikasi

Museum ini memiliki sejumlah koleksi terkait benda-benda bersejarah pada bidang telekomunikasi. Kita bisa mengenal beragam informasi tentang perkembangan pertelekomunikasian di Negara Indonesia.

Objek yang bisa dilihat (diperagakan) dimulai dari sebelum masa perang, masa awal kemerdekaan Indonesia, masa order baru dan masa depan alat komunikasi.

Benda bersejarah tersebut telah tersimpan di dalam Museum ini sejak pertama kali dibuka. Adapun jenis-jenis alat komunikasi non-elektronik, diantaranya seperti:

7 Alat Komunikasi Tradisional (Pra Elektrik)

kentongan
  1. Bedug; digunakan sebagai tanda penyampaian pesan ketika waktu menunaikan sholat atau waktu melaksanakan sholat Idul Fitri.
  2. Kentongan; digunakan sebagai tanda penyampaian berita dengan cara dipukul dengan nada tertentu untuk memberitahukan kepada semua masyarakat sekitar bahwa ada kebakaran, pencurian dan sebagainya.
  3. Lonceng; digunakan sebagai tanda waktu Misa dihari Minggu yang dikhususkan bagi umat Kristen.
  4. Sangkakala; alat tersebut dibuat dari rumat siput atau keong yang besar. Alat ini digunakan sebagai alat pemimpin untuk mengumpulkan semua rakyatnya guna mendukung keperluan tertentu.
  5. Bendera semaphore; digunakan sebagai komunikasi diantara 2 kapal yang ada di lautan.
  6. Tifa; digunakan untuk acara upacara adat tertentu.
  7. Gong; digunakan untuk menjalin kesepakatan komunikasi setempat dalam situasi berperang, berkumpul atau menandakan dimulainya suatu acara tertentu.

5 Alat Komunikasi Elektronik

Ada juga alat-alat komunikasi elektronik diantaranya seperti:

  1. Telegram yang menggunakan sandi morse.
  2. Pemancar radio YBJ-6
  3. Beraneka ragam jenis pesawat telphone dari berbagai macam zaman.
  4. Sentral telephone manual dengan menggunakan local baterai dan
  5. Beraneka ragam jenis kabel untuk instalasi jaringan telekomunikasi.

Museum ini juga menyimpan beragam jenis diorama yang telah menggambarkan fase-fase perkembangan pertelekomunikasian di Negara Indonesia.

Selain itu, ada juga area yang dikhususkan sebagai ajang pamer bermacam-macam jenis pelayanan jasa telekomunikasi dari Telkom.

Pelayanan tersebut diantaranya seperti koleksi berbagai macam jenis kartu telephone magnetik, beragam jenis pesawat telephone umum dan terdapat juga miniatur satelit Palapa untuk melayani komunikasi di seluruh pelosok tanah air Indonesia.

Untuk alat komunikasi zaman sekarang dibagi dua jenis yakni analog dan juga digital.

Untuk alat komunikasi jenis analog diantaranya seperti sentral telephone otomatis analog, Hambur Tropos pesawat teleprinter, market SKGM dan market jaringan komunikasi nasional.

Sementara untuk alat komunikasi jenis digital diantara meliputi STKB konvensional, planet konfigurasi, STKC cellular, panel konfigurasi, PASOPATI (Paduan Solusi Pelayanan Teknologi Informasi) dan panel Inmarsat/Intelsat.

Perkembangan dunia teknologi komunikasi yang begitu pesat ini dipastikan akan semakin memperpendek jarak.

Dengan kehadiran internet dan videophone jelas mempertegas fungsi dari alat komunuikasi yang tak hanya digunakan sebagai alat telekomunikasi tetapi juga berfungsi sebagai alat multimedia.

Di Museum ini juga telah menampilkan diorama pemanfaatan multimedia yang meliputi SSI (System Satelit Iridium), EMM (Elektronik Mega Mall) dan SFEN (Solution For Enterprise Network).

Selain itu, banyak sekali muatan wawasan yang positif untuk edukasi. Keberadaan Museum ini sebagai tujuan berwisata pendidikan dengan mengenal sejarah Iptek Indonesia.

Dengan demikian, masyarakat umum bisa memanfaatkan keberadaan Museum Telekomunikasi (TMII) sebagai sarana edukasi atau pembelajaran.

Karena museum ini sudah dilengkapi dengan fasilitas sarana theater, film animasi Ponix, film dokumenter dunia perkembagan teknologi pertelekomunikasian, ruang info, ruang elshop, ruang rapat dan demo jasa telekomunikasi, warung internet serta warung telekomunikasi.

Namun untuk bisa menonton film dokumenter tersebut, harus terkumpul setidaknya 10 orang wisatawan terlebih dahulu.

Selain itu, ketika Anda berkunjung ke Museum Telekomunikasi, Anda juga akan mendapatkan keuntungan lainnya seperti :

5 Manfaat Berkunjung ke Museum Telekomunikasi

  1. Bisa mendokumentasikan beraneka ragam kegiatan pertelekomunikasian nasional yang mengandung nilai sejarah telekomunikasi Indonesia.
  2. Menciptakan rekreasi yang begitu sehat dan bermanfaat bagi mereka para pecinta dunia elektronika telekomunikasi untuk mengembangkan minat dalam bidang teknologi telekomunikasi.
  3. Melakukan transformasi informasi mengenai perkembangan dunia telekomunikasi Indonesia.
  4. Melibatkan para pengunjung untuk menghayati tata cara pengelolaan pelayanan dalam bidang telekomunikasi agar bisa membantu melakukan pemeliharaan sarana telekomunikasi Indonesia.
  5. Sebagai media promosi untuk pelayanan produk/jasa telekomunikasi.

Akses ke Museum

Untuk akses menuju ke Museum Telekomunikasi Taman Mini Indonesia Indah, Anda bisa menggunakan Bus Transjakarta Koridor 10 jurusan Tanjung Priok dan Cilitan turun tepat pada di daerah Pusat Grosir Cilitan.

Kemudian lanjut dengan naik menggunakan angutan kota nomor T02 turun tepat di depan pintu masuknya TMII.

Selanjutnya, Bus Transjakarta Koriodor 9 jurusan Pinang dan Ranti Pluit, turun dekat Taman Mini Square.

Mudah sekali untuk menuju alamat Museum Telekomunikasi. Berlibur / berwisata ke museum ini, Anda akan memperoleh manfaat tentang pengetahuan dalam perkembangan bidang pertelekomunikasian Indonesia secara lengkap dan detail.

Karena selain diciptakan untuk mengenang sejarah perkembangan dunia telekomunikasi, ternyata Museum Telekomunikasi ini juga difungsikan sebagai media menunjang edukasi atau pembelajaran untuk para wisatawan.

Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk

Alamat lengkap Museum Telekomunikasi (TMII) tepatnya berada di Area Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ceger, Kota Jakarta Timur (13820). Nomor telephone resmi Museum Telekomunikasi: (021) 8412247.

Sementara untuk jam operasional Museum Telekomunikasi pada hari Senin – Minggu pukul 07.00 – 22.00 WIB.

Untuk harga tiket masuk Museum Telekomunikasi perorangan (3 tahun keatas) sekitar Rp 10.000,- Untuk mobil Rp 10.000,- Bus/Truk Rp 30.000,- Motor Rp 6.000,- dan Sepeda Rp 1.000,-.

Copyright Museum Jakarta 2019
Shale theme by Siteturner