Museum Jakarta

Mengulas museum-museum di Jakarta

Monumen Nasional Jakarta

Hampir seluruh masyarakat Indonesia sangat familiar dengan Monumen Nasional (MONAS). Bahkan seluruh warga Jakarta meyakini jika Monas bukan hanya sekedar kebanggaan kota Jakarta, akan tetapi Monas sudah menjadi ikon Indonesia. Monas kini menjadi satu lokasi tempat wisata dan juga pusat pendidikan bagi warga Jakarta dan sekitarnya.

Sudah barang tentu ada banyak hal menarik bisa Anda lihat di dalam monumen nasioanl. Sebelum berkunjung ke Monas, ada baiknya Anda menyimak beberapa ulasan baik itu sejarah hingga hal penting terkait dengan Situs bersejarah ini.

Sejarah Monumen Nasional Jakarta

monumen nasional jakarta (MONAS)

Ide pembuatan Monas sebenarnya sudah ada sejak tahun 1949 dimana Presiden Soekarno pada saat itu ingin memulai pembangunan monumen nasional. Menariknya, Ir.Soekarno juga ingin menyetarakan tinggi Monas tersebut dengan Menara Eiffel di Perancis. Kemudian lokasi pembangunan Monas berada di depan Istana Merdeka.

Bukan tanpa tujuan, pembangungan Monas sendiri memiliki makna penting yakni untuk mengenang kemudian melestarikan perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan hingga bisa bebas dari penjajah pada tahun 1946. Diharapkan Monumen Nasional bisa memberi makna hingga menginspirasi kepada generasi penerus bangsa.

Awal pembangunan Monas ini diawali dengan adanya sayembara perencanaan monumen yang digelar pada tahun 1955. Contoh replika dari Monas sendiri ada 51 karya akan tetapi hanya ada satu yang dipilih. Hasil karya desain Monas yang dibuat Frederich Silaban berhasil terpilih karena memenuhi kriteria dari sayembara tersebut dimana memperlihatkan lambat bangsa Indonesia dari segi karakter hingga mampu bertahan dalam jangka lama.

Namun, dalam perjalanannya Presiden Soekarno masih kurang menyetujui desain dari Frederich Silaban, sehingga dibentuklah lingga dan yoni oleh Sukarno. Hasil akhir desain Monas telah rampung diselesaikan Frederich, namun sayang dana yang dibutuhkan dalam proses pembuatan terbilang tinggi. Pada saat itu ekonomi Indonesia masih belum membaik sehingga Presiden Sukarno meminta bantuan dari seorang arsitek bernama R.M Soedarsono untuk merampungkan desain Monas.

Soedarsono telah memberi konsep baru pada Monumen Nasional dimana menyematkan angka 17,8 dan 45 yang mana memperlihatkan sebuah momen kemerdekaan Indonesia yakni 17 Agustus 1945. Kemudian proses pembangunan Monas berada di atas lahan seluas 80 hektar kemudian dimulailah pembangunannya pada 17 Agustus 1961.

Dari bentuk utuh Monas terdapat beberapa bagian penting mulai dari lidah api, pelataran puncak, pelataran bawah, hingga Museum Sejarah Perjuangan Nasional. Menariknya seluruh bangunan Monas setinggi 132 meter tersebut telah dilapisi oleh marmer sehingga memberi ketahanan tinggi. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat beberapa bagian Monas yang juga memberi keunikan tersendiri.

Bagian – Bagian di Monumen Nasional Jakarta

puncak monumen nasional

1. Lidah Api

Pada Monumen Nasional terdapat bagian lidah api dimana terbuat dari bahan perunggu dengan tinggi 17 meter berdiameter 6 meter ditambah beratnya mencapai 14,5 ton. Tidak hanya itu, dari lidah api ini juga mendapat lapisan emas seberat 45kg yang terdiri dari 77 bagian kemudian disatukan.

2. Pelataran Puncak

Berikutnya ada pelataran puncak dimana memiliki luas mencapai 11x11meter kemudian dari akses menuju pelataran puncak tersedia lift hingga tangga darurat. Pengujung bisa melihat suasana kota Jakarta dari pelataran puncak bahkan bila beruntung pengunjung juga dapat melihat pemandangan Gunung Salak hingga Kepulauan Seribu.

3. Pelataran Bawah

Sedangkan bagian Monumen Nasional di bawahnya juga terdapat pelataran dengan luas mencapai 45×45 meter. Jarak antara tinggi Monas hingga pelataran bawah mencapai 17 meter, dan pengunjung bisa melihat Taman Monas yang menjadi salah satu hutan kota di Jakarta.

4. Museum Sejarah Perjuangan Nasional

Menariknya masih ada bagian Museum Sejarah Perjuangan Nasional berupa Museum Nasional dengan tinggi ruangan mencapai 8 meter. Luas museum bisa mencapai 80x80meter kemudian di sisi museum juga terdapat 12 diorama dengan berbagai macam tampilan sejarah Indonesia dari zaman kerajaan hingga tampilan momen G30S PKI.

diorama sejarah indonesia

diorama sejarah indonesia

Lingkup Wisata di Monumen Nasional Indonesia (Monas Jakarta)

Setiap pengunjung Monas dapat menyaksikan pemandangan kota Jakarta dan sekitarnya dengan mengakses lift menuju ke pelataran atas. Tidak hanya itu saja, di area Monumen Nasional juga terdapat taman Monas yang menjadi spot wisata untuk memberikan rasa segar bagi pengunjung. Dari taman Monas ini Anda dapat melihat kawanan rusa yang secara khusus didatangkan dari Istana Bogor. Pengunjung juga bisa berolahraga bersama keluarga dengan menikmati sajian pemandangan air mancur menari.

Taman di sekitar Monumen Nasional memang dikenal ramah akan wisata sehingga terdapat berbagai macam tempat refleksi tubuh secara gratis kemudian tersedia juga fasilitas olahraga berupa lapangan futsal dan juga lapangan basket sehingga taman seluas 80 hektar ini dapat memberi manfaat kepada warga Jakarta ataupun pengunjung dari luar kota Jakarta. Kemudian taman Monumen Nasional ini bisa diakses oleh siapa saja karena memang terbuka untuk umum.

aula kemerdekaan indonesia

Alamat Monumen Nasional

Jika Anda berminat dan memiliki waktu luang cobalah merasakan momen wisata ke Monumen Nasional yang berlokasi di Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sedangkan dari akses menuju Monas terbilang cukup beragam baik dari transportasi KRL hingga angkutan umum. Gunakan akses Bus Trans Jakarta dimana sangat mudah untuk diakses kemudian harganya juga terjangkau.

Namun, bila Anda mengakses Monas menggunakan kendaraan pribadi juga lebih mudah bahkan sudah tersedia lapangan parkir khusus IRTI ataupun bisa juga memarkirkan kendaraan di Stasiun Gambir. Bila ingin menghubungi kantor pengelola Monumen Nasional ini cobalah datang ke Jl. Kebon Sirih no 22 Blok H atau bisa juga menghubungi nomor telepon 021 382 3241.

Angkutan Umum Menuju Monumen Nasional (Monas)

# Halte Monumen Nasional

~ Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M – Kota

~ Transjakarta koridor 1A jurusan Pantai Indah Kapuk – Balai Kota

~ Transjakarta koridor 2A jurusan Kalideres – Pulogadung

~ Transjakarta koridor 2D jurusan Rawa Buaya – ASMI

~ Transjakarta koridor 5A jurusan Kampung Melayu – Grogol

~ Transjakarta koridor 6A jurusan Ragunan – Monas (via Kuningan)

~ Transjakarta koridor 6B jurusan Ragunan – Monas (via Semanggi)

~ Transjakarta koridor 9B jurusan Pinang Ranti – Kota

~ Bis Malam Transjakarta koridor M1 jurusan Blok M – Kota

~ Bis Malam Transjakarta koridor M2 jurusan Harmoni – Pulogadung

~ Bis Malam Transjakarta koridor M6 jurusan Harmoni – Ragunan

~ Bis Malam Transjakarta koridor M7 jurusan Harmoni – Kampung Rambutan

# Halte Monas 1

~ Transjakarta koridor GR1 jurusan Bundaran Senayan – Harmoni

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 2

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 4

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 6

# Halte Monas 2

~ Transjakarta koridor GR1 jurusan Bundaran Senayan – Harmoni

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 1

Bus Wisata Transjakarta koridor 6

# Halte Monas 3

~ Transjakarta koridor GR1 jurusan Bundaran Senayan – Harmoni

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 1

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 2

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 4

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 6

# Halte IRTI

~ Transjakarta koridor GR1 jurusan Bundaran Senayan – Harmoni

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 1

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 2

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 3

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 4

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 5

~ Bus Wisata Transjakarta koridor 6

# Halte Balaikota

~ Transjakarta koridor 2 jurusan Harmoni – Pulogadung

~ Transjakarta koridor 2A jurusan Kalideres – Pulogadung

~ Transjakarta koridor 2D jurusan Rawa Buaya – ASMI

~ Bus Malam Transjakarta koridor M2 jurusan Harmoni – Pulogadung

#Bus Daya Sentosa Utama 157 jurusan Pasar Senen – Cimone (via Grogol)

#Bus AJA P 106 jurusan Pasar Senen – Cimone

Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk Monas

Monas bisa menjadi satu tempat wisata keluarga hingga wisata pendidikan, dimana anak-anak bisa mengenal sejarah Indonesia lebih detail. Untuk bisa menikmati keindahan Monas, Anda dapat melewati pintu masuk di dekat patung Pangeran Diponegoro kemudian akan menemukan lorong bawah tanah yang menuju ke Monas. Untuk jam operasional dari Monas dibuka setiap hari pada pukul 8 pagi hingga 4 sore, namun perlu diingat bahwa Monas dan museum di Jakarta ini akan ditutup pada hari Senin di setiap akhir bulan, jadi aturlah waktu agar lebih leluasa untuk bisa menikmati keindahan Monas.

Sedangkan dari harga tiket masuknya terbilang cukup terjangkau yakni sebesar 20 ribu Rupiah saja untuk kalangan dewasa, kemudian pengunjung anak-anak dibebankan tiket sebesar 10 ribu Rupiah. Akan tetapi pada bagian pelataran puncak setiap pengunjung diwajibkan membayar 7500 Rupiah saja, sedangkan untuk anak-anak hanya dikenakan tariff 3500 Rupiah saja.

Ada banyak kegiatan bisa dilakukan di Monumen Nasional mulai dari melihat pemandangan hingga mendapatkan momen untuk melihat sejarah Indonesia pada zaman dulu. Sebuah tempat wisata hingga wisata pendidikan dengan harga tiket terjangkau diharapkan mampu menarik perhatian para wisatawan lokal hingga mancanegara.

Rata-rata untuk pengunjung di akhir pekan akan cukup ramai sehingga cobalah berkunjung di hari kerja yang notabene tidak cukup ramai dikunjungi sehingga Anda bisa lebih tenang. Perhatikan juga dari aspek transportasi dimana akan semakin memudahkan Anda dalam mengakses lokasi Monas dan beberapa tempat menarik di sekitarnya.